What the most successful people do before breakfast

Laura Vanderkam, dalam bukunya yan berjudul “What the most successful people do before breakfast”, menyatakan:

Ada 3 hal penting yang bisa menjadi fokus area hidup kita, yaitu:

  1. Melakukan hal-hal penting buat keperluan career
  2. Melakukan hal-hal penting buat keperluan keluarga
  3. Melakukan hal-hal penting buat keperluan diri sendiri

Untuk mencapai ke-3 hal tersebut, maka kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan berikut sebelum sarapan pagi:

  1. Bangun sekitar jam 5.30am dan melakukan meditasi dan exercise -> Ini untuk keperluan diri sendiri
  2. Membuat teh buat istri, menyiapkan anak-anak berangkat ke sekolah -> Ini untuk keperluan keluarga
  3. Setelah kita sudah memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga, maka kita akan siap untuk keperluan career seperti membaca news tentang industry bisnis kita, commuting ke kantor sambil membaca/mendengar buku dan bisa tiba pagi segera dikantor untuk men-check inbox emails sebelum rekan-rekan lain datang untuk berkolaborasi.

Apakah hal-hal pertama yang kita lakukan sebelum sarapan di pagi harinya?

The post “What the most successful do before breakfast” appeared first on krismanoppusunggu.com

Attending to the little things

Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul “7 Habits of Highly Effective People” menyatakan:

Tindakan kebaikan dan sikap respect yang kecil-kecil bisa berarti sanagat besar. Sikap tidak menghargai yang kecil, tindakan kurang baik yang simple, dan sikap tidak menghormati yang minor bisa mengakibatkan sikap menarik diri yang cukup signifikan. Dalam hubungan manusia, hal-hal kecil bisa berarti besar.

Saya teringat kejadian di sebuah sore habis pulang dari kantor. Sewaktu baru pulang dari kantor, saya langsung disambut oleh kedua anak saya. Satu perempuan berusia 7 tahun dan satu lagi anak laki-laki berusia 5 tahun. Cukup senang rasanya bisa disambut oleh kedua anak-anak kita sambil bercanda dan menanyakan bagaimana kabar seharian di sekolah dan di rumah.

Sampai pada satu titik saya meng-ignore putri saya dengan cuma mencium anak saya dan menanyakan apakah dia merindukan saya seharian ini.

Setengah jam berikutnya, putri pertama saya mulai tantrumnya. Menyatakan bahwa dia merasa bosan, tidak berguna dan kurang diperhatikan.

Komentar terakhir membuat saya teringat bahwa hal kecil yang saya lakukan terhadap putra kedua saya saja berarti cukup besar buat putri pertama saya.

Bagaimana hal-hal kecil dalam hidup sehari-hari mempengaruhi sikap dan tindakan kita?

The post “Attending to the little things” appeared first on krismanoppusunggu.com

And The Sun Stood Still, and The Moon Stayed

Mr Harold Hill, President dari Curtis Engine Company dari USA, seorang konsultan dari American Space Program. Beliau menulis article berikut si koran Evening World di Spencer, Indiana, yang kemudian muncul di English Churchman pada 15 Januari 1971, sebagai berikut:

“Saya pikir salah satu hal paling luar biasa yang Allah berikan kepada kita hari ini terjadi kepada para astronout dan ilmuwan luar angkasa di Green Belt, Indiana. Mereka sedang memeriksa posisi dari matahari, bulan, dan planet-planet di luar angkasa sana ketika benda-benda tersebut berada pada posisi 100 tahun dan 1,000 tahun dari sekarang. Kita harus mengetahui hal ini supaya kita tidak mengirimkan satelite ke atas sana dan bisa bertabrakan dengan sesuatu setelah itu, di salah satu orbitnya. Kita harus membentangkan orbit menurut tata cara hidup dari satelite dan dimana planet-planet akan menjadi tersusun sehingga segala sesuatu tidak berakhir buruk.

Para ilmuwan telah menjalankan program penghitungan mundur dan maju dengan komputer selama berabad-abad sampai komputernya terhenti. Komputer tersebut berhenti dan memberikan signal merah yang maksudnya ada sesuatu yang anah dengan informasi yang telah diberikan atau hasil yang didapatkan bila dibandingkan dengan standard umum. Para ilmuwan memanggil department service utuk memeriksa dan mereka manyatakan, “Semuanya sempurna”. Kepala operasi selanjutnya menanyakan, “Apa yang salah?”

Ternyata para ilmuwan telah menemukan ada satu hari yang hilang secara waktu yang berjalan di luar angkasa. Mereka bertanya-tanya dan kelihatannya tidak bisa menemukan jawabannya. Kemudian salah satu dari team member mengingat cerita ketika di sekolah minggu bahwa matahari berhenti. Mereka tidak mempercayai nya dan menanyakan diayat mana ada di Bible tentang hal itu – dan dia menyebutkan Joshua 10:12-14: “And the sun stood still, and the moon stayed – and hasted not to go down about a whole day.” Jadi kata ilmuwan ruang angkasa ini bahwa benar tekah hilang satu hari. Tepatnya 23 jam 20 menit. Lalu dimana 40 menit lagi yang hilang?

Di ayat 2 King 20, raja Hezekiah melakui nabi Yesaya meminta Allah supaya bayanganya mundur 10 derajat sebagai bukti bahwa Allah akan menepati doanya memberikan usianya diperpanjang selama 15 tahun. Dimana 10 derajat setara dengan 40 menit.

Jadi waktu yang terhenti 23 jam 20 menit pada jaman Joshua dan 40 menit pada jaman nabi Yesaya membuktikan tanda tanya para ilmuwan ruang angkasa bahwa Allah pernah menghentikan waktu selama 24 jam.

Bagaimana sikap kita menghargai kekuatan supra natural Allah?

The post “And The Sun Stood Still, And The Moon Stayed” appeared first on krismanoppusunggu.com

Life under pressure

Hari ini untuk yang ke-23 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Setelah membaca cukup banyak buku dan mengerti banyak hal, saya merasa makin kritis bahkan sedikit rude terhadap orang-orang terutama yang kurang kompeten.

Kalau ada jawaban-jawaban yang asal, maka akan langsung saya serang dengan komentar pedas.

Ditambah dengan tekanan hidup yang meningkat, maka bertambah lah sikap rude saya yang saya rasakan.

Dalam puasa hari ini saya kembali diingatkan untuk sabar dan bersyukur dalam segala hal. Karena itulah sebagian buah-buah roh yang diajarkan kepada saya.

Buat apa saya benar tapi hubungan saya dengan orang-orang yang saya kasihi menjadi buruk?

Being “right” sangatlah penting, tapi diatas semua itu hubungan baik lebih penting lagi.

Bagaimana sikap kita terhadap orang lain dikala kita benar?

Post “Life under pressure” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Fasting and Pentecost (BC and AD)

Hari ini untuk yang ke-22 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

David Pawson, dalam bukunya yang berjudul “Unlocking The Bible”, menjelaskan tentang kejadian Pentecost sewaktu jaman bangsa Israel 50 hari setelah keluar dari Mesir (BC) dan jaman Israel 50 hari setelah Yesus bangkit dari kematian (AD).

Nabi Musa turun dari Gunung Sinai setelah 40 hari disana, dan pada saat Musa turun, bangsa Israel telah menyembah dewa Banteng berbentu tanduk dari emas. 50 hari setelah Passover (bangsa Israel keluar dari tanah Mesir), kerena menyembah dewa dari tanduk berbentu emas, Allah membunuh 3,000 orang.
10 Perjanjian Allah diberikan di Gunung Sinai 50 hari setelah domba Passover dibunuh. Domba Passover dibunuh jam 3pm dan 3 hari sejak itu bangsa Israel lepas/bebas dari perbudakan bangsa Mesir. 50 hari setelah Passover, hukum diberikan kepad bangsa Israel, hari yang menurut bangsa Jahudi sebagai Pentecost. 3,000 orang mari karena melanggar hukum (Keluaran/Exodus).
Hal ini sama 50 hari diabad berikutnya, ketika bangsa Jahudi merayakan diberikannya hukum, Allah memberikan Roh Kudus (Holy Spirit) – dan pada waktu ini 3,000 orang diselamatkan (Kisah Para Rasul/Act).

Bagaiman kita memaknai hari Pentecost?

#Diambil dari buku “Unlocking The Bible”

Ministries for Mt. Sinabung refugees

Pada tanggal 7 – 8 Nov 2015, saya dan Pdt. Sarikat Bangun beserta istri melakukan pelayanan di tiga tempat di Tanah Karo.

Pelayanan pertama kami lakukan di SMK, Akper, & Akbid “Arta” yang dihadiri 35 orang. Pada pelayanan ini, untuk pertama kalinya saya bersaksi di depan public.

Pelayanan kedua kami lakukan pada kebaktian hari Minggu di GPdI “Lingga” yang berlokasi di kaki Gn. Sinabung. Pada kebaktian yang dihadiri hampir 100 orang ini, saya juga bersaksi tentang kuat di dalam Tuhan.

Dan pelayanan terakhir kami lakukan lewat Kebaktian Kebangunan Rohani kepada para pengungsi korban meletusnya Gn. Sinabung. Ada sekitar 50 prang yang hadir. Saya juga bersaksi tentang kesetiaan kepada Tuhan Yesus. Pada KKR ini, Pdt. Sarikat Bangun melakukan “healing movement” kepada para pengungsi yang terbeban dan maju ke depan untuk disembuhkan.

Puji Tuhan, kami berhasil menyelesaikan 3 pelayanan dengan baik. Semoga banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Mission accomplished!

Apakak kita mau menyediakan waktu kita yang berharga demi pelayanan buat orang lain?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and Chinese characters related to Babel

Hari ini untuk yang ke-21 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Menarik sekali, dalam bukunya yeng berjudul “Unlocking The Bible”, David Pawson menyebutkan bahwa ada catatan kaki yang menarik dalam cerita tentang Babel.
Diantara orang-orang yang terpencar ada subuah group yang mendaki gunung ke arah Timur, dan tinggal disana ketika mereka mencapai tepi laut. Orang-orang tersebut menjadi bangsa China.
Budaya China sebenarnya berlanjut secara langsung sejak itu. Mereka meninggalkan Babel sebelum alfabet “Cuneiform” menggantikan bahasa gambar dari Mesir kuno. Semua bahasa berupa bahasa gambar bermula sejak masa Babel. Bahasa yang mereka ambil di China, ditaruh dalam bentuk gambar.
Hal ajaib yang mungkin merekonstruksi cerita dari Genesis 1 sampai 11 dengan melihat symbol-symbol yang orang China gunakan menggambarkan arti yang berbeda.
Kata bahasa China untuk “create”, misalanya, terbuat dari gambar lumpur, hidup, dan seseorang yang sedang berjalan.
Kata Chinese buat ‘devil” adalah terbuat dari seorang pria, sebuah taman, dan gambar dari kata rahasia. Jadi “devil” adalah orang rahasia yang tinggal di taman.
Kata Chinese buat “tempter”, terbuat dari kata buat “devil” ditambah dengan 2 pohon dan gambar dari “cover”/”disguise”.
Kata Chinese buat “boat”, terbuat dari gambar container, mulut, dan angka 8, jadi “boat” dalam bahasa China adalah kendaraan yang berisi 8 orang, yaitu kapal Nuh (Noah’s ark).

Menarik bukan?

Bagaimana sebenarnya sejarah bahasa kita (Indonesia)?

#Diambil dari buku

Reached the 1 percent

Pada hari Minggu (25 Oct 2015), setelah persiapan dengan method FIRST selama 12 minggu saya berhasil menyelesaikan jarak 42.195K dalam race Fulll Marathon di event The Jakarta Marathon 2015.

Saya berhasil menyelasaikan race dalam waktu 7:38:53. Sudah lewat 38 menit dari cut off time ( COT). Puji Tuhan nama saya masih dalam list finishers di urutan 1394.

Saya telah mulai lari sejak July 2012 dan mulai persiapan buat Full Marathon sejak 2014, dimana pada event The Jakarta Marathon 2014, saya gagal menjadi finisher dan DOB di Km24.

Menarik nya pada race tahun ini, saya mulai recovery di Km24 setelah cidera mulai Km16. Sejak Km 16-24, saya terseok-seok. Dari Km24-37, saya mulai jalan normal. Dan sejak Km37-42.195, saya bisa lari karena merasa takut akan disweep panitia di COT 7 jam.

Dengan usaha dan faith kepada yang Maha Kuasa, saya bisa menyelesaikan FM dengan finished strong. 🙂

Ada dua pengalaman saya dalam event marathon ini dimana Allah yang saya percaya menyatakan kepada saya bahwa saya akan finished FM tahun ini. Seminggu sebelum race day, Allah yang saya percayai menunjukkan dalam mimpi bahwa saya akan bisa menyelesaikan race FM tahun ini. Dan pada saat race, saya kembali diingatkan oleh Allah yang saya percaya, lewat problem pada GPS jam saya, dengan angka kombinasi 264 yang selalu mengingatkan saya pada hadirat Tuhan.

Jadi kesimpulan race saya tahun ini di event The Jakarta Marathon 2015, kalau bukan karena kasih karunia Tuhan Yesus, saya pasti tidak dapat menyelesaikannya.

Praise the Lord.

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and God being ontime

Hari ini untuk yang ke-20 kali, saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Dalam puasa kali ini, Tuhan kembali memberikan kasih karuniaNya dengan pertolongan yang ontime.

Ceritanya saya sedang menunggu transferan dari seorang sahabat SMA yang membantu saya. Dan bersamaan dengan sikap menunggu, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi mulai mendesak. Ketika saya kembali mencoba melakukan usaha plan B dengan mengontact Abang rohani saya, ketika itulah text message dari teman lama SMA tadi masuk menyatakan bahwa transferannya sudah terjadi.

Kejadian-kejadian yang seolah-olah coinsidential ini, mengingatkan saya bahwa ada Tuhan yang akan selalu memenuhi kebutuhan kami sekeluarga dengan pasti dan sesuai waktuNya.

Semoga teman SMA saya tersebut diberkati dalam pekerjaan dan keluarga. Amen!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi chalenges sehari-hari?

#Diambil dari buku kehidupan

Mathematical Properties

David Powson, dalam bukunya yang berjudul ” Unlocking The Bible”, mengutarakan satu bagian tulisan yang menarik tentang Mathematical Properties.

Adalah mengagumkan untuk kita catat bahwa Kejadian 1 dalam Bible memiliki mathematical properties. 3 angka yang selalu muncul adalah 3, 7, dan 10, yang mana masing-masing  memiliki kejelasan yang particular di dalam seluruh isi Bible. Angka 3 berbicara tentang apa itu Allah, angka 7 adalah angka sempurna menurut Scripture, dan angka 10 adalah angka yang menunjukkan kesudahan (completeness). Dalam kejadian-kejadian ketika angka 3, 7, dan 10 diuji, maka kaitan yang luar biasa akan muncul. 

3. Pada hanya 3 points Allah sebenarnya menciptakan sesuatu dari ketidakadaan. Dalam 3 kejadian Dia memanggil sesuatu dengan nama, 3 kali Dia menciptakan sesuatu, dan 3 kali Dia memberkati sesuatu.

7. Dalam 7 kejadian kita baca bahwa Allah”melihat sesuatu itu baik”. Ada, tentunya, 7 hari- dan kalimat pertama adalah 7 huruf dalam Hebrew. Lebih lanjut lagi, tiga kalimat terakhir dalam cerita penciptaan juga dibentuk dari 7 huruf dalam bahasa Hebrew asli.

10. Dan ada 10 perintah Allah

Apakah angka-angka tertentu mempunyai makna dalam diri kita?

Bagi saya angka 264 cukup berpengaruh

#Diambil dari buku ” Unlocking The Bible”