Multi cultural lunch meeting

Siang ini sewaktu menghadiri workshop dengan customer, saya join lunch dengan 3 orang asing yang merupakan team overseas dari perusahaan kami di Jakarta.

Satu Software Developer dari Romania, satu Solution Architect dari Australia keturunan Serbia dan satu lagi Project Manager dari Australia keturunan China.

Dari lunch meeting tersebut, sang Software Developer menceritakan career dan kisah hidupnya di Romania dimana career pertama nya setelah lulus universitas mendirikan startup company yang akhirnya dibeli oleh perusahaan besar dari Italy. Sang Project Manager dari Australia menceritakan bagaimana proses migrasi dari China ke Australia sejak SMA dan bekerja di Australia setelah lulus dari Universitas. Dan sang Solution Architect dari Australia yang dudah cukup berumur menceritakan tentang keluarganya yang sangat multi ras, dimana menantunya dari Argentina dan Inggris. Jadi keluarga mereka berkomunikasi dalam bahasa internadional, yaitu English. Walaupun beliau pingin meng-endorse bahasa Serbia sebagai mother tongue mereka.

Saya sendiri menceritakan tentang trend hidup sehat versi negara maju seperti, tidur 8 jam sehari, bangun jam 5.30am dan meditasi plus lari sedikitnya 30 menit at least 3 kali seminggu.

Begitulah kesan kami dalam lunch meeting yang multi cultural.

Apa yang kita ceritakan sewaktu lunch meeting yang multi cultural?

The post “Multi cultural lunch meeting” appeared first on krismanoppusunggu.com

What the most successful people do before breakfast

Laura Vanderkam, dalam bukunya yan berjudul “What the most successful people do before breakfast”, menyatakan:

Ada 3 hal penting yang bisa menjadi fokus area hidup kita, yaitu:

  1. Melakukan hal-hal penting buat keperluan career
  2. Melakukan hal-hal penting buat keperluan keluarga
  3. Melakukan hal-hal penting buat keperluan diri sendiri

Untuk mencapai ke-3 hal tersebut, maka kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan berikut sebelum sarapan pagi:

  1. Bangun sekitar jam 5.30am dan melakukan meditasi dan exercise -> Ini untuk keperluan diri sendiri
  2. Membuat teh buat istri, menyiapkan anak-anak berangkat ke sekolah -> Ini untuk keperluan keluarga
  3. Setelah kita sudah memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga, maka kita akan siap untuk keperluan career seperti membaca news tentang industry bisnis kita, commuting ke kantor sambil membaca/mendengar buku dan bisa tiba pagi segera dikantor untuk men-check inbox emails sebelum rekan-rekan lain datang untuk berkolaborasi.

Apakah hal-hal pertama yang kita lakukan sebelum sarapan di pagi harinya?

The post “What the most successful do before breakfast” appeared first on krismanoppusunggu.com

My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement

Chris Guillebeau on his blog “The Art of Non-Conformity” every end of year will write his Annual Review.

Follow good things Chris has done, every year I set aside a long block of time, typically the better part of the week, to look back at the year that’s ending and look ahead to the next.

And so we begin the 2015 Annual Review

I try to live an active life and pursue a lot of different challenges and adventures. Pretty much every time I begin the review, I think, “What a crazy year it’s been!” J

In year 2015, I set with a big optimistic mental note, even tough there was still a noisy sound in my head that said I was worry to face the year.

While I was sitting down in a bus commuting from home to my office writing this notes, I want to share that I am feeling super excited. I am thinking of all the good things happened in my life with all the achievements. As usual, negative noise in my head also came, saying that I wasn’t really fulfilled my target achievement this year.

What Went Well in 2015

This year, I managed to finished my first Full Marathon by conquering the super hot The Jakarta Marathon 2015. Even tough I passed the cut off time by 38 minutes, luckily Iwas still registered as the Full Marathon finisher at the official web site of the race.

I also managed to complete reading 49 books in one year. I was following Seth Godin advise that “if you read book 20 minutes per day, every day without skipping a day, you can finished 52 books in a year.” And I have proofing that this advise to be true.

On 28 February 2015, while treated as a newbie in running community, EID Runners, an official running community in EID, which just founded in 30 May 2014, has managed to held a fun run race event sponsored by Pocari Sweat.

One year after its establishments, EID Runners members reached 130+ hence treated as the biggest sport community in EID.

On 29 October 2015, again, EID Runners, as the newly established sports community in EID, obtained an honor from EID Sports Competition 2015 committee to held men and women estafet running race.

What Needs Improvement in 2015

While participating for a Full Marathon race, I need to finish before the cut off time hence I can be treated as an official Full Marathon finisher.

On reading books, I need to make summary and review of the book I just finished reading.

For EID Runners, with big members (130+), we hope most of our members will spare his/her time to be active in participating EID Runners events.

Thank you All for the big achievement in 2015 and lets plan more success in 2016.

What is our 2015 review?

The post “My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement” appeared first on krismanoppusunggu.com

Preparation for The Jakarta Marathon 2015

Hari ini sebagai bagian dari persiapan The Jakarta Marathon 2015, saya telah mengambil race pack-nya.
Sekarang masuk dalam minggu tappering dan carbo loading. Tadi pagi saya telah lari 5K sebagai latihan terkahir sebelum race pada hari Minggu, 25 Oct 2015. Dan saya mencoba carbo loading dengan makan nasi merah, kentang, gandum, dan pasta-pasta-an.
Sejak 12 minggu sebelum hari-H, saya telah mencoba mengikuti sebagian dari latihan methoda FIRST oleh Bill Pierce, Scott Murr, dan Ray Moss dalam bukunya yang berjudul “Run Less, Run Faster”.
Pada tanggal 13 Sep 2015, saya telah latihan Half Marathon selama 3 jam lebih dan pada tangal 3 Oct 2015, saya juga telah latihan 20 Miles(32K) selama 5 jam dalam panas teriknya bekasi dimana saya lari dari jam 7am sampi 12pm.
Dihari-hari lainnya, pada Selasa dan Kamis saya biasanya latihan sejauh 4K-5K dan pada hari Sabtunya 8K-12K.
Tahun lalu saya telah mencoba Full Marathon di The Jakarta Marathon 2014, namun saya DoB karena “cramp” pada Kilometer ke-24.
Pada tahun ini saya telah latihan hampir 3 tahun, semoga saya bisa finish FM di The Jakarta Marathon 2015 on time and finished strong.

God Speed!!!

#Diambi dari buku kehidupan