Fasting and Lesson for a Happy Marriage

Hari ini untuk yang ke-5 kalinya saya puasa (dari total sudah 15 kali) dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Saya baru mulai membaca buku karya Karl Pillemer, PhD yang berjudul “30 Lessons for Living”. Dalam bab 2 buku ini diutarakan bagaimana tips-tips supaya pernikahan menjadi bahagia, langgeng dan sampai dipisahkan oleh ajal (Till Death Do Us Part), yaitu:
1. Marry someone a Lot like You
2. Friendship Is as Important as Romantic Love
3. Don’t Keep Score
4. Talk to Each Other:
– If you are having trouble discussing something, get out of the house
– Find a way to blow off steam, and then engage with you partner
– Watch out for teasing
– Let your partner have his or her say
5. Don’t Just Commit to Your Partner – Commit to Marriage Itself
6. Don’t Go to Bed Angry

Bagaimana upaya kita supaya memiliki pernikahan yang bahagia dan langgeng sampai ajal memisahkannya?

#Diambil dari buku 30 Lessons for Living

Security Analysis – Warren Buffett

Dalam bagian terakhir buku Security Analysis oleh Benjamin Graham dan David L. Dodd, disebutkan oleh Thomas A. Russo dalam bagian VIII yang berjudul ” Globetrotting with Graham and Dodd”:

Warren Buffett bukanlah seorang specialist dalam global investing. Warren Buffett, seorang murid dari Graham dan Dodd di Columbia pada tahun 1950, dan sejak tahun 1980, Warren Buffett telah ber-evolusi dari murni type balance sheet investor menjadi investor yang terus mencari perusahaan-perusahaan dengan bisnis franchise yang luar biasa yang dijalankan oleh management yang jujur, cakap dan mampu, serta yang ramah terhadap shareholders.

Type investor yang bagaimanakah kita?

#Diambil dari buku Security Analysis

Fasting and keeping my attitudes to be humble

Hari ini untuk yang ke-4 kalinya setelah lebaran (dari total 15 kali) saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Dalam puasa kali ini saya sungguh dichallenge untuk tetap rendah hati dalam segala kondisi apapun. Bahkan jika doa-doa dan pengharapan saya selalu terkabulkan, saya tidaklah boleh yang jadi menonjol karena senua itu adalah karya dan kasih karunia Tuhan Yesus.
Saya harus selalu mempersaksikan semua karya kemurahan Tuhan Yesus supaya namaNya lah yang dimuliakan. Dan supaya saya diberi kesempatan untuk mempertunjukkan kuasa-kuasa Tuhan Yesus yang lebih dahsyat lagi.

Praise the Lord!

Bagaimana sikao kita akan keberhasilan-keberhasilan yang kita telah capai?

#Diambil dari buku kehidupan

Friday Service EID – Free from worries

Hari ini dalam kebaktian Jumat (21 Aug 2015) FS EID, Pdt. Bangun menyampaikan dalam kotbah bertemakan “Bebas dari kekawathiran” sesuai firman Philipi 4:6.

Ada 3 cara/alasan supaya kita terbebas dari kekawathiran, yaitu:
1. Philipi 4:7 – Ada damai sejahtera
2. Philipi 4:13 – Mendapatkan kekuatan extra yang daripada Tuhan supaya mampu menghadapi masalah hidup
3. Yoh 15:7 – Jika kita tekun berdoa dan baca firman supaya kita selalu dekat dengan Tuhan

Bagaiaman kita mengisi waktu Jumatan?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and reading new book (The Sacred Anointing)

Hari ini untuk ketiga kalinya setelah lebaran saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Untuk mengisi doa dan puasa, saya juga membaca buku rohani karya Steven Brooks yang berjudul “The Sacred Anointing”.
Semoga dalam puasa ini saya mendapatkan lawatan dan pengurapan yang kudus dari Tuhan Yesus.
Dan semoga apa yang saya mohonkan dan pergumulkan dipenuhiNya.

Amen!

Apa yang menjadi pergumulan kita akhir-akhir ini?

#Diambil dari buku kehidupan

The Temple of The Lord

Menurut Steven Brooks dalam bukunya yang berjudul “How to Operate in The Gifts of The Spirit”, Raja Daud menyumbangkan 3,000 talenta emas untuk pembangunan Bait Allah di Jerusalem.

Dengan asumsi harga emas USD1,800 per ons, dimana 1 talenta sama dengan 75 pounds dan ada 16 ons dalam 1 pound, maka sumbangan emas Raja Daud equivalen dengan 60 Milliar Dollar US.

Itu belum termasuk sumbangan perak senilai equivalent 250 Juta Dollar US.

Sebesar dan semegah apakah bangunan senilai 60,25 Milliar Dollar US?

#Diambil dari buku

Book – How To Operate in The Gift of The Spirit

Steven Brooks dalam bukunya yang berjudul “How To Operate in the Gifts of The Spirit” menyebutkan ada 9 Spiritual Gifts (Karunia Roh) yang dibagi dalam 3 kategori, yaitu:
A. Revelations Gifts
1. Word of wisdom
2. Word of knowledge
3. Discerning of spirits
B. Power Gifts
4. Faith
5. Healings
6. Working of miracles
C. Vocal Gifts
7. Prophecy
8. Tongues
9. Interpretation of tongues

Apa yang menjadi Karunia Roh kita?

#Diambil dari buku

Fasting and never eat alone

Hari ini kembali saya melakukan puasa ke-2 setelah Lebaran yaitu dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum. Phisically, hari ini saya merasa cukup lelah setelah reuni akbar SMA saya weekend lalu, mentally saya juga merasa challenged akan kejadian-kejadian selama weekend lalu.
Waktu lunch makan siang saya mendapat undangan dari seorang best friend untuk lunch bareng. Walaupun saya dalam puasa saya mengiyakan untuk menemani lunch bareng dengan seorang best friend dan ternyata juga dengan seorang dengan best friend lainnya.
Baru hari Jumat lalu saya memikirkan sekali-sekali to never eat alone, setelah komentar dari seorang teman saya di kebaktian Jumat-an kantor.
Diskusi kami siang ini cukup intense dimulai dari sharing saya tentan hikmah berpuasa dan karunia Tuhan, politics, telco (operator dan vendor), religion, etc.
Saya cukup merasa puas dan senang bisa menemani kedua teman baik saya dimana kita bisa sharing saling mengisi akan kejadian-kejadia di kantor, keluarga, DKI Jakarta, RI, dan bahkan religion dan rohani.
Saya jadi disadarkan lagi bahwa berkala untuk tidak lunch alone sangat baik terutama buat diri saya sendiri karena wawasan saya jadi cukup bertambah dengan komentar dan cerita kedua teman baik saya yang sangat bermutu dan inspiring.

Thanks for the lunch break my best friends. See you in the next occasions… 🙂

Bagaimana frekuensi kita makan dengan teman-teman baik kita?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and Team members are leaving (Resigning)

Hari ini untuk pertama kali saya kembali melakukan ritual puasa setelah Ramadhan dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Dalam puasa kali ini saya dapat callenge dimana perut saya terasa sakit sedikit tetapi saya mencoba tetap puasa dan semoga diberi kekuatan sampai berbuka sore nanti.

Challenge lain yang saya dapatkan hari ini adalah satu persatu team member project saya mulai meninggalkan kami (resign). Setelah saya memutuskan untuk committ dan tetap setia pada perusahaan dimanasaya bekerja sekarang, saya jadinya merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan oleh team members. Dulu, karena saya sering pindah pekerjaan, saya belum bisa merasakan perasaaan ditinggalkan seperti ini. Nah, sekarang baru mengerti rasanya… 🙂

Namun, saya cukup percaya bahwa organisasi kami adalah lembam dan tidak tergantung kepada satu atau dua resources walaupun mereka termasuk key resources. Akan selalu ada solusi untuk melanjutka projects (go on) tanapa mereka.

Ganbatte EID!

Bagaimana perasaan kita saat team members meningggalkan kita ditengah projects?

#Diambil dari buku kehidupan