EID Sports by EID Runners

Usia running community EID Runners baru setahun lebih sejak resmi terbentuk pada 30 Mei 2014 dan baru diakui oleh HR PT Ericsson Indonesia (EID) sebagai salah satu kegiatan sports resmi di lingkungan office pada tahun 2015 ini.

Walaupun merupakan komunitas sports termuda, EID Runners mendapatkan kehormatan untuk menjadi salah satu cabang olah raga yang diperlombakan dalam acara tahunan EID Sports.

Sore ini di lapangan Simpruk Pertamina, lomba lari EID Sports dihadiri lebih dari 70 orang termasuk VP HR (yang juga runner), OHS Manager, Methode & Tools Manager, Line Manager, Consultant, EID Runners members (tentunya), dan para peserta dari tiap-tiap account yang terdiri dari team XL account, Telkom Group account, Indosat account, dan Support function.

Ada dua kategori lomba yang dilakukan yaitu Estafet Putra dan Estafet Putri. Dimana kategori Estafet Putra dimenangkan oleh team XL account dan kategori Estafet Putri dimenangkan oleh team Indosat account.

Pada bulan Agustus lalu EID Runners juga telah berhasil mengadakan big event fun run dan Running clinic yang disponsori oleh Pocari Sweat. Acara ini dihadiri oleh orang nomor satu di EID (CU ID). Dalam usia EID Runners yang masih newbie, running community kami telah mendapat kesempatan besar dari Pocari Sweat untuk mengikuti event Running Clinic yang biasanya diberikan pada running communities yang cukup senior dan mapan. Dimana menurut salah seorang Head of Product Pocari yang menjadi driver Running Clinic, mereka terkesan akan disiplin members group EID Runners untuk tetap konsisten melakukan kegiatan TNR (Tuesday/Thursday Night Run) hampir tiap minggu.

Saya cukup bangga dan puas akan kesuksesan EID Runners yang telah bisa mengadakan 2 event besar dalam tahun ini diusianya yang baru setahun lebih. Dan saya juga bangga dan mengucapkan terimakasih yang terdalam buat members EID Runners yang selalu setia dan rela manjadi volunteers sebagai committee pada setiap event EID Runners. Without you guys, we are nothing.

Semoga tahun depan semakin banyak yang aktif berpartisipasi dalam event TNR dan big event lainnya dan semoga semakin banyak members EID Runners yang aktif mengikuti running race seperti The Jakarta Marathon, Bali Marathon, Telkomsel Halo Fit Run, Saurun, bahkan event-event lari di luar negeri.

Go EID Runners.

Lets meet up @halte Bluebird @5pm 😃

#Diambil dari buku kehidupan

Reached the 1 percent

Pada hari Minggu (25 Oct 2015), setelah persiapan dengan method FIRST selama 12 minggu saya berhasil menyelesaikan jarak 42.195K dalam race Fulll Marathon di event The Jakarta Marathon 2015.

Saya berhasil menyelasaikan race dalam waktu 7:38:53. Sudah lewat 38 menit dari cut off time ( COT). Puji Tuhan nama saya masih dalam list finishers di urutan 1394.

Saya telah mulai lari sejak July 2012 dan mulai persiapan buat Full Marathon sejak 2014, dimana pada event The Jakarta Marathon 2014, saya gagal menjadi finisher dan DOB di Km24.

Menarik nya pada race tahun ini, saya mulai recovery di Km24 setelah cidera mulai Km16. Sejak Km 16-24, saya terseok-seok. Dari Km24-37, saya mulai jalan normal. Dan sejak Km37-42.195, saya bisa lari karena merasa takut akan disweep panitia di COT 7 jam.

Dengan usaha dan faith kepada yang Maha Kuasa, saya bisa menyelesaikan FM dengan finished strong. 🙂

Ada dua pengalaman saya dalam event marathon ini dimana Allah yang saya percaya menyatakan kepada saya bahwa saya akan finished FM tahun ini. Seminggu sebelum race day, Allah yang saya percayai menunjukkan dalam mimpi bahwa saya akan bisa menyelesaikan race FM tahun ini. Dan pada saat race, saya kembali diingatkan oleh Allah yang saya percaya, lewat problem pada GPS jam saya, dengan angka kombinasi 264 yang selalu mengingatkan saya pada hadirat Tuhan.

Jadi kesimpulan race saya tahun ini di event The Jakarta Marathon 2015, kalau bukan karena kasih karunia Tuhan Yesus, saya pasti tidak dapat menyelesaikannya.

Praise the Lord.

#Diambil dari buku kehidupan

Preparation for The Jakarta Marathon 2015

Hari ini sebagai bagian dari persiapan The Jakarta Marathon 2015, saya telah mengambil race pack-nya.
Sekarang masuk dalam minggu tappering dan carbo loading. Tadi pagi saya telah lari 5K sebagai latihan terkahir sebelum race pada hari Minggu, 25 Oct 2015. Dan saya mencoba carbo loading dengan makan nasi merah, kentang, gandum, dan pasta-pasta-an.
Sejak 12 minggu sebelum hari-H, saya telah mencoba mengikuti sebagian dari latihan methoda FIRST oleh Bill Pierce, Scott Murr, dan Ray Moss dalam bukunya yang berjudul “Run Less, Run Faster”.
Pada tanggal 13 Sep 2015, saya telah latihan Half Marathon selama 3 jam lebih dan pada tangal 3 Oct 2015, saya juga telah latihan 20 Miles(32K) selama 5 jam dalam panas teriknya bekasi dimana saya lari dari jam 7am sampi 12pm.
Dihari-hari lainnya, pada Selasa dan Kamis saya biasanya latihan sejauh 4K-5K dan pada hari Sabtunya 8K-12K.
Tahun lalu saya telah mencoba Full Marathon di The Jakarta Marathon 2014, namun saya DoB karena “cramp” pada Kilometer ke-24.
Pada tahun ini saya telah latihan hampir 3 tahun, semoga saya bisa finish FM di The Jakarta Marathon 2015 on time and finished strong.

God Speed!!!

#Diambi dari buku kehidupan

Going the extra mile

In my last article I have mentioned about the aggregation of marginal gains, how a simple improvement in every small stuff we naturally left overlooked can make enormous change.
But how exactly does it work?
Entrepreneur, weightlifter and travel photographer James Clear has set up Tiny Gains Games Challenge to build better health habits after he created new pattern of practice.
He added tiny increase of weight for his chin-up workout every week and he was surprised with the result. He could lift more weight, and in fact, ready for more, while the workouts still felt easy.
I have experienced exactly the same thing every time I pushed myself to go another meter when running.
I started running as a new habit in 2012 and at that time I could only take 300 meters in the first two weeks. I extended the limit to 500 meters on the following weeks and managed to reach 700 meters on the third month.
After a year, I accomplished 26.12K run and after three years of self-training I’m aiming for my first full-fledged marathon this month.
I’m taking the Tiny Gains Game Challenge and I hope you will, too.
This challenge is really simple. The basic idea is to start with a running distance that is easy for you and increase that distance by a very tiny amount each week so that by the end of the challenge your new “easy distance” is 250-meter farther.

The Tiny Gains Challenge starts this week. I’ll be in the running lap today to kick off the first day of the challenge, but you’re welcome to start anytime this week.
This is a personal challenge, not a competition. The goal is for everyone to make consistent progress and build better fitness habits. That said, if you interested to record your progress, you may post your exercise in the social media each week and use hashtag #tinygains to share your progress in Instagram.
Overall, the challenge will run for the next 20 weeks. When March 2016 gets here, you’re going to be 5K stronger. Let’s do this. #tinygains

Tips:

Walking is a great way to start The Tiny Gains Challenge. You should start with a distance that is easy for you and then figure out a way to measure that distance. How you measure it will be specific to your situation. Then, increase by a tiny amount each week.

For example:

· If you’re walking on a track, maybe you walk around the track one time (400m) the first week and then you walk around one time plus another quarter of a lap the second week (500m).
· If you’re walking on a trail, maybe you walk down to a big rock and back. The second week, you can walk down to the big rock, go 10 steps further, and then come back.
· If you have a Fitbit or other tracking device, maybe you walk 5,000 steps per day during the first week. The second week, you can increase that to 5,100 steps per day.
Again, the entire goal is to make a very tiny gain and keep the work easy week after week.

“You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.”
Eleanor Roosevelt

My Fitbit and I have reached 804K badge (Serengeti)

Sejak 8 Jul 2015, saya mulai memakai Fitbit Flex Black. Setelah mendapat advise dari Rohan Rajiv dalam blog nya yang berjudul “A Learning A Day”.
Menurut report summary Fitbit, saya telah berjalan atau lari sejauh 804K. Jakart 804K ini adalah jarak yang bisa ditempuh binatang Serengeti yang termasuk 7 Natural Wonders.
Jarak 804K ini hampir sama dengan jarak Jakarta – Surabaya.
Jadi dalam waktu 3 bulan, saya telah berjalan atau lari dari Jakarta ke Surabaya.
Secara rata-rata tiap bulannya saya berjalan/lari sejauh 268K, tiap minggunya sekitar 67K, dan tiap harinya sekitar 10K.

Sejauh apa jarak yang biasa kita tempuh setiap hari/minggu-nya?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and God being ontime

Hari ini untuk yang ke-20 kali, saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Dalam puasa kali ini, Tuhan kembali memberikan kasih karuniaNya dengan pertolongan yang ontime.

Ceritanya saya sedang menunggu transferan dari seorang sahabat SMA yang membantu saya. Dan bersamaan dengan sikap menunggu, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi mulai mendesak. Ketika saya kembali mencoba melakukan usaha plan B dengan mengontact Abang rohani saya, ketika itulah text message dari teman lama SMA tadi masuk menyatakan bahwa transferannya sudah terjadi.

Kejadian-kejadian yang seolah-olah coinsidential ini, mengingatkan saya bahwa ada Tuhan yang akan selalu memenuhi kebutuhan kami sekeluarga dengan pasti dan sesuai waktuNya.

Semoga teman SMA saya tersebut diberkati dalam pekerjaan dan keluarga. Amen!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi chalenges sehari-hari?

#Diambil dari buku kehidupan

Mathematical Properties

David Powson, dalam bukunya yang berjudul ” Unlocking The Bible”, mengutarakan satu bagian tulisan yang menarik tentang Mathematical Properties.

Adalah mengagumkan untuk kita catat bahwa Kejadian 1 dalam Bible memiliki mathematical properties. 3 angka yang selalu muncul adalah 3, 7, dan 10, yang mana masing-masing  memiliki kejelasan yang particular di dalam seluruh isi Bible. Angka 3 berbicara tentang apa itu Allah, angka 7 adalah angka sempurna menurut Scripture, dan angka 10 adalah angka yang menunjukkan kesudahan (completeness). Dalam kejadian-kejadian ketika angka 3, 7, dan 10 diuji, maka kaitan yang luar biasa akan muncul. 

3. Pada hanya 3 points Allah sebenarnya menciptakan sesuatu dari ketidakadaan. Dalam 3 kejadian Dia memanggil sesuatu dengan nama, 3 kali Dia menciptakan sesuatu, dan 3 kali Dia memberkati sesuatu.

7. Dalam 7 kejadian kita baca bahwa Allah”melihat sesuatu itu baik”. Ada, tentunya, 7 hari- dan kalimat pertama adalah 7 huruf dalam Hebrew. Lebih lanjut lagi, tiga kalimat terakhir dalam cerita penciptaan juga dibentuk dari 7 huruf dalam bahasa Hebrew asli.

10. Dan ada 10 perintah Allah

Apakah angka-angka tertentu mempunyai makna dalam diri kita?

Bagi saya angka 264 cukup berpengaruh

#Diambil dari buku ” Unlocking The Bible”