Life under pressure

Hari ini untuk yang ke-23 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Setelah membaca cukup banyak buku dan mengerti banyak hal, saya merasa makin kritis bahkan sedikit rude terhadap orang-orang terutama yang kurang kompeten.

Kalau ada jawaban-jawaban yang asal, maka akan langsung saya serang dengan komentar pedas.

Ditambah dengan tekanan hidup yang meningkat, maka bertambah lah sikap rude saya yang saya rasakan.

Dalam puasa hari ini saya kembali diingatkan untuk sabar dan bersyukur dalam segala hal. Karena itulah sebagian buah-buah roh yang diajarkan kepada saya.

Buat apa saya benar tapi hubungan saya dengan orang-orang yang saya kasihi menjadi buruk?

Being “right” sangatlah penting, tapi diatas semua itu hubungan baik lebih penting lagi.

Bagaimana sikap kita terhadap orang lain dikala kita benar?

Post “Life under pressure” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Fasting and God being ontime

Hari ini untuk yang ke-20 kali, saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Dalam puasa kali ini, Tuhan kembali memberikan kasih karuniaNya dengan pertolongan yang ontime.

Ceritanya saya sedang menunggu transferan dari seorang sahabat SMA yang membantu saya. Dan bersamaan dengan sikap menunggu, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi mulai mendesak. Ketika saya kembali mencoba melakukan usaha plan B dengan mengontact Abang rohani saya, ketika itulah text message dari teman lama SMA tadi masuk menyatakan bahwa transferannya sudah terjadi.

Kejadian-kejadian yang seolah-olah coinsidential ini, mengingatkan saya bahwa ada Tuhan yang akan selalu memenuhi kebutuhan kami sekeluarga dengan pasti dan sesuai waktuNya.

Semoga teman SMA saya tersebut diberkati dalam pekerjaan dan keluarga. Amen!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi chalenges sehari-hari?

#Diambil dari buku kehidupan