Fasting and God being ontime

Hari ini untuk yang ke-20 kali, saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Dalam puasa kali ini, Tuhan kembali memberikan kasih karuniaNya dengan pertolongan yang ontime.

Ceritanya saya sedang menunggu transferan dari seorang sahabat SMA yang membantu saya. Dan bersamaan dengan sikap menunggu, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi mulai mendesak. Ketika saya kembali mencoba melakukan usaha plan B dengan mengontact Abang rohani saya, ketika itulah text message dari teman lama SMA tadi masuk menyatakan bahwa transferannya sudah terjadi.

Kejadian-kejadian yang seolah-olah coinsidential ini, mengingatkan saya bahwa ada Tuhan yang akan selalu memenuhi kebutuhan kami sekeluarga dengan pasti dan sesuai waktuNya.

Semoga teman SMA saya tersebut diberkati dalam pekerjaan dan keluarga. Amen!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi chalenges sehari-hari?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s