Sterile Cockpit

Industry penerbangan telah lama menjalankan praktek yang konsisten. Karena pada umumnya hampir semua kecelakaan terjadi waktu takeoffs dan landings-bagian dari penerbangan yang paling hectic dan memerlukan koordinasi yang intensif-mengadopsi rule “sterile cockpit”.
Setiap pesawat terbang di bawah 10,000 feet-ketika mau naik atau turun-tidak boleh ada perbincangan yang diijinkan di dalam cockpit, kecuali yang berhubungan langsung dengan penerbangan. Pada 11,000, member dari cockpit bisa berbicara tentang sepakbola, anak-anak mereka, atau penumpang pesawat yang aneh dan demanding. Tapi tidak pada ketinggian 9,500 feet.
Sebuah IT group mengadopsi konsep “sterile cockpit” ini demi pengembangan proyek software yang penting. Group ini telah memiliki sejumlah goals yang substansial-yaitu menurunkan waktu development dari 3 tahun menjadi 9 bulan. Pada proyek-proyek sebelumnya dengan deadline yang ketat, lingkungan pekerjaan akan sangat stressfull. Ketika pekerja terlambat dari schedule, mereka cenderung untuk menginterupsi kolega mereka untuk pertolongan cepat, dan manager mereka akan sering berkeliling untuk menanyakan status project mereka. Sebagai akibatnya software engineer tersebut akan mengalami interupsi terus menerus, sehingga jam kerja meningkat dari 60 jam dan 70 jam dan orang-orang pun mulai bekerja sabtu minggu, berharap supaya bisa bekerja tanpa interupsi.
Pemimpin group IT ini memutuskan untuk mencoba sebuah experiment. Mereka membuat “quiet hours” pada hari Selasa, Kamis dan Jumat pagi sebelum siang. Tujuannya adalah untuk memberi para coders sebuat sterile cokpit, yang membuat mereka bisa konsentrasi dalam coding yang complex dengan tiada interupsi secara berkala. Bahkan buat para orang yang secara sosial tidak sensitif, hal ini direspons dengan baik dalam merubah Path-nya. Salah seorang engineer yang sebelumnya termasuk penginterupsi terburuk menyatakan, “Saya selalu khawatir dengan waktu tenang saya sendiri dan bagaimana cara untuk mendapatkan nya lebih banyak, tapi dengan experiment ini membuat saya berpikir bagaimana saya meiliki impact terhadap orang lain.”
Pada akhirnya IT group ini memenuhi tujuan devlopment yang prrsis 9 bulan. Divisi VP mengatribusikan pencapaian waktu sterile cokpit ini: “Saya sangat tidak berpikir kita bisa mencapai deadline tanpa sterile cockpit ini.” ” Ini adalah benchmark yang baru.” Katanya.

<>

Managing the Balance Sheet

bagi manajemen yang cerdik mengenai balance sheet layaknya seperi financial magic. Hal ini membuat kita meng-improve financial performance perusahaan kita tanpa dengan meningkatkan sales atau menurunkan cost.
Manajemen balance sheet yang baik membuat bisnis semakin efisien dalan mengubah input menjadi output dan akhirnya menjadi cash. Hal ini mempercepat siklus cash conversion.
Perusahaan yang dapat menghasilkan lebih banyak cash dalam waktu yang lebih sedikit memiliki kebebasan untuk bertindak, dimana mereka tidak begitu tergantung dengan investor luar atau debitor.
Secara khusus, kita perlu mengerti ide tentang bagaimana me-manage working capital. Bila kita belajar bagaimana team kita mengatur working capital dengan baik, maka kita akan mendapatkan efek powerful dalam kedua profitability perusahaan kita dan posisi cash-ya.
<>

4 Books According to Warren E. Buffett

Menurut Warren E. Buffett, ada 4 buku uang memenuhi perpustakaannya yang begitu berharga dan telah ditulis kurang lebih 50 tahun yang lalu, yaitu:
1. Edisi Pertama dari The Wealth of Nation oleh Adam Smith (1776)
2. The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham (1949)
3. Security Analysis oleh Graham & Dodd (1940 Edition)
4. Security Analysis oleh Graham & Dodd (1934 Edition) plus remarks dari Dodd

>

Net Present Value (NPV) Method

Methoda Net Present Value (NPV) adalah merupakan methoda yang lebih kompleks dari methoda Payback, tetapi methoda ini lebih powerful dan biasanya inilah methoda yang pertama dipilih oleh para professional keuangan untuk menganalisa capital expenditure (Capex).
Alasannya?
Pertama, methoda ini memperhatikan time value dari uang, men-discount cash flow yang akan datang untuk mendapatkan nilai sekarang.
Kedua, methoda ini memperhatikan cost of capital dari sebuah bisnis atau hurdle rate yang lain.
Ketiga, methoda ini menyediakan jawaban dalam nilai dollar sekarang sehingga membuat anda dapat membandingkan initial cash outlay dengan return dari present value.
Net Present Value secara simple setara dengan present value dikurang dengan initial cash outlay.
Jika Net Present Value lebih besar dari nol maka nilai ini bisa diterima karena return lebih besar dari hurdle rate perusahaan tersebut.
Salah satu kelemahan dari methoda Net Present Value adalah susah untuk dijelaskan dan dipresentasikan kepada orang lain, management team misalnya, atau bahkan kepada investor dari luar.
Methoda Payback lebih mudah dimengerti, tetapi methoda Net Present Value adalah angka yang berdasarkan discounted of future cash flows.
Kelemahan lain adalah, sebagai seni dari finance, karena perhitungan NPV berdasarkan dari beberapa estimasi dan asumsi. Hanya cash flow projection yang bisa kita estimasi. Sementara initial cost dari sebuah project susah untuk ditetapkan. Dan dengan hurdle rate yang berbeda-beda, bisa memberikan anda hasil NPV yang berbeda pula.
Tetapi, semakin kita mengerti methoda ini semakin mudah kita untuk membuat asumsi yang make sense.
Pengertian kita tentang analisanya akan meningkatkan rasa percaya diri untuk menjelaskan kenapa atau kenapa tidak kita memutuskan sebuah investasi.
Happy investing!
<>