Ketinggalan barang di KRL Japan, kurang dari 24 jam ketemu

GAPKemaren setelah gajian (di Japan biasanya gajian tanggal 25 tiap bulannya), aku membeli celana kerja merk GAP di Yokohama station. Lalu saya naik KRL Tokyu Toyoko line untuk pulang. Karena aku mau baca buku di HP, dan barang tentengan cukup banya, aku menaruh tas belanjaan di rak diatas KRL. Walaupun ada suara kecil yang mengatakan bahwa ada kemungkinan aku lupa membawa tas belanjaan, aku tetap menaruh disitu.

Kereta cukup padat berhubung, rush hour jam 6 sore. Didepanku ada sepasang orang tua yang bercertia dengan cukup seru. Sang Bapak sudh cukup umur dan selalu meminta sang istri untuk mengulangi perkataannya karena mungkin sudah agak tuli. Aku membaca buku sembari mendengar pembiacaraan sepasang orang tua tersebut. Kadang aku tidak focus ke bacaanku sendiri.

Di stasiun Mushashi Kosugi, tempat aku biasa turun untuk transit ke Meguro, aku turun. Lalu naik ke Meguro line. Duduk dan mulai membaca. Lalu aku sadar bahwa tas belanjaan ku ternyata sudah ketinggalan. Aku pun turun di stasiun berikutnya (stasiun Tamagawa). Mencoba menunggu kalua Kereta yang tadi aku naikin akan lewat. Ternyata sudah lewat. Yang dating adalah Kerata local setelah Kereta express yang aku naiki tadi. Lalu aku bertanya ke salah seorang gadis yang sedang menunggu Kereta. “Moshi nimotsu ga densha de wasuretara, dou shimasuka?” kata ku. Yang artinya: kalua ada barang ketinggalan dikereta, bagaimana sebaiknya?. Si gadis mengatakan, “Eki kakarining ni kite kudasai!”, yang artinya, silahkan tanyakan ke petugas stasiun.

Lalu akupun turun tangga dan pergi menghadap petugas stasiun. Kubilang ada barang ku yang ketinggalan di Kereta Tokyu Toyoko line express dari Yokohama kearah Shibuya. Lalu petugas menanyakan kapan dan bagaimana bentuk barang yang ketinggalan tersebut. Aku katakan tas GAP dari bahan kertas yang berwarna biru navy. Petugas tersebut pun menyuruh saya menunggu sebentar. Katanya mungkin akan memakan waktu. Sewaktu menunggu, di loket stasiun, ad seorang gadis yang minta tolong ke petugas kereta untuk memprint ulang bukti pembelian kereta Teiki-ken. Teiki-ken itu adalah sejenis kartu Kereta berlangganan dari 1 sampai 3 bulan yang cukup murah di Japan. Kartu ini banyak digunakan oleh orang Japan yang route pergi dan pulang sama setiap harinya, jadi bisa lebih murah. Aku sendiri pakai ticket Kaishu-ken. Kaishu-ken itu beli ticket 11 lembar dengan cukup membayar buat 10 lembar. Jadi discount sekitar 10%. Aku memakai Kaishu-ken karena route pergi dan pulang tidak sama. Tapi masih dapat harga yang lebih murah. Orang Japan bilang yang kulakukan cukup jarang dilakukan oleh orang Japan pada umumnya. (Outlier kali ya?)

Setelah menunggu 10 menit, petugas stasiun memanggil saya dan bilang bahwa tas belanja aku belum ketemu, dan beliau memberi aku selembar brochure yang berisi no contact yang bisa kuhubungi besok hari.

Keesaokan harinya, jam 8.30 pagi, aku menghubungi no yang disebutakn tersebut. Setelah memberi semua informasi tentang jenis barang yang tertinggal dsn aku menunggu sebentar, lalu si petugas Customer Service bilang bahwa tas aku belum ketemu dan menganjurkan aku untuk menelpon 3 lines yang terhubung dengan jalur Tokyu Toyoko line yang kemaren, yaitu:

  1. Tokyu Toyoko Line
  2. Tobu Tetsu Line
  3. Seibu Testu Line

Setelah sampai di kantor, dan mengirim beberapa email, sekitar jam 10-an, aku pun menelpon ketiga lines tersebut satu persatu. Nah, ketika aku mengontact line ke-3, ternyata barang yang tertinggal ketemu dna petugas Customer Service memberi no. barang dan no contact stasiun tempat barang tersebut berada. Ternyata barabg tersebut berada di stasiun Kotesashi. Stasiun Kotesashi tersebut sangat jauh ternyata, berad di ujung jalur Tokyu Tokyoka Line. Sekitar 1 jam dari lokasi kantor ku. Sebagai gambaran, jarak 30 menit naik kereta di Japan sudah termasuk jauh disini.

Yang menarik adalah, untuk pegi kesana, aku perlu ke stasiun Ikebukuro dan transit ke Kotesashi naik Seibu Ikebukuro Express Line, dimana aku cuma perlu bayar ticket Kereta dari stasiun terdekat dengan kantor ke Ikebukuro, tapi dari Stasiun Ikebukuro aku cuma perlu bilang ke petugas stasiun bahwa akum mau ambil barang yang tertinggal di stasiun Kotesashi, jadi gratissss pulan gpergi dari Ikebukuro-Kotesashi-Ikebukuro.

Di stasiun Kotesashi, petugas meminta tanda pengenal ku dan menyuruh aku menulis nama, alamat dn tanda tangan dlam secarik kertas, lalu beliau memberikan tas belanjaan ku yang ketinggalan sekitar pukul 12.30 siang.

Jadi tas belanjaan ku yang ketinggalan kemaren jam 6.30 sore bisa ketem lagi jam 12.30 siang hari berikutnya (dalam 24 jam).

Hebat ya culture Japan dan system management barang yang hilang bisa dalam waktu kurang dari 24 Jam untuk kota sebesar Tokyo!!!

+++++++

Autumn, Tokyo 2018