Online trading – transferring seller problem to the buyer

Kebetulan saya hendak melakukan pembelian sebuah barang via online. Sudah disepakati harga dan akan COD dimana. Setelah saya hendak tiba di tempat COD yang disepakati, sang seller minta perubahan ke lokasi lain karena alasan dia tidak jadi dihantar pakai mobil dan naik busway.
Setelah saya tanya posisi dimana, ternyata dia baru ada di halte busway yang masih sangat jauh dari tempat COD.
Saya masih tetap berpikir positif dengan memmberi solusi supaya ketemu di tengah.
Awalnya dia sudah setuju, dan begitu saya menuju kearah tempat ketemuan yang ditengah tersebut dia malah minta ketemu di tempat COD awal dengan alasan dia juga punya appointment di sana.
Akirnya saya strict dengan solusi saya supaya ketemu di tengah dan dia bilang OK tapi setelah dia selesai dari appointment-nya yang lain.

Di sini bisa saya simpulkan kalau sang buyer mencoba mentransfer segala risk/masalah dia kepada saya sebagai buyer dengan segala alasan tempat COD dan saya personally merasa dinomor duakan.

Bagaimana sikap kita dalam bertindak sebagai seller maupun buyer dalam transaksi online?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and how do we perceive on the daily challenges

Hari ini kembali saya melakukan puasa dengan hanya minum dan tidak makan selama 12 jam. Puasa saya kali ini di-challenge dengan rasa lapar yang luar biasa sampai gemetaran. Tetapi hal ini tidak menurunkan semangat puasa saya dan saya tetap berdoa dan berserah.

Hikmah dari challenges kehidupan yang saya dapatkan hari ini bahwa kegagalan-kegagakn kecil yang saya alami sebelumnya adalah sebagai bahan hidup saya untuk menghadapi ujian yang lebih besar di kemudian hari.

Jadi ceritanya saya sedang mengikuti training online dari perusahaan saya. Dan dalam training program tersebut ada ujian kecil untuk 9 modul yang saya pelajari sebelum mengikuti ujian besar sebagai rangkumannya. Dalam ujian-ujian kecil itu saya cukup banyak mengalamai kegagalan sampai mengulang dua sampai tiga kali. Saya merasa kecewa pada saat intu karena tidak langsung benar dan lulus saja dalam ujian kecil. Nah pada ujian besar saya marasa bersyukur karena sebagian besar soal-soal test yang saya hadapi adalah soal-soal yang dimana saya telah gagal sebelumnya dalam ujian kecil sehingga ingatan saya masih fresh akan soal-soal tersebut dan bisa lulus hanya dalam 1st try (sekali coba) dalam ujian besarnya.

Dari sini saya bisa mengambil hikmas bahwa ujian-ujian kecil dalam kehidupan sehari-hari kita bisa kita jadikan sebagai bahan untuk ujian-ujian besar dikemudian hari.

Bagaimana cara kita menghadapi ujian-ujian kecil setiap hari?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and surrender

Pada hari Rabu kemaren (24 Jun 2015) saya kembali melakukan ritual puasa yang berikutnya dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum. Puasa kali ini saya mulai dengan doa-doa berserah kepada Yang Maha Kuasa dimana ada target-target pekerjaan yang dibebankan kepada saya yang harus selesai pada hari itu juga.

Dalam doa saya mernyerahkan semuanya kepada Lord dan melakukan apa yang bisa saya lakukan, menelpon orang lain, monitor closely dan escalasi kepada atasan.
Dalam hati saya merasakan penyerahan yang penuh kepada Yang Maha Kuasa dan saya mereasa lebih tenang.

Puji Tuhan pas sore harinya, target saya langsung tercapai dan tidak ada alasan bagi pihak lain untuk menyalahkan saya dalam hal ini.

Thanks Lord!

Bagaimana sikap puasa kita menambah penyerahan diri kita?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and patience

Hari ini kembali saya melakukan ritual puasa bersamaan dengan puasa Ramadhan dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Pagi ini puasa saya dichallenge untuk marah karena driver salah mengambil jalan yang mau kami lalui dimana saya sudah hampir terlambat buat hadir di acara training di kantor. Seandainya sang driver memilih jalan yang benar saya mungkin bisa hadir on time tetapi mungkin karena panik dan terburu-buru beliau salah ambil jalur.

Saya bisa saja marah akan tindakan sang driver tetapi saya menutuskan untuk tetap sabar dan pengertian. Saya juga bersikap pasrah akan situasi telat saya dan berdoa kepada Lord supaya diberi kemudahan.

Ketika saya hadir telat sekitar 10 menit, boss nya boss saya masih dalam ruangan dan saya segera minta maaf dengan menjelaskan kondisi saya.

So, apapun kondisi kita , kalau kita mau bersikap sabar, apalagi selama dalam kondisi puasa, dan tetap berdoa, Yang Maha Kuasa akan mendengarkan dan mengabulkan doa dan permohonan kita.

Seberapa besar kesabaran kita sewaktu puasa?

#Diambil dari buku kehidupan

Ramadhan Fasting 2015

Hari ini bersamaan dengan umat Muslim seluruh Indonesia, saya melakukan ritual puasa. Puasa saya seperti biasa, tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Challenges dari puasa saya hari ini bermuara dari spouse dimana saya di-challenge untuk tetap sabar atas semua kondisi keluarga kami.
Awalnya saya tidak menerima akan situasi saya tetapi setelah mengalirnya waktu saya mendapat hikmah untuk tetap sabar karena lebih baik hubungan dengan istri saya terjaga dibanding kalau saya ngotot karena benar.
Challenges berikutnya adalah saya cenderung merasa lapar dan menghayalkan makanan. Ini kali pertama saya menghayalkan makanan selama 4 kali puasa saya. Tapi saya bisa melewatinya sesuai berjalannya waktu dan berdoa dan baca firman.
Semoga puasa saya hari ini lancar dan menjadi berkat.

Marhaban Ya Ramadhan!

#Diambil dari buku kehidupan

Being faithful towards spouse and grace

Hidup ini menerapkan prinsip tabur tuai. Kenapa saya menyatakan hal seperti ini karena saya swring merasakannya. Sejak saya setia kepada istri tercinta dan selalu berusaha membawa damai bersamanya, saya merasakan kasih karunia yang Tuhan berikan kepada keluarga kami lewat rezeki-rezeki yang sedang diterima melalui istri saya.
Ada banyak kebutuhan kami karena sedang renovasi rumah yang membutuhkan iman yang cukup kuat supaya dana renovasi yang kami butuhkan cukup. Dan Tuhan selalau menyediakannya melalui pendapatan-pendapatan lewat istri saya.
Saya bersyukur atas pengertian yang telah diberikan Tuhan melalui situasi dimana kasih karunia kami terima lewat istri tercinta saya.

Bagaiman kesetiaan kita kepada istri mempengaruhi rezeki yang kita terima?

#Diambil dari buku kehidupan

Negotiation

Banyak hal dalam hidup ini membutuhkan upaya negosiasi. Dan perlu kita manage ekspektasi kita mengenai negosiasi ini. Dalam hal ber-negosiasi, sebaiknya kita tidak berharap untuk selalu menang. Karena kalau kita selalu menang negosiasi, maka kita akan menjadi sombong dan arogan. Dan ketika kita kalah sekali saja setelah banyak sekali menang dalam negosiasi, maka rasa gagal dan sakitnya akan besar sekali. Sama seperti hidup kita tidak akan selalu berada di posisi atas. Sehingga kita harus manage ekspektasi kita dan lebih realistis.

Bagaimana pola dan strategi negosiasi kita?

#Diambil dari buku kehidupan