Fasting and patience

Hari ini kembali saya melakukan ritual puasa bersamaan dengan puasa Ramadhan dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Pagi ini puasa saya dichallenge untuk marah karena driver salah mengambil jalan yang mau kami lalui dimana saya sudah hampir terlambat buat hadir di acara training di kantor. Seandainya sang driver memilih jalan yang benar saya mungkin bisa hadir on time tetapi mungkin karena panik dan terburu-buru beliau salah ambil jalur.

Saya bisa saja marah akan tindakan sang driver tetapi saya menutuskan untuk tetap sabar dan pengertian. Saya juga bersikap pasrah akan situasi telat saya dan berdoa kepada Lord supaya diberi kemudahan.

Ketika saya hadir telat sekitar 10 menit, boss nya boss saya masih dalam ruangan dan saya segera minta maaf dengan menjelaskan kondisi saya.

So, apapun kondisi kita , kalau kita mau bersikap sabar, apalagi selama dalam kondisi puasa, dan tetap berdoa, Yang Maha Kuasa akan mendengarkan dan mengabulkan doa dan permohonan kita.

Seberapa besar kesabaran kita sewaktu puasa?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s