Fasting and surrender

Pada hari Rabu kemaren (24 Jun 2015) saya kembali melakukan ritual puasa yang berikutnya dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum. Puasa kali ini saya mulai dengan doa-doa berserah kepada Yang Maha Kuasa dimana ada target-target pekerjaan yang dibebankan kepada saya yang harus selesai pada hari itu juga.

Dalam doa saya mernyerahkan semuanya kepada Lord dan melakukan apa yang bisa saya lakukan, menelpon orang lain, monitor closely dan escalasi kepada atasan.
Dalam hati saya merasakan penyerahan yang penuh kepada Yang Maha Kuasa dan saya mereasa lebih tenang.

Puji Tuhan pas sore harinya, target saya langsung tercapai dan tidak ada alasan bagi pihak lain untuk menyalahkan saya dalam hal ini.

Thanks Lord!

Bagaimana sikap puasa kita menambah penyerahan diri kita?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s