Fasting and how do we perceive on the daily challenges

Hari ini kembali saya melakukan puasa dengan hanya minum dan tidak makan selama 12 jam. Puasa saya kali ini di-challenge dengan rasa lapar yang luar biasa sampai gemetaran. Tetapi hal ini tidak menurunkan semangat puasa saya dan saya tetap berdoa dan berserah.

Hikmah dari challenges kehidupan yang saya dapatkan hari ini bahwa kegagalan-kegagakn kecil yang saya alami sebelumnya adalah sebagai bahan hidup saya untuk menghadapi ujian yang lebih besar di kemudian hari.

Jadi ceritanya saya sedang mengikuti training online dari perusahaan saya. Dan dalam training program tersebut ada ujian kecil untuk 9 modul yang saya pelajari sebelum mengikuti ujian besar sebagai rangkumannya. Dalam ujian-ujian kecil itu saya cukup banyak mengalamai kegagalan sampai mengulang dua sampai tiga kali. Saya merasa kecewa pada saat intu karena tidak langsung benar dan lulus saja dalam ujian kecil. Nah pada ujian besar saya marasa bersyukur karena sebagian besar soal-soal test yang saya hadapi adalah soal-soal yang dimana saya telah gagal sebelumnya dalam ujian kecil sehingga ingatan saya masih fresh akan soal-soal tersebut dan bisa lulus hanya dalam 1st try (sekali coba) dalam ujian besarnya.

Dari sini saya bisa mengambil hikmas bahwa ujian-ujian kecil dalam kehidupan sehari-hari kita bisa kita jadikan sebagai bahan untuk ujian-ujian besar dikemudian hari.

Bagaimana cara kita menghadapi ujian-ujian kecil setiap hari?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s