Online trading – transferring seller problem to the buyer

Kebetulan saya hendak melakukan pembelian sebuah barang via online. Sudah disepakati harga dan akan COD dimana. Setelah saya hendak tiba di tempat COD yang disepakati, sang seller minta perubahan ke lokasi lain karena alasan dia tidak jadi dihantar pakai mobil dan naik busway.
Setelah saya tanya posisi dimana, ternyata dia baru ada di halte busway yang masih sangat jauh dari tempat COD.
Saya masih tetap berpikir positif dengan memmberi solusi supaya ketemu di tengah.
Awalnya dia sudah setuju, dan begitu saya menuju kearah tempat ketemuan yang ditengah tersebut dia malah minta ketemu di tempat COD awal dengan alasan dia juga punya appointment di sana.
Akirnya saya strict dengan solusi saya supaya ketemu di tengah dan dia bilang OK tapi setelah dia selesai dari appointment-nya yang lain.

Di sini bisa saya simpulkan kalau sang buyer mencoba mentransfer segala risk/masalah dia kepada saya sebagai buyer dengan segala alasan tempat COD dan saya personally merasa dinomor duakan.

Bagaimana sikap kita dalam bertindak sebagai seller maupun buyer dalam transaksi online?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s