How to Stop Procrastinating and Boost Your Willpower by Using “Temptation Bundling”

Menurut James Clear dan Freakonomics dalam blognya menyatakan tips untuk menghentikan procrastination (sifat menunda) dengan cara mentargetkan sesuatu yang cukup menarik dalam ritual habit yang bisa membuat kita menunda (procrastinating).

Katy Milkman dalam upayanya untuk tidak menunda pergi ke gym adalah dengan menargetkan dirinya akan mendengar Audiobook yang sangat disukainya (The Hunger Games) selama exercise di gym. Dengan adanya bonus akan mendengar Audiobook kegemaran maka Katy akan tetap semangat untuk pergi dan latihan di gym.

Saya sendiri dalam upaya ritual habit running akan menargetkan kepada diri saya untuk mendengar music kegemaran di iTunes (misalnya music K-POP) atau Podcast kegemaran (Tony Robbins, Joel Osteen, Anthony Metivier) atau melakukan  meditasi dengan berdoa kepada Jesus sewaktu running.

Inilah tips yang bisa kita buat supaya kita bisa tetap commit melakukan ritual habit kita.

Bagaimana cara kita meng-overcome sikap procrastinating?

The post “How to Stop Procrastinating and Boost Your Willpower by Using “Temptation Bundling”” appeared first on krismanoppusunggu.com

Attending to the little things

Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul “7 Habits of Highly Effective People” menyatakan:

Tindakan kebaikan dan sikap respect yang kecil-kecil bisa berarti sanagat besar. Sikap tidak menghargai yang kecil, tindakan kurang baik yang simple, dan sikap tidak menghormati yang minor bisa mengakibatkan sikap menarik diri yang cukup signifikan. Dalam hubungan manusia, hal-hal kecil bisa berarti besar.

Saya teringat kejadian di sebuah sore habis pulang dari kantor. Sewaktu baru pulang dari kantor, saya langsung disambut oleh kedua anak saya. Satu perempuan berusia 7 tahun dan satu lagi anak laki-laki berusia 5 tahun. Cukup senang rasanya bisa disambut oleh kedua anak-anak kita sambil bercanda dan menanyakan bagaimana kabar seharian di sekolah dan di rumah.

Sampai pada satu titik saya meng-ignore putri saya dengan cuma mencium anak saya dan menanyakan apakah dia merindukan saya seharian ini.

Setengah jam berikutnya, putri pertama saya mulai tantrumnya. Menyatakan bahwa dia merasa bosan, tidak berguna dan kurang diperhatikan.

Komentar terakhir membuat saya teringat bahwa hal kecil yang saya lakukan terhadap putra kedua saya saja berarti cukup besar buat putri pertama saya.

Bagaimana hal-hal kecil dalam hidup sehari-hari mempengaruhi sikap dan tindakan kita?

The post “Attending to the little things” appeared first on krismanoppusunggu.com

Life under pressure

Hari ini untuk yang ke-23 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Setelah membaca cukup banyak buku dan mengerti banyak hal, saya merasa makin kritis bahkan sedikit rude terhadap orang-orang terutama yang kurang kompeten.

Kalau ada jawaban-jawaban yang asal, maka akan langsung saya serang dengan komentar pedas.

Ditambah dengan tekanan hidup yang meningkat, maka bertambah lah sikap rude saya yang saya rasakan.

Dalam puasa hari ini saya kembali diingatkan untuk sabar dan bersyukur dalam segala hal. Karena itulah sebagian buah-buah roh yang diajarkan kepada saya.

Buat apa saya benar tapi hubungan saya dengan orang-orang yang saya kasihi menjadi buruk?

Being “right” sangatlah penting, tapi diatas semua itu hubungan baik lebih penting lagi.

Bagaimana sikap kita terhadap orang lain dikala kita benar?

Post “Life under pressure” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

A writer wanna be

Setelah membaca cukup banyak buku baik hard copy, ebooks dan audiobooks, saya merasa mulai naik kelas mau menulis buku.

Untuk mendukung usaha saya menulis buku, saya baru saja membeli 3 buku tentang how to write, how to become a writer dan how to publish.

Dalam salah satu buku yang saya baca, dijelaskan supaya kita menetapkan dulu berapa kata yang mau ditulis dalam 6 bulan. Misalnya 58,000 kata dalam 6 bulan (168 hari). Dari situ berarti saya harus bisa menulis sebanyak 346 kata per hari atau sekitar 2422 kata per minggu.

Dalam buku tersebut dikatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya menjadi seorang penulis yaitu Talent, Luck, dan Discipline.

Dari ketiga hal penting tersebut, hanya satu hal yang bisa saya kontrol yaitu Discipline. Jadi saya musti focus ke hal Discipline maka kedua Talent dan Luck akan mendukung kesuskesan saya.

Semoga saya bisa menulis sebuah buku dalam 6 bulan.

Apa yang menjadi plan aktifitas kita sekarang?

Post “A writer wann be” first be appeared on krismanoppusunggu.com

 

How to manage yourself in your daily routine

Setelah pencapaian yang cukup fantastis di minggu lalu dengan pelayanan di tiga tempat di Tanah Karo, minggu ini saya merasa sedikit limbung.
Ini mungkin karena tidak aktifitas besar seperti event di minggu lalu yang akan saya kejar/tuju.
Dalam kondisi seperti sekarang ini sebaiknya saya focus ke pekerjaan sehari-hari seolah-olah hal itu adalah pekerjaan besar.
Maksudnya, saya melakukan yang terbaik dipekerjaan harian dengan tidak menyepelekannya.
Karena pasti ada hikmah dari setiap pekerjaan yang diserahkan kepada kita baik itu besar maupun kecil.
Tergantung bagaimana cara kita memandangnya.

Bagaimana cara kita memandang rutinitas harian kita?

Diambil dari buku kehidupan