5 Hour Rule

5 hal berikut adalah sebuah system dari constant learning yang dilakukan oleh Benjamin Franklin, Oprah Winfrey, dan Bill Gates:

1. Make time for your eureka moment

Menurut penulis Steven Johnson, diabad ke 18, coffeehouses di England adalah tempat dimana para pemikir besar, seperti Benjamin Franklin, mengambil waktu dari jadwal mereka untuk menimbulkan ide besar yang experimental dari para pemikir besar lainnya.

2. Be curious

Justine Musk, istri dari tech mogul, Elon Musk, menulis topik seperti ini di Quora:

“Shift your focus away of what you want (a billion dollars) and get deeply, intensely curious about what world wants and needs. Ask yourself what you have the potential to offer that is so unique and compelling and helpfull that no computer can replace you…then develop that potential”

As Ginni Rometty, CEO of IBM said:

“The most important thing for any of us to be in our job is curious”

3. Experiment

Ambil contoh dari Danish chef Rene Redzepi, seorang chef terkenal dunia, yg juga sebagai co-own dari restoran yang berbintang 2 Michelin, di Noma, Copenhagen, selalu mengambil dari hari staffnya untuk focus melakukan experiment di dapur uji coba mereka.

4. Read

President Obama, Bill Gates, Oprah, George R.R. Martin, dan Warren Buffett, pernah secara terkenal mengatakan bagaimana membaca membawa mereka pada posisi sekarang dan bagaimana membaca mempengaruhi bagaimana mereka mengambil keputusan.

5. Be a life long learner

Satya Nadela, CEO dari Microsoft, menclaim bahwa life long learning lah yang membuat beliau menjadi seorang leader. “Saya bercaya, bila kita tidak selalu belajar hal yang baru, maka kita telah berhenti membuat hal yang besar dan berguna”

Apakah kita sudah melakukan 5 hal ini?

The post “5 Hour Rule” appeared first on krismanoppusunggu.com

The Next Good Thing is to Enjoy The Process

Menjawab pertanyaan saya tentang “What else after all good habits have been done” adalah dengan menikmati proses kedepannya.

Melakukan iterasi positive untuk melihat apa yang berjalan baik dan apa yang tidak, mencari habit-habit baru untuk dicoba tanpa merasa exhausted dengan will power kita.

Jadi kita perlu menikmati prosess melakukan good habits dan merasakan dampak compounding effect/result nya ditambah dengan coba habit-habit baru tanpa membuat will power kita exhausted.

Seiring dengan ini saya juga sedang mencoba habit baru dengan mengajar dalam online class di Skillshare.

Kalau tertarik bisa enroll di: http://skl.sh/1Xilpnb

Mau coba?

The post “The Next Good Thing is to Enjoy The Process” appeared first on krismanoppusunggu.com

Multi cultural lunch meeting

Siang ini sewaktu menghadiri workshop dengan customer, saya join lunch dengan 3 orang asing yang merupakan team overseas dari perusahaan kami di Jakarta.

Satu Software Developer dari Romania, satu Solution Architect dari Australia keturunan Serbia dan satu lagi Project Manager dari Australia keturunan China.

Dari lunch meeting tersebut, sang Software Developer menceritakan career dan kisah hidupnya di Romania dimana career pertama nya setelah lulus universitas mendirikan startup company yang akhirnya dibeli oleh perusahaan besar dari Italy. Sang Project Manager dari Australia menceritakan bagaimana proses migrasi dari China ke Australia sejak SMA dan bekerja di Australia setelah lulus dari Universitas. Dan sang Solution Architect dari Australia yang dudah cukup berumur menceritakan tentang keluarganya yang sangat multi ras, dimana menantunya dari Argentina dan Inggris. Jadi keluarga mereka berkomunikasi dalam bahasa internadional, yaitu English. Walaupun beliau pingin meng-endorse bahasa Serbia sebagai mother tongue mereka.

Saya sendiri menceritakan tentang trend hidup sehat versi negara maju seperti, tidur 8 jam sehari, bangun jam 5.30am dan meditasi plus lari sedikitnya 30 menit at least 3 kali seminggu.

Begitulah kesan kami dalam lunch meeting yang multi cultural.

Apa yang kita ceritakan sewaktu lunch meeting yang multi cultural?

The post “Multi cultural lunch meeting” appeared first on krismanoppusunggu.com

What the most successful people do before breakfast

Laura Vanderkam, dalam bukunya yan berjudul “What the most successful people do before breakfast”, menyatakan:

Ada 3 hal penting yang bisa menjadi fokus area hidup kita, yaitu:

  1. Melakukan hal-hal penting buat keperluan career
  2. Melakukan hal-hal penting buat keperluan keluarga
  3. Melakukan hal-hal penting buat keperluan diri sendiri

Untuk mencapai ke-3 hal tersebut, maka kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan berikut sebelum sarapan pagi:

  1. Bangun sekitar jam 5.30am dan melakukan meditasi dan exercise -> Ini untuk keperluan diri sendiri
  2. Membuat teh buat istri, menyiapkan anak-anak berangkat ke sekolah -> Ini untuk keperluan keluarga
  3. Setelah kita sudah memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga, maka kita akan siap untuk keperluan career seperti membaca news tentang industry bisnis kita, commuting ke kantor sambil membaca/mendengar buku dan bisa tiba pagi segera dikantor untuk men-check inbox emails sebelum rekan-rekan lain datang untuk berkolaborasi.

Apakah hal-hal pertama yang kita lakukan sebelum sarapan di pagi harinya?

The post “What the most successful do before breakfast” appeared first on krismanoppusunggu.com

Attending to the little things

Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul “7 Habits of Highly Effective People” menyatakan:

Tindakan kebaikan dan sikap respect yang kecil-kecil bisa berarti sanagat besar. Sikap tidak menghargai yang kecil, tindakan kurang baik yang simple, dan sikap tidak menghormati yang minor bisa mengakibatkan sikap menarik diri yang cukup signifikan. Dalam hubungan manusia, hal-hal kecil bisa berarti besar.

Saya teringat kejadian di sebuah sore habis pulang dari kantor. Sewaktu baru pulang dari kantor, saya langsung disambut oleh kedua anak saya. Satu perempuan berusia 7 tahun dan satu lagi anak laki-laki berusia 5 tahun. Cukup senang rasanya bisa disambut oleh kedua anak-anak kita sambil bercanda dan menanyakan bagaimana kabar seharian di sekolah dan di rumah.

Sampai pada satu titik saya meng-ignore putri saya dengan cuma mencium anak saya dan menanyakan apakah dia merindukan saya seharian ini.

Setengah jam berikutnya, putri pertama saya mulai tantrumnya. Menyatakan bahwa dia merasa bosan, tidak berguna dan kurang diperhatikan.

Komentar terakhir membuat saya teringat bahwa hal kecil yang saya lakukan terhadap putra kedua saya saja berarti cukup besar buat putri pertama saya.

Bagaimana hal-hal kecil dalam hidup sehari-hari mempengaruhi sikap dan tindakan kita?

The post “Attending to the little things” appeared first on krismanoppusunggu.com

My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement

Chris Guillebeau on his blog “The Art of Non-Conformity” every end of year will write his Annual Review.

Follow good things Chris has done, every year I set aside a long block of time, typically the better part of the week, to look back at the year that’s ending and look ahead to the next.

And so we begin the 2015 Annual Review

I try to live an active life and pursue a lot of different challenges and adventures. Pretty much every time I begin the review, I think, “What a crazy year it’s been!” J

In year 2015, I set with a big optimistic mental note, even tough there was still a noisy sound in my head that said I was worry to face the year.

While I was sitting down in a bus commuting from home to my office writing this notes, I want to share that I am feeling super excited. I am thinking of all the good things happened in my life with all the achievements. As usual, negative noise in my head also came, saying that I wasn’t really fulfilled my target achievement this year.

What Went Well in 2015

This year, I managed to finished my first Full Marathon by conquering the super hot The Jakarta Marathon 2015. Even tough I passed the cut off time by 38 minutes, luckily Iwas still registered as the Full Marathon finisher at the official web site of the race.

I also managed to complete reading 49 books in one year. I was following Seth Godin advise that “if you read book 20 minutes per day, every day without skipping a day, you can finished 52 books in a year.” And I have proofing that this advise to be true.

On 28 February 2015, while treated as a newbie in running community, EID Runners, an official running community in EID, which just founded in 30 May 2014, has managed to held a fun run race event sponsored by Pocari Sweat.

One year after its establishments, EID Runners members reached 130+ hence treated as the biggest sport community in EID.

On 29 October 2015, again, EID Runners, as the newly established sports community in EID, obtained an honor from EID Sports Competition 2015 committee to held men and women estafet running race.

What Needs Improvement in 2015

While participating for a Full Marathon race, I need to finish before the cut off time hence I can be treated as an official Full Marathon finisher.

On reading books, I need to make summary and review of the book I just finished reading.

For EID Runners, with big members (130+), we hope most of our members will spare his/her time to be active in participating EID Runners events.

Thank you All for the big achievement in 2015 and lets plan more success in 2016.

What is our 2015 review?

The post “My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement” appeared first on krismanoppusunggu.com

49 books have been read in 2015

Saya telah mambaca buku sebanyak 49 buah.

Apa saja judul buku-buk tersebut?

My reading list 2015:

  1. The Dragonfly Effect by Jennifer Aaker, Andy Smith
  2. The Intelligent Investor by Benjamin Graham
  3. The Phoenix Project by Gene Kim, Kevin Behr, George Spafford
  4. Financial Intelligence for Entrepreneurs by Karen Berman, Joe Knight
  5. Switch by Chip Heath, Dan Heath
  6. IT Savvy by Peter Will, Jeanne W. Ross
  7. Fooled by Randomness by Nassim Nicholas Taleb
  8. How will You Measure Your Life by Clayton M. Christensen
  9. A Whole New Mind by Daniel H. Pink
  10. What The Most Successful People Do on Weekend by Laura Vanderkam
  11. The Total Money Makeover by Dave Ramsey
  12. What The Most Successful People Do before Breakfast by Laura Vanderkam
  13. Security Analysis by Benjamin Graham, David L. Dood
  14. The 48 Law of Power by Robert Greene
  15. Fail, Fail Again, Fail Better by Pema Chodron
  16. To Sell is Human by Daniel H. Pink
  17. 30 Lessons for Living by Karl Pillemer, Ph.D
  18. Influence by Robert Cialdini, Ph.D
  19. Think and Grow Rich by Napoleon Hill
  20. Startup Nation by Dan Senor, Saul Singer
  21. The Road Less Traveled by M. Scott Peck M.D.
  22. How to Think, Act, and Invest Like Warren Buffett by Larry E. Swedroe
  23. Less Doing More Living by Ari Meisel
  24. The 4-Hour Workweek by Timothy Ferris
  25. 168 Hours by Laura Vanderkam
  26. Self-Publishing Attack! By James Scott Bell
  27. How to Make a Living as a Writer by James Scott Bell
  28. How to Write Your Book Around 9to5 Job by Bryan Cohen
  29. 9 Things Successful People Do Differently by Heidi Grant Halvorson
  30. The Strangest Secret by Earl Nightingale
  31. Wake Up and Live!
  32. The Magic of Believing by Claude M. Bristol
  33. The Success System That Never Fail by William Clement Stone
  34. The Entrepreneurial Imperative by Carl J. Schramm
  35. Drive by Daniel H. Pink

Fictions:

  1. The Little Prince by Antione de Saint-Exupery
  2. The Wizard of Oz by L. Frank Baum

Sports/Running:

  1. Run Less Run Faster by Bill Perce, Scott Murr, Ray Moss

Christian Books:

  1. God’s Solution for Your Life by Charles Stanley
  2. How to Listen to God by Charles Stanley
  3. Man of God by Charles Stanley
  4. Handle with Prayer by Charles Stanley
  5. Fasting and Prayer by Steven Brooks
  6. How to Operate in the Gifts of the Spirit by Steven Brooks
  7. The Sacred Anointing by Steven Brooks
  8. Working with Angels by Steven Brooks
  9. John G. Lake on Healing
  10. John G. Lake on Your Power in Holy Spirit
  11. Paul by Charles Swindoll

Tahun depan saya berencana mau baca 70 buku… 🙂

Bagaimana pengaruh buku dalam hidup kita?

The post 49 books have been read in 2015 appeared first on krismanoppusunggu.com

Life under pressure

Hari ini untuk yang ke-23 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Setelah membaca cukup banyak buku dan mengerti banyak hal, saya merasa makin kritis bahkan sedikit rude terhadap orang-orang terutama yang kurang kompeten.

Kalau ada jawaban-jawaban yang asal, maka akan langsung saya serang dengan komentar pedas.

Ditambah dengan tekanan hidup yang meningkat, maka bertambah lah sikap rude saya yang saya rasakan.

Dalam puasa hari ini saya kembali diingatkan untuk sabar dan bersyukur dalam segala hal. Karena itulah sebagian buah-buah roh yang diajarkan kepada saya.

Buat apa saya benar tapi hubungan saya dengan orang-orang yang saya kasihi menjadi buruk?

Being “right” sangatlah penting, tapi diatas semua itu hubungan baik lebih penting lagi.

Bagaimana sikap kita terhadap orang lain dikala kita benar?

Post “Life under pressure” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

A writer wanna be

Setelah membaca cukup banyak buku baik hard copy, ebooks dan audiobooks, saya merasa mulai naik kelas mau menulis buku.

Untuk mendukung usaha saya menulis buku, saya baru saja membeli 3 buku tentang how to write, how to become a writer dan how to publish.

Dalam salah satu buku yang saya baca, dijelaskan supaya kita menetapkan dulu berapa kata yang mau ditulis dalam 6 bulan. Misalnya 58,000 kata dalam 6 bulan (168 hari). Dari situ berarti saya harus bisa menulis sebanyak 346 kata per hari atau sekitar 2422 kata per minggu.

Dalam buku tersebut dikatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya menjadi seorang penulis yaitu Talent, Luck, dan Discipline.

Dari ketiga hal penting tersebut, hanya satu hal yang bisa saya kontrol yaitu Discipline. Jadi saya musti focus ke hal Discipline maka kedua Talent dan Luck akan mendukung kesuskesan saya.

Semoga saya bisa menulis sebuah buku dalam 6 bulan.

Apa yang menjadi plan aktifitas kita sekarang?

Post “A writer wann be” first be appeared on krismanoppusunggu.com

 

How to manage yourself in your daily routine

Setelah pencapaian yang cukup fantastis di minggu lalu dengan pelayanan di tiga tempat di Tanah Karo, minggu ini saya merasa sedikit limbung.
Ini mungkin karena tidak aktifitas besar seperti event di minggu lalu yang akan saya kejar/tuju.
Dalam kondisi seperti sekarang ini sebaiknya saya focus ke pekerjaan sehari-hari seolah-olah hal itu adalah pekerjaan besar.
Maksudnya, saya melakukan yang terbaik dipekerjaan harian dengan tidak menyepelekannya.
Karena pasti ada hikmah dari setiap pekerjaan yang diserahkan kepada kita baik itu besar maupun kecil.
Tergantung bagaimana cara kita memandangnya.

Bagaimana cara kita memandang rutinitas harian kita?

Diambil dari buku kehidupan