Security Analysis – Liquidation Value

Dalam buku Security Analysis karya Benjamin Graham dan David L. Dood yang sedang saya baca untuk kedua kalinya, berikut bagaimana biasanya assest sebuah perushaan diliquidasi dalam percentage:

Type of asset % of liquidating value to book value
Normal Range Rough Average
Current assets:
-Cash assets (including securities at market) 100% 100%
-Receivables (Less usual reserves) 75-90% 80%
-Inventories (at lower of cost or market) 50-75% 66 2/3%
Fixed assets and miscellaneous assets:
-(Real estate, buidling, machinery,
equipment, normal marketable investement, intangibles, etc)
1-50% 15% (approx)

Apakah percentage ini sudah menjadi standar yang kita ikuti dalam meliquidasi sebuah perusahaan?

The post “Security Analysis – Liquidation Value” appeared first on krismanoppusunggu.com

Cisco

Pada tanggal 27 Maret 2000, Cisco Systems, Inc., menjadi perusahaan paling berharga dengan nilai sahamnya secara total yang mencapai USD 548 Milliar.

Cisco, yang memproduksi perangkat yang menyalurkan data lewat internet, untuk pertama kalinya menjual saham nya ke public hanya 10 tahun lebih awal.

Jika kita membeli saham Cisco ketika IPO dan menyimpannya, maka kita akan mendapatkan gain yang cukup “gila” yaitu 103,697%, atau sekitar 217% average annual return.

Dalam sekitar 4 fiscal year sebelumnya, Cisco telah membukukan USD 14.9 Milliar revenue dan USD 2.5 Milliar penghasilan.

Saham Cisco diperdagangkan pada level 219 kali net income Cisco, yang merupakan salah satu price/earnings ratios tertinggi yang pernah dicapai oleh sebuah perusahaan besar.

Diambil dari buku The Intelligent Investor by Benjamin Graham.

The post “Cisco” appeared first on krismanoppusunggu.com

Ho to Choose a Company for Stock Investing

Berikut beberapa tips yang bisa kita pakai dalam memilih perusahaan buat investasi saham:

1. Adequate size

2. A sufficient strong financial condition

3. Continued dividends for at least the past 20 years

4. No earning deficit in the past ten years

5. Ten-year growth of at least one-third in per-share earnings

6. Price of stock no more then 1 1/2 times net asset value

7. Price no more than 15 times average earnings of the past three years

Bagaimana cara kita dalam memilih perusahaan untuk investasi saham?

The post “How to Choose a Company for Stock Investing” appeared first on krismanoppusunggu.com

How Patient are You in Investing

Dalam buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham yang lagi saya baca untuk kedua kalinya, disebutkan bagaimana perilaku kesabaran kita mempengaruhi return yang kita dapat dalam berinvestasi.

Ada 5 kategori kesabaran dalam berinvestasi:

1. Extremely Patient: return sekitar 18%

2. Very Patient: return sekitar 17%

3. Patient: return sekitar 16%

4. Impatient: return sekitar 15%

5. Hyperactive: return sekitar 11%

Sebagai reference,  Market Index Fund return nya sekitar 17%.

Seberapa sabar kita dalam berinvestasi?

The post “How Patient are You in Investing” appeared first on krismanoppusunggu.com

Don’t Trade During Rainy Day

Akhir-akhir ini sedang musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Hampir tiap pagi langit berawan dan kadang-kadang hujan.

Hampir tiap sore hujan turun terutama pada jam pulang kantor sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa.

Saya sendiri selalu merasa moody setiap musim hujan. Apalagi ketika langit berawan sehingga membuat saya sensitive dan kadang gampang emosi.

Saya tidak tahu akan sikap saya yang moody selama rainy season tetapi pernah saya dengar suatu quote di Wallstreet: “Don’t trade when rainy day”.

Jadi sepertinya ada korelasi antara cuaca di rainy day dengan kondisi psikologis manusia. Sehingga saya mencoba menyimpulkan arti quote diatas: bahwa ketika rainy day maka kita cenderung moody, sensitive dan emosional sehingga cenderung akan melakukan kesalahan dalam trading saham.

Bagaimana perasaan kita pada masa rainy day?

The post “Don’t Trade During Rainy Day” appeared first on krismanoppusunggu.com