50 Books Have Been Read in 2017

Setelah selesai membaca 49 buku di tahun 2015 dan 45 buku di tahun 2016, nah tahun ini saya berhasil selesai membaca 50 buku. 15 buku diantaranya buku berbahasa Jepang.

Berikut daftar 50 buku yang telah selesai saya baca di tahun 2017 ini:

  1. Think and Grow Rich by Napoleon Hill
  2. The Aspirational Investor by Ashvin B. Chhabra
  3. Enchantment by Guy Kawasaki
  4. God’s Story Your Story by Max Lucado
  5. The Total Money Makeover by Dave Ramsey
  6. Born for This by Chris Guillebeau
  7. Living with Purpose by Dr. Myles Munroe
  8. Boundaries by Dr. Henry Cloud & Dr. John Townsend
  9. My Warren Buffett Bible by Robert L. Bloch
  10. The Lexus and The Olive Tree by Thomas L. Friedman
  11. How to Worry Less about Money by John Armstrong
  12. The Return of George Washington by Edward J. Larson
  13. The Automatic Millionaire by David Bach
  14. Napoleon Hill is on The Air
  15. Go Rin No Sho by Miyamoto Musashi (Japanese)
  16. They Were Christian by Cristobal Krusen
  17. Bushido: The Soul of Japan by Nitobe Inazo (Japanese)
  18. Unlocking the Bible by David Pawson
  19. Bible NKJV
  20. Warren Buffett Ground Rules by Jeremy C. Miller
  21. What I Talk About When I Talk About Running by Haruki Murakami
  22. The Book of Five Rings by Miyamoto Musashi
  23. Secrets of The Millionaire Mind by T. Harv Eker
  24. The Happiness of Pursuit by Chris Guillebeau
  25. How to Get Out of Debt, Stay Out of Debt, and Live Prosperously by Jerrold Mundis
  26. The Lost History of Christianity by Phillip Jenkins
  27. Nihon Marugoto by Abe Naobumi & Michael Braser (Japanese)
  28. Mengenal Moster Pribadi by Dr. Julianto Simanjuntak
  29. Has Christianity Failed You by Ravi Zacharias
  30. On Calvary’s Hill by Max Lucado
  31. Be All You Can Be by John C. Maxwell
  32. Mendidik Anak Tangguh Menuai Keluarga Utuh by Dr. Julianto Simanjuntak
  33. The List by Yuval Abramovitz
  34. The Jesus I Never Knew by Philip Yancey
  35. Kanarazu Kueru 1% No Hito Ni Naru by Fujihara Kazuhiro (Japanese)
  36. Speedo Shigotojutsu by Nendo Ooki (Japanese)
  37. 40 Ju Dai Kara No Seikou Tetsugaku by Aoki Satoshi (Japanese)
  38. Work Life Balance by Yoshie Komuro (Japanese)
  39. Okane No Tetsugaku by Kazumasa Tomita (Japanese)
  40. Dekiru Hito No Jinsei No Ru-ru by Richard Templar (Japanese)
  41. Yudaya-shiki WHY Shikou-hou by Kani Ishizumi (Japanese)
  42. Work Shift by Lynda Gratton (Japanese)
  43. How to Work with Angels in Your Life by Kevin Basconi
  44. Prevail by Cindy Trimm
  45. High Output Management by Andrew S. Groove (Japanese)
  46. Flow by Mihaly Csikszentmihalyi
  47. The One Minute Millionaire by Mark Victor Hansen & Robert G. Allen
  48. Ichi Nichi 500 Yen No Chisa Na Shunkan by Mitsuaki Yokoyama (Japanese)
  49. Hajimete No Hito No Tame No 3000 Yen Tohyou Seikatsu by Yokoyama Mitsuaki (Japanese)
  50. The Zero Marginal Cost Society by Jeremy Rifkin (Japanese)

Rencana saya di tahun 2018 ingin bisa selesai membaca 50 buku berbahasa Jepang.

Berapa buku yang telah bisa kita baca tahun ini?

The post “50 Books Have Been Read in 2017” appeared first on krismanoppusunggu.com

The Happiness Project – Online Class

Puji Tuhan, hari ini kembali saya berhasil meluncurkan online class saya yang berjudul “The Happiness Project”.

Online class saya ini bisa dibeli di:


Ini adalah class ke-3 yang saya publish. Harganya cuma USD 2.99 (seharga secangkir coffee)

Semoga berguna buat kita yang mau happy. 🙂

Apakah kita sudah mulai buat class online sebagai bagian dari good habit?

The post “The Happiness Project – Online Class” appeared first on krismanoppusunggu.com

5 Hour Rule

5 hal berikut adalah sebuah system dari constant learning yang dilakukan oleh Benjamin Franklin, Oprah Winfrey, dan Bill Gates:

1. Make time for your eureka moment

Menurut penulis Steven Johnson, diabad ke 18, coffeehouses di England adalah tempat dimana para pemikir besar, seperti Benjamin Franklin, mengambil waktu dari jadwal mereka untuk menimbulkan ide besar yang experimental dari para pemikir besar lainnya.

2. Be curious

Justine Musk, istri dari tech mogul, Elon Musk, menulis topik seperti ini di Quora:

“Shift your focus away of what you want (a billion dollars) and get deeply, intensely curious about what world wants and needs. Ask yourself what you have the potential to offer that is so unique and compelling and helpfull that no computer can replace you…then develop that potential”

As Ginni Rometty, CEO of IBM said:

“The most important thing for any of us to be in our job is curious”

3. Experiment

Ambil contoh dari Danish chef Rene Redzepi, seorang chef terkenal dunia, yg juga sebagai co-own dari restoran yang berbintang 2 Michelin, di Noma, Copenhagen, selalu mengambil dari hari staffnya untuk focus melakukan experiment di dapur uji coba mereka.

4. Read

President Obama, Bill Gates, Oprah, George R.R. Martin, dan Warren Buffett, pernah secara terkenal mengatakan bagaimana membaca membawa mereka pada posisi sekarang dan bagaimana membaca mempengaruhi bagaimana mereka mengambil keputusan.

5. Be a life long learner

Satya Nadela, CEO dari Microsoft, menclaim bahwa life long learning lah yang membuat beliau menjadi seorang leader. “Saya bercaya, bila kita tidak selalu belajar hal yang baru, maka kita telah berhenti membuat hal yang besar dan berguna”

Apakah kita sudah melakukan 5 hal ini?

The post “5 Hour Rule” appeared first on krismanoppusunggu.com

My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement

Chris Guillebeau on his blog “The Art of Non-Conformity” every end of year will write his Annual Review.

Follow good things Chris has done, every year I set aside a long block of time, typically the better part of the week, to look back at the year that’s ending and look ahead to the next.

And so we begin the 2015 Annual Review

I try to live an active life and pursue a lot of different challenges and adventures. Pretty much every time I begin the review, I think, “What a crazy year it’s been!” J

In year 2015, I set with a big optimistic mental note, even tough there was still a noisy sound in my head that said I was worry to face the year.

While I was sitting down in a bus commuting from home to my office writing this notes, I want to share that I am feeling super excited. I am thinking of all the good things happened in my life with all the achievements. As usual, negative noise in my head also came, saying that I wasn’t really fulfilled my target achievement this year.

What Went Well in 2015

This year, I managed to finished my first Full Marathon by conquering the super hot The Jakarta Marathon 2015. Even tough I passed the cut off time by 38 minutes, luckily Iwas still registered as the Full Marathon finisher at the official web site of the race.

I also managed to complete reading 49 books in one year. I was following Seth Godin advise that “if you read book 20 minutes per day, every day without skipping a day, you can finished 52 books in a year.” And I have proofing that this advise to be true.

On 28 February 2015, while treated as a newbie in running community, EID Runners, an official running community in EID, which just founded in 30 May 2014, has managed to held a fun run race event sponsored by Pocari Sweat.

One year after its establishments, EID Runners members reached 130+ hence treated as the biggest sport community in EID.

On 29 October 2015, again, EID Runners, as the newly established sports community in EID, obtained an honor from EID Sports Competition 2015 committee to held men and women estafet running race.

What Needs Improvement in 2015

While participating for a Full Marathon race, I need to finish before the cut off time hence I can be treated as an official Full Marathon finisher.

On reading books, I need to make summary and review of the book I just finished reading.

For EID Runners, with big members (130+), we hope most of our members will spare his/her time to be active in participating EID Runners events.

Thank you All for the big achievement in 2015 and lets plan more success in 2016.

What is our 2015 review?

The post “My 2015 Annual Review: Lessons What Went Well and What Needs Improvement” appeared first on krismanoppusunggu.com

EID Sports by EID Runners

Usia running community EID Runners baru setahun lebih sejak resmi terbentuk pada 30 Mei 2014 dan baru diakui oleh HR PT Ericsson Indonesia (EID) sebagai salah satu kegiatan sports resmi di lingkungan office pada tahun 2015 ini.

Walaupun merupakan komunitas sports termuda, EID Runners mendapatkan kehormatan untuk menjadi salah satu cabang olah raga yang diperlombakan dalam acara tahunan EID Sports.

Sore ini di lapangan Simpruk Pertamina, lomba lari EID Sports dihadiri lebih dari 70 orang termasuk VP HR (yang juga runner), OHS Manager, Methode & Tools Manager, Line Manager, Consultant, EID Runners members (tentunya), dan para peserta dari tiap-tiap account yang terdiri dari team XL account, Telkom Group account, Indosat account, dan Support function.

Ada dua kategori lomba yang dilakukan yaitu Estafet Putra dan Estafet Putri. Dimana kategori Estafet Putra dimenangkan oleh team XL account dan kategori Estafet Putri dimenangkan oleh team Indosat account.

Pada bulan Agustus lalu EID Runners juga telah berhasil mengadakan big event fun run dan Running clinic yang disponsori oleh Pocari Sweat. Acara ini dihadiri oleh orang nomor satu di EID (CU ID). Dalam usia EID Runners yang masih newbie, running community kami telah mendapat kesempatan besar dari Pocari Sweat untuk mengikuti event Running Clinic yang biasanya diberikan pada running communities yang cukup senior dan mapan. Dimana menurut salah seorang Head of Product Pocari yang menjadi driver Running Clinic, mereka terkesan akan disiplin members group EID Runners untuk tetap konsisten melakukan kegiatan TNR (Tuesday/Thursday Night Run) hampir tiap minggu.

Saya cukup bangga dan puas akan kesuksesan EID Runners yang telah bisa mengadakan 2 event besar dalam tahun ini diusianya yang baru setahun lebih. Dan saya juga bangga dan mengucapkan terimakasih yang terdalam buat members EID Runners yang selalu setia dan rela manjadi volunteers sebagai committee pada setiap event EID Runners. Without you guys, we are nothing.

Semoga tahun depan semakin banyak yang aktif berpartisipasi dalam event TNR dan big event lainnya dan semoga semakin banyak members EID Runners yang aktif mengikuti running race seperti The Jakarta Marathon, Bali Marathon, Telkomsel Halo Fit Run, Saurun, bahkan event-event lari di luar negeri.

Go EID Runners.

Lets meet up @halte Bluebird @5pm 😃

#Diambil dari buku kehidupan

Preparation for The Jakarta Marathon 2015

Hari ini sebagai bagian dari persiapan The Jakarta Marathon 2015, saya telah mengambil race pack-nya.
Sekarang masuk dalam minggu tappering dan carbo loading. Tadi pagi saya telah lari 5K sebagai latihan terkahir sebelum race pada hari Minggu, 25 Oct 2015. Dan saya mencoba carbo loading dengan makan nasi merah, kentang, gandum, dan pasta-pasta-an.
Sejak 12 minggu sebelum hari-H, saya telah mencoba mengikuti sebagian dari latihan methoda FIRST oleh Bill Pierce, Scott Murr, dan Ray Moss dalam bukunya yang berjudul “Run Less, Run Faster”.
Pada tanggal 13 Sep 2015, saya telah latihan Half Marathon selama 3 jam lebih dan pada tangal 3 Oct 2015, saya juga telah latihan 20 Miles(32K) selama 5 jam dalam panas teriknya bekasi dimana saya lari dari jam 7am sampi 12pm.
Dihari-hari lainnya, pada Selasa dan Kamis saya biasanya latihan sejauh 4K-5K dan pada hari Sabtunya 8K-12K.
Tahun lalu saya telah mencoba Full Marathon di The Jakarta Marathon 2014, namun saya DoB karena “cramp” pada Kilometer ke-24.
Pada tahun ini saya telah latihan hampir 3 tahun, semoga saya bisa finish FM di The Jakarta Marathon 2015 on time and finished strong.

God Speed!!!

#Diambi dari buku kehidupan