Banjamin Franklin

Alasan saya menulis tentang Benjamin Franklin dalam blog saya kali ini karena setelah menbaca cukup banyak buku-buku, ada beberapa penulis terkenal merekomendasikan untuk membaca biography dari Benjamin Franklin.

Nah, saya menuruti anjuran dari para penulis terkenal tersebut. Dimulai dari menyelesaikan buku “The Life of Benjamin Franklin” karya Samuel Griswold dan sekarang saya sedang membaca buku “The Autobiography of Benjamin Franklin” (Dover Thrift Edition) yang merupakan karya Benjamin Franklin sendiri.

Berikut sekilas summary tentang sosok Benjamin Franklin:

Lahir di Boston, Massachusetts pada tanggal 17 January 1706 dan wafat di Philadelphia, Pennsylvania pada tanggal 17 April 1790 dalam usia 84 tahun.

Seorang renowned polymath, leading author, printer, political theorist, politician, Freemason, postmaster, scientist, inventor, civic activist, statesmen, dan diplomat.

Sebagai scientist, beliau adalah seorang figur besar dalam era American Enlightment dan sejarah dari fisika, untuk penemuan dan teorinya tentang listrik.

Sebagai inventor, beliau dikenal sebagai penemu lightning rod, bifocals, dan Franklin stove.

Benjamin Franklin mem-fasilitasi banyak organisasi civic termasuk Philadelphia fire department dan Philadelphia university.

Ternyata Benjamin Franklin adalah seorang calon independent dalam kiprah politiknya di Amerika Serikat.

Istri beliau bernama Deborah Red dan mereka memiliki tiga orang anak bernama: William, Francis, dan Sarah.

Dalam buku autobiograophy-nya, Benjamin Franklin menyebutkan ada 13 virtues, yaitu:

  1. Temperance: Eat not to dullness, drink not to elevation.
  2. Silence:  Speak not but what may benefit others or yourself; avoid trifling conversation.
  3. Order: Let all your things have their places; let each part of your business have its time.
  4. Resolution: Resolve to perform what you ought; perform without fail what you resolve.
  5. Frugality: Make no expense but to do good to others or yourself; i.e. wasting nothing
  6. Industry: Loose no time; be always employ’d in something useful; cut off all unnecessary actions.
  7. Sincerity: Use no hurtful deceit; think innocently and justly, and, if you speak, speak accordingly.
  8.  Justice: Wrong none by doing injuries, or omitting the benefits that are your duty.
  9. Moderation: Avoid extremes; forbear resenting injuries so much as you think they deserve.
  10. Cleanliness: Tolerate no uncleanliness in body, cloths, or habitation.
  11. Tranquility: Be not disturbed at trifles, or at accidents common or unavoidable.
  12. Chastity: Rarely use venery but for health or offspring, never to dullness, weakness, or injury of your own or another’s peace or reputation.
  13. Humility: Imitate Jesus and Socrates.Apa yang menjadi nilai-nilai luhur (virtues) kita?

    The post “Benjamin Franklin” appeared first on krismanoppusunggu.com

Attending to the little things

Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul “7 Habits of Highly Effective People” menyatakan:

Tindakan kebaikan dan sikap respect yang kecil-kecil bisa berarti sanagat besar. Sikap tidak menghargai yang kecil, tindakan kurang baik yang simple, dan sikap tidak menghormati yang minor bisa mengakibatkan sikap menarik diri yang cukup signifikan. Dalam hubungan manusia, hal-hal kecil bisa berarti besar.

Saya teringat kejadian di sebuah sore habis pulang dari kantor. Sewaktu baru pulang dari kantor, saya langsung disambut oleh kedua anak saya. Satu perempuan berusia 7 tahun dan satu lagi anak laki-laki berusia 5 tahun. Cukup senang rasanya bisa disambut oleh kedua anak-anak kita sambil bercanda dan menanyakan bagaimana kabar seharian di sekolah dan di rumah.

Sampai pada satu titik saya meng-ignore putri saya dengan cuma mencium anak saya dan menanyakan apakah dia merindukan saya seharian ini.

Setengah jam berikutnya, putri pertama saya mulai tantrumnya. Menyatakan bahwa dia merasa bosan, tidak berguna dan kurang diperhatikan.

Komentar terakhir membuat saya teringat bahwa hal kecil yang saya lakukan terhadap putra kedua saya saja berarti cukup besar buat putri pertama saya.

Bagaimana hal-hal kecil dalam hidup sehari-hari mempengaruhi sikap dan tindakan kita?

The post “Attending to the little things” appeared first on krismanoppusunggu.com