Four Gospels

Menurut buku David Pawson yg berjudul “Unlocking the Bible”, berikut sekilas snapshots tentang ke-4 Injil dalam Perjanjian Baru:

Injil Markus: Focus on Jesus as Son of Man

Injil Matius: Focus on Jesus as The King of Jews

Injil Lukas: Focus on Jesus as Saviour of the World

Injil Johannes: Focus on Jesus as Son of God

Ada tiga tahapan yang dicapture dalam ke-4 injil:

Injil Markus: What Jesus did

Injil Matius/Lukas: What Jesus said

Injil Johannes: Who Jesus was

Dan ada dua sudut pandang, yaitu:

Penulis: insight: what? How?

Pembaca: intention: who? Why?

Bagaimana ke-4 Injil dalam Perjanjian Baru mempengaruhi iman dan pengetahuan kita?

The post”Four Gospels” appeared first on krismanoppusunggu.com

The History of Magic Number ’13’

Salah satu sejarah yang menyebabkan angka 13 disebut sebagai angka keramat adalah sesuai cerita betikut yang ada dalam Bible kitab Esther.

Pada masa kerajaan Artaxerxes dari kerajaan Persia yang menguasai Israel, ada seorang petinggi kerajaan yang bernama Haman. Haman ini salah satu keturunan raja Agag yang dibunuh oleh Nabi Samuel pada masa raja Saul. Inilah sebabnya kenapa Haman benci pada bangsa Jahudi dan mau memusnahkan mereka. Seperti yang telah dilakukan oleh Herodes dan Hitler.

Nah, Haman membuat referendum untuk pemusnahan bangsa Jahudi. Dan hari referendum tersebut jatuh pada tanggal 13 bulan itu.

Inilah salah satu sebab yang menjadi sejarah kenapa angka 13 menjadi angka keramat.

Bagaimana angka-angka mempengaruhi persepsi kita?

The post “The History of Magic Number ’13′” appeared first on krismanoppusunggu.com

And The Sun Stood Still, and The Moon Stayed

Mr Harold Hill, President dari Curtis Engine Company dari USA, seorang konsultan dari American Space Program. Beliau menulis article berikut si koran Evening World di Spencer, Indiana, yang kemudian muncul di English Churchman pada 15 Januari 1971, sebagai berikut:

“Saya pikir salah satu hal paling luar biasa yang Allah berikan kepada kita hari ini terjadi kepada para astronout dan ilmuwan luar angkasa di Green Belt, Indiana. Mereka sedang memeriksa posisi dari matahari, bulan, dan planet-planet di luar angkasa sana ketika benda-benda tersebut berada pada posisi 100 tahun dan 1,000 tahun dari sekarang. Kita harus mengetahui hal ini supaya kita tidak mengirimkan satelite ke atas sana dan bisa bertabrakan dengan sesuatu setelah itu, di salah satu orbitnya. Kita harus membentangkan orbit menurut tata cara hidup dari satelite dan dimana planet-planet akan menjadi tersusun sehingga segala sesuatu tidak berakhir buruk.

Para ilmuwan telah menjalankan program penghitungan mundur dan maju dengan komputer selama berabad-abad sampai komputernya terhenti. Komputer tersebut berhenti dan memberikan signal merah yang maksudnya ada sesuatu yang anah dengan informasi yang telah diberikan atau hasil yang didapatkan bila dibandingkan dengan standard umum. Para ilmuwan memanggil department service utuk memeriksa dan mereka manyatakan, “Semuanya sempurna”. Kepala operasi selanjutnya menanyakan, “Apa yang salah?”

Ternyata para ilmuwan telah menemukan ada satu hari yang hilang secara waktu yang berjalan di luar angkasa. Mereka bertanya-tanya dan kelihatannya tidak bisa menemukan jawabannya. Kemudian salah satu dari team member mengingat cerita ketika di sekolah minggu bahwa matahari berhenti. Mereka tidak mempercayai nya dan menanyakan diayat mana ada di Bible tentang hal itu – dan dia menyebutkan Joshua 10:12-14: “And the sun stood still, and the moon stayed – and hasted not to go down about a whole day.” Jadi kata ilmuwan ruang angkasa ini bahwa benar tekah hilang satu hari. Tepatnya 23 jam 20 menit. Lalu dimana 40 menit lagi yang hilang?

Di ayat 2 King 20, raja Hezekiah melakui nabi Yesaya meminta Allah supaya bayanganya mundur 10 derajat sebagai bukti bahwa Allah akan menepati doanya memberikan usianya diperpanjang selama 15 tahun. Dimana 10 derajat setara dengan 40 menit.

Jadi waktu yang terhenti 23 jam 20 menit pada jaman Joshua dan 40 menit pada jaman nabi Yesaya membuktikan tanda tanya para ilmuwan ruang angkasa bahwa Allah pernah menghentikan waktu selama 24 jam.

Bagaimana sikap kita menghargai kekuatan supra natural Allah?

The post “And The Sun Stood Still, And The Moon Stayed” appeared first on krismanoppusunggu.com

Fasting and Chinese characters related to Babel

Hari ini untuk yang ke-21 kali saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Menarik sekali, dalam bukunya yeng berjudul “Unlocking The Bible”, David Pawson menyebutkan bahwa ada catatan kaki yang menarik dalam cerita tentang Babel.
Diantara orang-orang yang terpencar ada subuah group yang mendaki gunung ke arah Timur, dan tinggal disana ketika mereka mencapai tepi laut. Orang-orang tersebut menjadi bangsa China.
Budaya China sebenarnya berlanjut secara langsung sejak itu. Mereka meninggalkan Babel sebelum alfabet “Cuneiform” menggantikan bahasa gambar dari Mesir kuno. Semua bahasa berupa bahasa gambar bermula sejak masa Babel. Bahasa yang mereka ambil di China, ditaruh dalam bentuk gambar.
Hal ajaib yang mungkin merekonstruksi cerita dari Genesis 1 sampai 11 dengan melihat symbol-symbol yang orang China gunakan menggambarkan arti yang berbeda.
Kata bahasa China untuk “create”, misalanya, terbuat dari gambar lumpur, hidup, dan seseorang yang sedang berjalan.
Kata Chinese buat ‘devil” adalah terbuat dari seorang pria, sebuah taman, dan gambar dari kata rahasia. Jadi “devil” adalah orang rahasia yang tinggal di taman.
Kata Chinese buat “tempter”, terbuat dari kata buat “devil” ditambah dengan 2 pohon dan gambar dari “cover”/”disguise”.
Kata Chinese buat “boat”, terbuat dari gambar container, mulut, dan angka 8, jadi “boat” dalam bahasa China adalah kendaraan yang berisi 8 orang, yaitu kapal Nuh (Noah’s ark).

Menarik bukan?

Bagaimana sebenarnya sejarah bahasa kita (Indonesia)?

#Diambil dari buku