Sleep – Genes – Leptin

Menurut David Perlmutter dalam bukunya yang berjudul “Grain Brain”, cukupwaktu tidur – yang artinya kita tudur paling sedikit 7 jam semalam, juga akan mempengaruhi gen kita. Padas penelitian di tahun 2013, sebuah group penelitimenemukan bahwa seminggu kurang tidur bisa mengubah fungsi dari 711 gen kita, termasuk mereka yanng stress, radang , imunitas dan metabolisme.

Sebagi contoh, leptin, hormon yang penting dalam mengatur response tubuh kita terhadap radang, sangat dipengaruhi oleh pola tidur kita. Leptin, yang juga berfungsi dalam mengatur keseimbangan energy kita dengan mengontrol rasa lapar, juga berpengaruh dalam menentukan apakah kit abutuh carbo atau tidak. Dengan kata lain, leptin adalah alat survival kita yang paling primitive dan sangat penting.

Dalam study yang diterbitkan pada tahun 2004, menemukan bahwa orang yang mengalami penurunan kadar leptin sampai 20% akan mengalami pengalaman meningkatnya rasa lapar sebesar 24%, dimana mereka mulai haus akan makanan-makanan yang bersifat calorie-dense, high-carbohydrate.

Dana, apa penyebab kadar leptin kita turun? Kurang tidur! Jika kita kurang tidur, maka kita akan lebih haus akan makanan-makanan tidak sehat dan akan semakin susah untuk menahan tidak makan makanan-makanan tersebut.

#Diambil dari buku Grain Brain

Blinks – Grain Brain

Menurut David Perlmutter dalam bukunya yang berjudul ” Grain Brain” menyatakan, lemak seperti halnya kolesterol dan produk-produk diet lainnya beserta suplemen dapat membantu otak kita tetap sehat dan kuat, tetapi karbohidrat dapat merusak ke dalam level yang menakutkan. Diet dan gaya hidup yang kita pilih memiliki pengaruh pada kesehatan mental kita, maka sebaiknya kita tidur lebih lama, exercise dan menjaga low-carb/high-fat diet kita. Maka kita akan bisa berfikir lebih jelas, hidup lebih lama dan merasa lebih bahagia juga.

Anjuran yang bisa kita terapkan:

Rasa senditif terhadap Gluten dapat menimbulkan bernagai macam masalah fisik maupyn mental kita seperti migrain, ADHD, depresi dan kekhawatiran.
Jika kita atau orang yang kita cintai sedang menderita oleh masalah di otak dan medikasi tidak bekerja, patut dipikirkan bahwa penyebabnya adalah Gluten. Dengan melakukan test kesehatan adalah cara untuk memastikan bahwa kita menderita penyakit otak karena Gluten atau tidak.

Sudahkan kita pernah melakukan test kadar kesensitifan tubuh kita terhadap Gluten?

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Change your brain to break bad habits

Menurut Richard O’Connor dalam bukunya yang berjudul”Rewire”, kita bisa terperosok dalam kebiasaan-kebiasaan yang buruk ketika diri kita secara otomatis mengulang perilaku kita tanpa sadar dengan memilih apa yang bisa lebih baik buat kita.
Tetapi dengan latihan kesdaran (mindfullness) dengan selalu menjada dedikasi, kita bisa me-rewire otak kita sehingga kebiasaan buruk bisa kita tinggalkan dengan cara membuatnya palsu samapi kita bisa mencapainya.

Anjuran yang dapat dilakukan:

Kenalilah diri kita sendiri.

Langkah pertama dalam menghancurkan kebiasaan buruk adalah dengan mengenali diri kita sendiri sebagaimana orang luar melihat kita, dan mengenali perilaku yang merusak diri kita sendiri. Meditasilah dan rasakan pikiran dan perassan kitan. Semakin kita mengenalinya, akan semakin gampang perjalan yang akan kita lalui dalam menghancurkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Change your mind and your life

Menurut Martin Seligman dalam bukunya yang berjudul “Learned Optimism”, optimisme lebih sehat daripada pesimisme, baik secara mental maupun secara fisik, buat orang yang optimis akan lebih senang, dan merupakan orang-orang yang lebih sukses.
Walaupun kedua optimisme dan pesimisme dalah response yang kita pelajari dalam menghadapi situasi negatif yang challenging, yang juga berrati, dalam berbagai cara atau methoda, adalah mungkin untuk bisa lebih bersifat optimis.

Anjuran yang bisa dilakukan:

Dalam situasi yang tidak baik/nyaman, cobalah befikir secara ABC.

Jika kita menghadapai situasi yang pelik dalam hidup kita, bisa dipraktekkan teknik ABC untuk menolak pikiran negatif (self talk). Contohnya, apabila pasangan kita sangat ketus dalam telepon, daripada kita berfikir “mungkin dia tidak mencintai saku lagi…”, atau “aku selalu mengganggu dia…”, kita bisa menggunakan teknik ABC untuk mematahkan pikiran negatif tersebut (self talk). Hal ini bisa membuat kit alebih senang dalam jangka panjang dan mencegah kita untuk tidak mengertak balik kepada pasangan kita, yang mungkin hanya dalam situasi terburu-buru makanya ngomongnya sedikit ketus.

Gunakan ABC daripada berfikir bahwa situasi pasangan kita tersebut bersifat permanen.

Berikutnya jika kita merusak diet kita karena makan sepotong kue, jangan katakan kepada diri kita: “Aku tidak akan pernah stick kepada diet-ku dan aku akan tetap chubby” dan berikutnya menlanjutkan dengan tetap menghabiskan seluruh bagian kue tersebut.
Sebaliknya coba kit agunakan teknik ABC dengan merubah cara berfikir kita sepert: “OK, hanya sepotong kue yang sangat enak. Besok, aku akan kembali ke diet-ku lagi, dan aku sudah melihat perubahan yang cukup signifikan dalam nerat tubuhku.”

#Diambil dari Blinkist.

Blinks – The future of the mind

Menurut Michio Kaku dalam bukunya yang berjudul “The future of the mind”, bahwa teknologi brain imaging yang sudah advance sedang membuka atau telah membuka kedalam banyak teknologi yang bersifat futuristik, seperti mengontrol komputer dengan pikiran, peningkatan memori artifisial dan bahkan kemampuan men-download memori.

Yang telah dipikirkan dalam experimen adalah:
“Teknologi macam apa yang menurut anda cukup nyaman begitu berbicara mengenai otak anda?”

Banyak kemungkinan yang disebutkan dalam blinks ini bisa membangkitkan semangat tetapi juga bisa menimbulkan kekhawatiran. Dan diatas semua itu, hampir semua orang berfikir bahwa otak adalah lambang mengenai siapa diri kita ini. Sebagai apa yang mendasari experimen, mari kita pikirkan teknologi apa yang bisa diadopsi dengan baik. Sebagai contoh, apakah kita mau menerima teraphy gen intelligence-bosting atau apakah kit aakan khawatir hal itu akan merubah “siapa diri kita sendiri”?
Atau, apakah kita akan mau menerima jika elektroda disuntikkan kedalam otak kita melalui operasi jika hal itu bisa membuat kita langsung merasakan memori, pengalaman, dan bahkan emosi teman atau orang yang kita cintai?

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi teknologi otak yang semakin canggih ini?

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Right-Brainers

Menurut Daniel H. Pink dalam bukunya yang berjudul “A whole new mind”, sejak dulu selalu dianggap bahwa kemampuan otak-kanan adalah bakat yang tidak berguna. Tetapi sejak kita memasuki era dari Information Age ke Conceptual Age, kemampuan otak-kanan ini ternyata mulai sangat berguna. Menjadi inovatif, creatif dan empathetic adalah kunci yang bisa menolong untuk sukses secara profesional, dan juga meningkatkan kemampuan personal kita. Walaupun jug abahwa kemampuan otak-kiri tetap penting, tetapi menjadi tidak cukup untuk jaman Conceptual Age ini.

Bagaimana perbedaaan kedua sisi otak ini, dan kenapa appresiasi terhadap otak-kanan meningkat?
1. Otak kita memiliki dua bagian: bagaian kiri untuk hal-hal details dan bagian kanan untuk hal yan lebih holistic, pemikirbig-picture.
2. Menurut sejarah, pentingnya bagian kanan otak ini dan bagaiman caranya berpikir adalh dianggap rendah.
3. Mengikut perkembanga jaman dari Information Age ke Conceptual Age, pemikir dengan kemampuan otak-kanan menjadi lebih penting.

Dalam jaman Conceptual Age, enam bakat kemampuan otak-kanan yang menjadi penting sebagai berikut:
1. Design: pada jaman sekarang ini dimana materi sangat berlimpah, design makin crucial untuk kebutuhan bisnis modern
2. Story: untuk menjadi sukes sekarang, mempresentasikan fakta saja tidak lagi cukup tetapi yang lebih penting adalah bagaimana cara menceritakannya dengan jelas.
3. Symphony: Menggabungkan bagain-bagian menjadi satu menjadi lebih penting daripada memilha-milah bagian-bagian tersebut
4. Empathy: sejak komputer mangambil alih semakin banyak bagian pekerjaan kita, kemampuan unik yang dimiliki manusia yaitu rasa empati menjadi semakin penting
5. Play: rasa senang/ceria (lighheratedness) menjadi semakin penting dalam role kita baik dalam pekerjaan maupun diluar pekerjaan
6. Meaning: Ketika kebutuhan material kit atelah terpenuhi sekarang ini, kit amencari arti/meaning, tujuan dan kepenuhan/fulfillment dalam hidup kita.

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Dophamine, Endhorpin, Oxytocin, Seretonin (Brain Chemicals)

Menurut Loretta Graziano Breuning dalam bukunya yang berjudul “Meet your happy chemicals”, ada empat zat kimia dalam otak yang buat kita senang/bahagia yaitu: dophamine, endhorpin, oxytocin, dan seretonin. Kononnya dalam rokok terdapat zat dophamine yang bisa membuat para perokok candu.

Nah bagaimana ke-empat zat kimia ini mempengaruhi kita?

Kebahagaiaan tidaklah bersifat sewenang-wenang/mutlak/tidak dapat dipengaruhi. Sebaliknya, kebahagiaan bersifat alami dan berakar dari proses kimia di otak kita – [rpses yang telah terbentuk jauh sebelum terjadinya evolusi umat manusia! Tetapi hal itu tidaklah membuat kita powerless dalam menentukan kebahagiaan kita.

Anjuran yang bisa kita terapkan:
Adalah mudah untuk meratapi kenyataan bahwa kita merasa lebih sedikit bergembira ria, tetapi sebenarnya, kita harus merasa “unhappy”. Kenyataannya, tanpa ketidak bahagiaan, tidak akan ada rasa bahagia. Maka marilah kita menerima zat kimia ketidak bahagiaan dan hadapi pengaruhnya dalam hidup kita, karena zat-zat kimia ketidak bahagiaan tersebut tidak akan hilang segera!

#Diambil dari Blinkist

Blinks – You are not your brain

Menurut Jeffrey M. Schwartz dan Rebecca Glading dalam buku mereka yang berjudul “You are not your brain”,
otak kita dapat memberikan message yang salah dan bahkan destruktif yang dapat men-trigger kebiasan yang buruk.
Tetapi kita memiliki kemampuan untuk merubah bentuk pattern wiring otak kita.
Ada 4 step (Four Steps) yaitu: relabeling, reframing, refocusing, dan revaluing yang membuat kita bisa mem-break down asosiasi antara pikiran yang buruk dan kebiasaan kita.

Anjuran yang bisa kita lakukakn:
Ketika anda dalam situasi untuk melakukan procastinasi, lakukan Four Steps berikut:
1. Relabel, dengan mengatakan apa yang sedang terjadi: e.g. “Saya harus melihat Facebook sekarang.”
2. Refarme, dengan mengingatkan diri kita sendiri kenapa hal ini menyusahkan kita: “Men-check Facebook menurunkan rasa kekuatiran saya dimana saya tidak akan bisa menyelesaikan perkerjaan saya on time.
3. Refocus, yaitu dengan melakukan seauatu yang produktif seperti dengan memulai bagian-bagian pekerjaan yang paling gampang.
4. Revalue, yaitu dengan mengenali bahwa implus procrastinasi tersebut hanyalah message tipuan otak kita, dan tidak harus kita pikirkan secara serius.

Unutk membantu kita melakukan the Four Steps adalah dengan selalu membawa notebook kecil bersama kita supaya kita bisa sehat, produktif dan fun dalam upaya fokus terhadap aktifitas kita. Dengan cara ini, kita tidak akan pernah dalam kondisi idle-kurang aktifitas yang bisa membawa kita melihat Facebook.

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Brain Bugs

Menurut Dean Buonomano, dalam bukunya yang berjudul Brain Bugs, walaupun otak manusia dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, ternyata otak juga punya banyak cacat, yang Dean Buonomano menyebutnya “Brain Bugs”:
– Memori otak kita adalah tidak presisi dan kadang-kadang salah
– Kita menakutkan ha-hal yang salah sesuai hasil proses evolusi kita
– sense kita terhadap waktu hanya terbatas untuk keputusan-keputusan jangka pendek
– sense kita sangat gampang untuk ditipu

Walaupun terdapat banyak jenis-jenis brain bugs dalam otak kita, adalah sangat mungkin untuk belajar bagaimana cara menghadapai beberapa dari brain bugs tersebut.

#Diambil dari Blinkist

Lazada.co.id

Beberapa waktu lalu saya melakukan transaksi online di lazada.co.id dengan nilai yang cukup besar.
Dari hasil transaksi tersebut saya assumsikan bahwa system online lazada.co.id tidak bisa memproses transaksi dengan kartu kredit dimana bank penerbit kartu tersebut perlu melakukan verifikasi via telepon sebelum menyetujui pembayaran transaksi saya. Sewaktu proses verifikasi melalui telepon, system online lazada.co.id sepertinya langsung menutup transaksi saya. Kata “transaksi tutup” adalah istilah customer service lazada.co.id yang artinya transaksi tidak mendapat konfirmasi dari finance lazada.co.id sehinga transaksi saya ditutup atau seolah-olah tidak terjadi. Nah, setelah saya confirm ke pihak bank penerbit kartu kredit bahwa saya benar melaukan transaksi online di lazada.co.id, pihak bank saya melanjutkan authorisasi pembayaran ke lazada.co.id.
Setelah saya check ke bank penerbit kartu kredit saya, mereka menyatakan bahawa transaksi saya masih dalam kondisi “gantung” sampai dapat re-fund dari lazada.co.id dalam durasi 14 hari.
Impact yang terjadi kepada saya adalah saya tidak bisa segera membeli barang yang saya inginkan tersebut di tempat lain karena dana saya masih dalam posisi tergantung dalam kartu kredit saya sampai lazada.co.id melakukan re-fund.
Customer service lazada.co.id menyarankan saya untuk membeli lagi barang tersebut secara online di lazada.co.id ketika saya menanyakan bagaimana cara supaya saya tetap beli dan dapat barang tersebut.

Intinya, kalau dari sisi saya sebagai customer dalam kejadian ini adalah: saya hendak beli barang, dana saya tergantung karena kekurangan system online penjual, dan saya disuruh mengeluarkan uang lagi untuk membeli barang yang sama (terus terang skema seperti ini tidak akan pernah terjadi antara pemberi pekerjaan dan vendor-nya).

Bagaiman pengalaman anda dalam transaksi antara pemberi pekerjaan (customer) dengan vendor (penjual)?

#Diambil dari buku kehidupan