Sunday – Sabbath

Setelah memikirkan dalam-dalam, hari ini saya memutuskan untuk membebaskan tukang-tukang saya dari bekerja di hari Minggu kecuali ada yang urgent misalnya pas nge-cor.

Tukang saya bayar dengn cara harian, walaupun demikian, saya berencana untuk tetap membayar gaji mereka di hari Minggu. Tetapi saya akan membenaskan mereka dari pekerjaan.

Hal ini saya lakukan dalam upaya memuliakan hari Sabbath yang diperintahkan dalam Bible.

Semoga Tuhan Yesus memberi kelancaran proses renovasi rumah kami dan diberi kecukupan dalam pendanaannya.

#Diambil dari buku kehidupan

Family time and me time

Hari ini, berbarengan dengan peringatan lengsernya regime orde baru, saya memberikan waktu saya untuk menemani putra saya yang kedua yang berumur 4 tahun dalam rangka acara gladi resik pentas kenaikan kelas TK Mini Pak Kasur, dimana putra saya akan naik dari kelas Ketilang (TK A) menjadi Cendrawasih (TK B).

Sungguh senang bisa melihat putra saya sangat mandiri hari ini dan asyik dengan teman-temannya. Biasanya kalau ada saya, dia akan mewek dan nempel terus. Putra saya juga berani minta tolong Bu Guru karena dia kebelet pipis. Inilah bagian family time saya hari ini.

Kegiatan me time saya hari ini ditutup dengan long run TNR sendiri di kompleks rumah dengan lari 13K selama 2 jam.

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and Prayer

Hari ini adalah kali kedua saya melakukan puasa tidak makan dalam 12 jam dan hanya minum air putih. Sedikit berbeda dari pengalaman puasa saya yang pertama, hari ini saya merasa lebih tenang (tidak nervous/limbung). Bahkan saya mampu dalam menghadapi challenge sehari-hari seperti masalah di rumah dan masalah dalam pekerjaan di kantor. Perasaan lemah dan tidak berdaya karena bakalan tidak mendapatkan carbo sudah mulai hilang. Dan lebih lagi, saya merasa lebih ringan dan easy going. Perasaannya sedikit mirip ketika saya telah melakukan puasa Daniel selama beberapa hari.

Dan lagi, hari ini adalah hari ulang tahun putri saya yang pertama dengan usia 7 tahun. Saya cukup bahagia biasa berpuasa dan berdoa buat beberapa hal termasuk buat putri saya dan harapan supaya putri saya bisa sukses ujian naik kelas yang akan dimulai tanggal 18 Mei 2015 ini. Semoga doa-doa dan puasa orang tua bisa mendapat jawaban dari Yang Maha Kuasa.

Apakah kita pernah malakukan ibadah puasa untuk doa-doa pengharapan kepada anak-anak kita?

#Diambil dari buku kehidupan

Uber

Sejak beberapa hari lalu saya baru mulai menggunakan jasa private driver Uber. Sungguh sangat nyaman bisa memiliki private driver dengan cost sekitar 40% lebih murah dari taxi biasa. Dengan App yang cukup creatif, kita bisa order Uber driver, tahu berapa lama lagi driver tersebut akan sampai dan kita akan dijemput ke tempat yang kita nyaman layaknya mobil pribadi. Komunikasi dengan Uber driver cukup bagus karena mereka responsive. Pembayaran secara cashless karena semua ditagih online ke kartu kredit kita yang telah terdaftar. Pengalaman naik Uber adalah pengalaman naik taxi versi 2.0 atau lebih kali ya? Overall saya cukup puas. Sampai pada hari Sabtu lalu saya merasa kecewa karena rencana saya mengunjungi orang tua saya beserta anak-anak saya gagal karena Uber driver yang saya pesan dan telah tunggu cukup lama (lebih dari 15 menit) karena alasan tidak dapat sinyal mobile meminta saya untuk order lagi Uber driver. Dan lebih lagi saya ditagih 30,000 rupiah karena cancellation yang dilakukan Uber driver (bukan saya). Lebih parah lagi saya kehilangan kesempatan request Uber driver karena sewaktu masih bingung dengan driver yang pertama tadi, maksud saya belum jelas status spakah saya bisa order Uber driver yang lain, Uber driver yang ada dalam range saya lost. Akhirnya saya tidak jadi membawa anak-anak saya ketemu kakek & nenek mereka.

Satu hal saya masih bingung adalah proses refund ketika terjadi masalah ketika saya ter-charged walaupun karena tindakan cancellation Uber driver, bukan saya. Saya coba cari-cari menu refund atau lapor tentang kesalahan tersebut, tetapi setelah saya cari cukup lama di App Uber di iPhone, saya tidak menemukan feature tersebut. Saya check ke driver tadi, katanya akan memberi daya Uber point sejumlah yang telah di-charge. Tetapi saya tidak tau bagaimana dan kapan akan dapat refund dari sang driver tersebut.

Bagaimana pengalaman kita naik Uber?

#Diambil dari buku kehidupan

Prayer and Fasting

Sasuai anjuran Charles Stanley dalam bukunya yang berjudul “Handle with Prayer”, hari ini saya melakukan ibadah puasa satu hari dari jam 06.00AM sampai 06.00PM dengan tidak makan tetapi tetap minum air putih. Ada perasaan nervous dan sedikit galau yang saya rasakan selama puasa ini.
Yang paling saya rasakan adalah rasa tidak berdaya karena dalam benak saya sudah terpikir bahwa saya tidak akan dapat makanan hari ini. Hal ini membuat saya limbung/nervous. Mungkin itu disebabkan oleh rasa craving saya terhadap carbo sehingga membuat saya nervous.

Sebelumnya saya telah pernah melakukan ibadah puasa, yaitu puasa Daniel sebulan penuh sebelum perayaan Paskah. Dalam puasa tersebut saya tetap makan makanan seperti dalam menu Daniel Plan (carbo, telur, salad, pork, ayam, turkey & bebek tanpa ada red meat).

Nah puasa tidak makan sama sekali ini baru pertama kali saya lakukan.

Semoga sukses!!! 🙂

Apakah kita melakukan puasa berkala?

#Diambil dari buku kehidupan

Loose the battle but win the war

Seberapa banyak diantara kita yang mau menahan diri untuk sesuatu yang benar (mis: hak, rasa benar, etc)? Saya telah mencobanya. Dengan mengalah pada kondisi-kondisi tertentu sehingga spouse tidak merasa disalahkan/diremehkan di depan oran lain, hal ini bisa membalikkan situasi dimana spouse menjadi bisa mengerti bahwa yang kita lakukan adalah upaya win the war dengan cara loose the battle (kebaikan bersama).
Saya lebih memilih untuk mengalah dari rasa benar saya daripada merusak hubungan dengan spouse. Bahkan untuk arguing pun saya usahakan menghindari demi kebersamaan. Memamg hal ini sangat tidak mengenakkan buat kita yang menurut kita selalu berupaya untuk melakukan yang optimum, tetapi kadang-kadang real situasi belum mengijinkannya. Dan tips ini terbukti manjur.

Bagaimana cara kita menghadapi ketidaksetujuan demi kebersamaan?

#Diambil dari buku kehidupan

Children and Sensitifity

Menurut David Brook dalam bukunya yang berjudul “The Social Animal”, jika kepintaran bukan pengukur yang baik dalam sukses dimasa mendatang, cara apa yang bisa menentukan apakah seorang anak akan sukses di dalam hidupnya di kemudain hari?

Kesensitifan anak menjadi faktor penting dalam hal ini. Sejak lahir, sebagian anak lebih sensitif dari yang lainnya. Hal ini telah ditemukan dalam sebuah penelitian bagaimana 500 anak-anak memberi response terhadap rangsangan baru. Penelitian menunjukkan bahwa 20% dari semua anak yang baru lahir lebih mudah kaget dibandingkan yang lainnya: yaitu bahwa ketika dihadapkan terhadap rangsangan yang tidak dikenal, detak jantung mereka menjadi cepat dan mereka mulai menangis sekeras-kerasnya.

40% dari bayi-bayi ini memiliki sifat yang sangat berbeda dengan yang 20% tersebut sebelumnya. Apapun yang tergantung di depan merka, anak-anak tersebut tidak terpengaruh.

Dalam kondisi tertentu, anak-anak yang sensitif jauh lebih baik dari yang lainnya. Tetapi dalam kondisi yang keras, anak-anak ini akan tumbuh menjadi dewasa yang rentan, cenderung gampang khawatir dan memiliki penyakit yang berhubungan dengan stress.

Self kontrol adalah faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan anak dikemudian hari, baik di sekolah maupun diluar sekolah. Dalam penelitian yang terkenal, seorang peneliti menantang anak berusia 4 tahun untuk menahan tidak makan marshmallow yang diletakkan di depan mereka.

Jika anak tersebut ditaruh sendirian dalam sebuah ruangan tanpa memakan marshmallow tersebut dalam 20 menit, mereka akan diberi dua marshmallow atau menjadi anak yang pertama diijinkan untuk memakan marshmallow tersebut.

Secara luar biasa, study menemukan test sederhana tentang willpower anak-anak ini bisa memprediksi apakah anak tersebut akan sukses atau tidak kelak dikemudian hari. Anak yang bisa menahan untuk tidak makan marshmallow dalam 20 menit lebih berprestasi di sekolah; bahkan dalam 30 tahun kemudian, group anak-anak ini memiliki tingkat kelulusan di universitas yang tinggi dan bahkan ke level lebih tinggi lagi.

Tetapi, anak-anak yang lebih impulsive memiliki tingkat penahanan yang lebih tinggi dan lebih rentan terhadap masalah alkohol dan narkoba.

Walaupun begitu, study juga menemukan bahwa self-control sebenarnya adalah sifat yang mudah dibentuk. Sebagai contoh, ketika peneliti menyarankan anak-anak tersebut untuk berpura-pura bahwa mereka tidak benar-benar melihat marshmallow yang sebenarnya, tetapi sesuatu yang tidak enak, kayak awan berbulu, sebagian besar dari anak-anak tersebut bisa menahan godaan untuk memakan marshmallow.

Bagaiman tingkat kesensitifan anak-anak kita?

#Diambil dari buku The Social Animal

Blinks – Fooled by Randomness

Menurut Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya yang berjudul “Fooled by Randomness”, bahwa kita semua ditipu oleh hal-hal yang bersifat acak/keacakan sebagai sesuatu hal yang pasti atau deterministic.

Pertanyaan yang Nicholas Taleb jawab dalam bukunya adalah:

A. Bagaimana keacakan mempengaruhi dunia?
– Kita sering salah dengan menyatakan untung/luck dan keacakan dengan skill/kemampuan dan kepastian
– Kita tidak akan pernah pasti bahwa satu teori adalah benar – keadaan selalu berubah dan pengamatan berikutnya mungkin bisa membuktikan teori tersebut salah
– Hidup ini tidak adil dan tidak linear. Hal terbaik adalah untuk tidak selalu menang

Kenapa kita selalu menghargai impact dari keacakan?
– Pemikiran kita selalu tergantung kepada context dan cenderung selalu berdasarkan pola heuristik yang sederhana
– Emosi bisa menolong kita membuat keputusan, tetapi selalu dibebani oleh kapasitas kita yang bersifat pemikiran rasional
– Dalam retrospeksi, kita selalu mencari pola, sebab dan penjelasan di kejadian sebelumnya, walaupun sebenarnya hal tersebut tidak berguna dalam memprediksi masa depan (P.S. Bisa baca blog saya tentang “Human are not expert at predicting the future”)
– Kita buruk secara inheren dalam pengertian akan impact dari kejadian yang jarang

Bagaimana kita bisa dapat menghadapi keacakan?
– Nikmatilah keacakan yang tidak berbahaya dan gunakan mental stoicism untuk menghadapi hal-hal yang bersifat bahaya

Baik dalam media maupun pasar saham, keacakan yang bising tidak perlu untuk didengar.

#Diambil dari Blinkist

Conventional measure of IQ aren’t reliable predictors of success

Menurut David Brooks, dalam bukunya yang berjudul “The Social Animal”, masyarakat kita sangat menghargai kepintaran/intelligence. Dan hampir semua dari kita berfikir bahwa menjadi orang yang pintar akan memiliki pengaruh yang besar dalam keidupan yang sukses dimasa mendatang. Dan rata-rata, orang dengan IQ yang tinggi, akan memiliki nilai bagus di sekolah dan lingkungan seperti itu. Tetapi apakah kemampuan otak yang exceptional juga akan mempengaruhi pencapaian exceptional dibidang yang lain?

Nah, hal pertama yang bisa kita mengerti adalah dengan memiliki IQ yang tinggi tidak berarti kita akan memiliki hidup pribadi yang sukses dan bahagia. Karena secara jelas bahwa ketika berhubungan dengan hubungan manusia, kemampuan lainnya, seperti empati, willpower, kesetujuan yaitu truf kecerdasan abstrak.

Selanjutnya, ketika kita mengontrol faktor lain, orang dengan kecerdasan tinggi tidaklah lebih baik dalam hidup berkeluarga atau berhubungan dengan orang lain. Mereka juga bukan orang tua yang superior.

Kenyataannya, menurut Cambridge Handbook of Intelligence, peneliti menemukan bahwa kemampuan IQ mempengaruhi kesuksesan hidup cuma sampai sekitar 20%.

Walaupun sebenarnya rate seperti itu susah untuk diperhitungkan, sangatlah jelas bahwa kepintaran tidaklah perlu untuk pekerjaan yang lebih superior dan kecukupan material. Sebuah study menunjukkan hanya 4% dari variance job performance yang bisa diprediksi oleh IQ.

Bersamaan dengan hal tersebut, walaupun beberapa profesi (seperti dalam bidang akademi), memiliki IQ diatas 120 adalah kelebihan, di atas batas tersebut, penambahan point IQ tidaklah berarti sukses atau kemampuan yang lebih besar. Dengan kata lain, ahli kimia dengan IQ 140 tidaklah berkarya lebih baik dari koleganya yang memiliki IQ 120.

Peneletian lainnya yang berpengaruh dilanjutkan dengan perkembangan karir dari sebuah group murid-murid yang pintar, yang telah ditest berda di dalam level paling atas dalam IQ dalam group di usia mereka. Dan ketika anak-anak muda tersebut berkarya dengan baik dalam hidup mereka, menjadi pengacara, arsitek bahkan eksekutif, tidak ada dari mereka yang memenangkan award yang berpengaruh (seperti nobel) atau menjadi penemu sains yang pioneer.

Tetapi dilain pihak, dua anak yang dikeluarkan dari sekolahnya karena IQ mereka tidak cukup yaitu, William Shockley dan Luis Alvarez, menjadi saintis yang sukses dengan berakhir memenangkan hadiah Nobel.

Apakah kita terlalu mengagung-agungkan IQ yangt tinggi?

#Diambil dari buku The Social Animal

Ketogenic – Epilepsy – Autism – Parkinson’s

Menurut David Perlmutter dalam bukunya yang berjudul “Grain Brain”, puasa bisa membantu otak kita untuk beralih ke lemak -daripada gula, untuk menjadi sumber energi/bahan bakar. Otak mendapatkan asupan bahan barkar dari “ketones”, sejenis lemak yang sangat penting bagi otak kita. Otak kita akan berfungsi dengan baik bila dibahan-bakari oleh ketones, dan bagi yang curiga atau merasa aneh mengenai puasa, hal ini adalah berita bagus. Tidak harus dengan ber-puasa kita dapat asupan ketones ini, tetapi dengan mengkonsumsi minyak kelapa/santan, kita bisa mendapat asupan lemak ketogenic (ketogenic fats). 🙂

“Diet ketogenic” men-syaratkan kita supaya mendapatkan 80% – 90% kalori kita dari lemak. Diet ketogenic ini telah digunakan dalam treatment epilepsy sejak tahun 1920-an dan juga telah digunakan sebagi opsi teraphy untuk Pakinson’s, Alzheimer’s, ALS, dan autism.

Dalam seubuah study tentang efek diet ketogenic ini, seorang pasien Parkinkson’s telah menunjukkan perkembangan yang signifikan hanya dalam 28 hari treatment.

Dan selanjutnya, otak dan jantung akan bekerja 25% lebih baik dan efisien dengan ketones dibandingkan dengan gula darah. Sel-sel otak juga akan lebih berdaya ketika menggunakan ketones sebagai asupan bahan bakar.

Untuk orang-orang tercinta disekitar kita yang mengidap epilepsy, austism, Parkinson’s, dan Alzheimer’s, mungkin layak untuk dicoba therapy/diet ketogenic ini.

#Diambil dari buku Grain Brain