Children and Sensitifity

Menurut David Brook dalam bukunya yang berjudul “The Social Animal”, jika kepintaran bukan pengukur yang baik dalam sukses dimasa mendatang, cara apa yang bisa menentukan apakah seorang anak akan sukses di dalam hidupnya di kemudain hari?

Kesensitifan anak menjadi faktor penting dalam hal ini. Sejak lahir, sebagian anak lebih sensitif dari yang lainnya. Hal ini telah ditemukan dalam sebuah penelitian bagaimana 500 anak-anak memberi response terhadap rangsangan baru. Penelitian menunjukkan bahwa 20% dari semua anak yang baru lahir lebih mudah kaget dibandingkan yang lainnya: yaitu bahwa ketika dihadapkan terhadap rangsangan yang tidak dikenal, detak jantung mereka menjadi cepat dan mereka mulai menangis sekeras-kerasnya.

40% dari bayi-bayi ini memiliki sifat yang sangat berbeda dengan yang 20% tersebut sebelumnya. Apapun yang tergantung di depan merka, anak-anak tersebut tidak terpengaruh.

Dalam kondisi tertentu, anak-anak yang sensitif jauh lebih baik dari yang lainnya. Tetapi dalam kondisi yang keras, anak-anak ini akan tumbuh menjadi dewasa yang rentan, cenderung gampang khawatir dan memiliki penyakit yang berhubungan dengan stress.

Self kontrol adalah faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan anak dikemudian hari, baik di sekolah maupun diluar sekolah. Dalam penelitian yang terkenal, seorang peneliti menantang anak berusia 4 tahun untuk menahan tidak makan marshmallow yang diletakkan di depan mereka.

Jika anak tersebut ditaruh sendirian dalam sebuah ruangan tanpa memakan marshmallow tersebut dalam 20 menit, mereka akan diberi dua marshmallow atau menjadi anak yang pertama diijinkan untuk memakan marshmallow tersebut.

Secara luar biasa, study menemukan test sederhana tentang willpower anak-anak ini bisa memprediksi apakah anak tersebut akan sukses atau tidak kelak dikemudian hari. Anak yang bisa menahan untuk tidak makan marshmallow dalam 20 menit lebih berprestasi di sekolah; bahkan dalam 30 tahun kemudian, group anak-anak ini memiliki tingkat kelulusan di universitas yang tinggi dan bahkan ke level lebih tinggi lagi.

Tetapi, anak-anak yang lebih impulsive memiliki tingkat penahanan yang lebih tinggi dan lebih rentan terhadap masalah alkohol dan narkoba.

Walaupun begitu, study juga menemukan bahwa self-control sebenarnya adalah sifat yang mudah dibentuk. Sebagai contoh, ketika peneliti menyarankan anak-anak tersebut untuk berpura-pura bahwa mereka tidak benar-benar melihat marshmallow yang sebenarnya, tetapi sesuatu yang tidak enak, kayak awan berbulu, sebagian besar dari anak-anak tersebut bisa menahan godaan untuk memakan marshmallow.

Bagaiman tingkat kesensitifan anak-anak kita?

#Diambil dari buku The Social Animal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s