How to manage yourself in your daily routine

Setelah pencapaian yang cukup fantastis di minggu lalu dengan pelayanan di tiga tempat di Tanah Karo, minggu ini saya merasa sedikit limbung.
Ini mungkin karena tidak aktifitas besar seperti event di minggu lalu yang akan saya kejar/tuju.
Dalam kondisi seperti sekarang ini sebaiknya saya focus ke pekerjaan sehari-hari seolah-olah hal itu adalah pekerjaan besar.
Maksudnya, saya melakukan yang terbaik dipekerjaan harian dengan tidak menyepelekannya.
Karena pasti ada hikmah dari setiap pekerjaan yang diserahkan kepada kita baik itu besar maupun kecil.
Tergantung bagaimana cara kita memandangnya.

Bagaimana cara kita memandang rutinitas harian kita?

Diambil dari buku kehidupan

Reached the 1 percent

Pada hari Minggu (25 Oct 2015), setelah persiapan dengan method FIRST selama 12 minggu saya berhasil menyelesaikan jarak 42.195K dalam race Fulll Marathon di event The Jakarta Marathon 2015.

Saya berhasil menyelasaikan race dalam waktu 7:38:53. Sudah lewat 38 menit dari cut off time ( COT). Puji Tuhan nama saya masih dalam list finishers di urutan 1394.

Saya telah mulai lari sejak July 2012 dan mulai persiapan buat Full Marathon sejak 2014, dimana pada event The Jakarta Marathon 2014, saya gagal menjadi finisher dan DOB di Km24.

Menarik nya pada race tahun ini, saya mulai recovery di Km24 setelah cidera mulai Km16. Sejak Km 16-24, saya terseok-seok. Dari Km24-37, saya mulai jalan normal. Dan sejak Km37-42.195, saya bisa lari karena merasa takut akan disweep panitia di COT 7 jam.

Dengan usaha dan faith kepada yang Maha Kuasa, saya bisa menyelesaikan FM dengan finished strong. 🙂

Ada dua pengalaman saya dalam event marathon ini dimana Allah yang saya percaya menyatakan kepada saya bahwa saya akan finished FM tahun ini. Seminggu sebelum race day, Allah yang saya percayai menunjukkan dalam mimpi bahwa saya akan bisa menyelesaikan race FM tahun ini. Dan pada saat race, saya kembali diingatkan oleh Allah yang saya percaya, lewat problem pada GPS jam saya, dengan angka kombinasi 264 yang selalu mengingatkan saya pada hadirat Tuhan.

Jadi kesimpulan race saya tahun ini di event The Jakarta Marathon 2015, kalau bukan karena kasih karunia Tuhan Yesus, saya pasti tidak dapat menyelesaikannya.

Praise the Lord.

#Diambil dari buku kehidupan

Preparation for The Jakarta Marathon 2015

Hari ini sebagai bagian dari persiapan The Jakarta Marathon 2015, saya telah mengambil race pack-nya.
Sekarang masuk dalam minggu tappering dan carbo loading. Tadi pagi saya telah lari 5K sebagai latihan terkahir sebelum race pada hari Minggu, 25 Oct 2015. Dan saya mencoba carbo loading dengan makan nasi merah, kentang, gandum, dan pasta-pasta-an.
Sejak 12 minggu sebelum hari-H, saya telah mencoba mengikuti sebagian dari latihan methoda FIRST oleh Bill Pierce, Scott Murr, dan Ray Moss dalam bukunya yang berjudul “Run Less, Run Faster”.
Pada tanggal 13 Sep 2015, saya telah latihan Half Marathon selama 3 jam lebih dan pada tangal 3 Oct 2015, saya juga telah latihan 20 Miles(32K) selama 5 jam dalam panas teriknya bekasi dimana saya lari dari jam 7am sampi 12pm.
Dihari-hari lainnya, pada Selasa dan Kamis saya biasanya latihan sejauh 4K-5K dan pada hari Sabtunya 8K-12K.
Tahun lalu saya telah mencoba Full Marathon di The Jakarta Marathon 2014, namun saya DoB karena “cramp” pada Kilometer ke-24.
Pada tahun ini saya telah latihan hampir 3 tahun, semoga saya bisa finish FM di The Jakarta Marathon 2015 on time and finished strong.

God Speed!!!

#Diambi dari buku kehidupan

Mathematical Properties

David Powson, dalam bukunya yang berjudul ” Unlocking The Bible”, mengutarakan satu bagian tulisan yang menarik tentang Mathematical Properties.

Adalah mengagumkan untuk kita catat bahwa Kejadian 1 dalam Bible memiliki mathematical properties. 3 angka yang selalu muncul adalah 3, 7, dan 10, yang mana masing-masing  memiliki kejelasan yang particular di dalam seluruh isi Bible. Angka 3 berbicara tentang apa itu Allah, angka 7 adalah angka sempurna menurut Scripture, dan angka 10 adalah angka yang menunjukkan kesudahan (completeness). Dalam kejadian-kejadian ketika angka 3, 7, dan 10 diuji, maka kaitan yang luar biasa akan muncul. 

3. Pada hanya 3 points Allah sebenarnya menciptakan sesuatu dari ketidakadaan. Dalam 3 kejadian Dia memanggil sesuatu dengan nama, 3 kali Dia menciptakan sesuatu, dan 3 kali Dia memberkati sesuatu.

7. Dalam 7 kejadian kita baca bahwa Allah”melihat sesuatu itu baik”. Ada, tentunya, 7 hari- dan kalimat pertama adalah 7 huruf dalam Hebrew. Lebih lanjut lagi, tiga kalimat terakhir dalam cerita penciptaan juga dibentuk dari 7 huruf dalam bahasa Hebrew asli.

10. Dan ada 10 perintah Allah

Apakah angka-angka tertentu mempunyai makna dalam diri kita?

Bagi saya angka 264 cukup berpengaruh

#Diambil dari buku ” Unlocking The Bible”