Panti Sosial Asuhan Anak
Yayasan Al-Barokah Pasar Jumat
Jalan Raya Pasar Jumat No. 46,
Pondok Pinang, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan
Panti Sosial Asuhan Anak
Yayasan Al-Barokah Pasar Jumat
Jalan Raya Pasar Jumat No. 46,
Pondok Pinang, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan
Industry penerbangan telah lama menjalankan praktek yang konsisten. Karena pada umumnya hampir semua kecelakaan terjadi waktu takeoffs dan landings-bagian dari penerbangan yang paling hectic dan memerlukan koordinasi yang intensif-mengadopsi rule “sterile cockpit”.
Setiap pesawat terbang di bawah 10,000 feet-ketika mau naik atau turun-tidak boleh ada perbincangan yang diijinkan di dalam cockpit, kecuali yang berhubungan langsung dengan penerbangan. Pada 11,000, member dari cockpit bisa berbicara tentang sepakbola, anak-anak mereka, atau penumpang pesawat yang aneh dan demanding. Tapi tidak pada ketinggian 9,500 feet.
Sebuah IT group mengadopsi konsep “sterile cockpit” ini demi pengembangan proyek software yang penting. Group ini telah memiliki sejumlah goals yang substansial-yaitu menurunkan waktu development dari 3 tahun menjadi 9 bulan. Pada proyek-proyek sebelumnya dengan deadline yang ketat, lingkungan pekerjaan akan sangat stressfull. Ketika pekerja terlambat dari schedule, mereka cenderung untuk menginterupsi kolega mereka untuk pertolongan cepat, dan manager mereka akan sering berkeliling untuk menanyakan status project mereka. Sebagai akibatnya software engineer tersebut akan mengalami interupsi terus menerus, sehingga jam kerja meningkat dari 60 jam dan 70 jam dan orang-orang pun mulai bekerja sabtu minggu, berharap supaya bisa bekerja tanpa interupsi.
Pemimpin group IT ini memutuskan untuk mencoba sebuah experiment. Mereka membuat “quiet hours” pada hari Selasa, Kamis dan Jumat pagi sebelum siang. Tujuannya adalah untuk memberi para coders sebuat sterile cokpit, yang membuat mereka bisa konsentrasi dalam coding yang complex dengan tiada interupsi secara berkala. Bahkan buat para orang yang secara sosial tidak sensitif, hal ini direspons dengan baik dalam merubah Path-nya. Salah seorang engineer yang sebelumnya termasuk penginterupsi terburuk menyatakan, “Saya selalu khawatir dengan waktu tenang saya sendiri dan bagaimana cara untuk mendapatkan nya lebih banyak, tapi dengan experiment ini membuat saya berpikir bagaimana saya meiliki impact terhadap orang lain.”
Pada akhirnya IT group ini memenuhi tujuan devlopment yang prrsis 9 bulan. Divisi VP mengatribusikan pencapaian waktu sterile cokpit ini: “Saya sangat tidak berpikir kita bisa mencapai deadline tanpa sterile cockpit ini.” ” Ini adalah benchmark yang baru.” Katanya.
<>
bagi manajemen yang cerdik mengenai balance sheet layaknya seperi financial magic. Hal ini membuat kita meng-improve financial performance perusahaan kita tanpa dengan meningkatkan sales atau menurunkan cost.
Manajemen balance sheet yang baik membuat bisnis semakin efisien dalan mengubah input menjadi output dan akhirnya menjadi cash. Hal ini mempercepat siklus cash conversion.
Perusahaan yang dapat menghasilkan lebih banyak cash dalam waktu yang lebih sedikit memiliki kebebasan untuk bertindak, dimana mereka tidak begitu tergantung dengan investor luar atau debitor.
Secara khusus, kita perlu mengerti ide tentang bagaimana me-manage working capital. Bila kita belajar bagaimana team kita mengatur working capital dengan baik, maka kita akan mendapatkan efek powerful dalam kedua profitability perusahaan kita dan posisi cash-ya.
<>
Menurut Warren E. Buffett, ada 4 buku uang memenuhi perpustakaannya yang begitu berharga dan telah ditulis kurang lebih 50 tahun yang lalu, yaitu:
1. Edisi Pertama dari The Wealth of Nation oleh Adam Smith (1776)
2. The Intelligent Investor oleh Benjamin Graham (1949)
3. Security Analysis oleh Graham & Dodd (1940 Edition)
4. Security Analysis oleh Graham & Dodd (1934 Edition) plus remarks dari Dodd
>
Methoda Net Present Value (NPV) adalah merupakan methoda yang lebih kompleks dari methoda Payback, tetapi methoda ini lebih powerful dan biasanya inilah methoda yang pertama dipilih oleh para professional keuangan untuk menganalisa capital expenditure (Capex).
Alasannya?
Pertama, methoda ini memperhatikan time value dari uang, men-discount cash flow yang akan datang untuk mendapatkan nilai sekarang.
Kedua, methoda ini memperhatikan cost of capital dari sebuah bisnis atau hurdle rate yang lain.
Ketiga, methoda ini menyediakan jawaban dalam nilai dollar sekarang sehingga membuat anda dapat membandingkan initial cash outlay dengan return dari present value.
Net Present Value secara simple setara dengan present value dikurang dengan initial cash outlay.
Jika Net Present Value lebih besar dari nol maka nilai ini bisa diterima karena return lebih besar dari hurdle rate perusahaan tersebut.
Salah satu kelemahan dari methoda Net Present Value adalah susah untuk dijelaskan dan dipresentasikan kepada orang lain, management team misalnya, atau bahkan kepada investor dari luar.
Methoda Payback lebih mudah dimengerti, tetapi methoda Net Present Value adalah angka yang berdasarkan discounted of future cash flows.
Kelemahan lain adalah, sebagai seni dari finance, karena perhitungan NPV berdasarkan dari beberapa estimasi dan asumsi. Hanya cash flow projection yang bisa kita estimasi. Sementara initial cost dari sebuah project susah untuk ditetapkan. Dan dengan hurdle rate yang berbeda-beda, bisa memberikan anda hasil NPV yang berbeda pula.
Tetapi, semakin kita mengerti methoda ini semakin mudah kita untuk membuat asumsi yang make sense.
Pengertian kita tentang analisanya akan meningkatkan rasa percaya diri untuk menjelaskan kenapa atau kenapa tidak kita memutuskan sebuah investasi.
Happy investing!
<>
Berikut sdalah hal-hal yang menghalangi kita mendengar suara Allah:
1. Pengetahuan yang kurang tentang Allah
2. Rasa percaya diri yang kurang
3. Rasa bersalah yang menipu
4. Kesibukan
5. Tidak percaya
6. Rasa marah kepada Allah
7. Tau tentang dosa tetapi tidak mau lari
8. Jiwa yang memberontak
9. Menolak utusan dari Allah
10. Tidak terlatih untuk mendengar
Ada 4 jenis cara berpikir spiritual orang yaitu:
1. A closed mind
Mereka adalah benih yang jatuh di pinggir jalan dan burung pun datang dan memakan mereka.
2. A cloudy mind
Ada beberapa benih yang jatuh ke tanah berbatu, yang memiliki sedikit tanah sehingga mereka layu karena tidak cukup dalam masuk ke dalam tanah.
3. A cluttered mind
Dan beberapa benih jatuh diantara semak-semak sehingga layu dan mati.
4. A committed mind
Tetapi benih yang lain jatuh ke tanah yang subur dan menghasilkan panen ada yang 100x, ada yang 60x dan ada yang 30x.
Allah mencari dukungan bukan kepada yang closed mind, atau yang cloudy mind, atau juga yang cluttered mind tetapi kepada yang committed mind.
Type mind-set manakah anda?
<>
Brasiliata adalah sebuah perusahaan manufaktur di Brazil yang bernilai 170 juta dollar memproduksi berbagai macam kaleng dari besi.
Seperti yang kita ketahui, industri manufaktur kaleng sudah mature dan tidak begitu bertumbuh sehingga kurang memiliki rasa excitement yang mumpuni. Tapi Brasiliata menghilangkan stereotype yang bersifat boring dan manufaktur yang sudah stuck begitu saja. Brasiliata mempunyai reputasi sebagai perusahaan yang inovatif terbaik di Amerika Latin.
Bagaimana cara sebuah perusahaan manufaktur kaleng menjadi sebuah perusahaan inovator?
Para pendiri Brasiliata terinspirasi oleh pilosofi manufaktur otomotive dari Jepang seperti Honda dan Toyota yang mendukung pegawai frontline mereka supaya memiliki ownership dalam pekerjaan mereka.
Sebagai contoh di Toyota, setiap pegawai yang melihat sebuah defect/kerusakan, dia bisa memberhentikan proses assembly line (hal ini sangat tidak mungkin terjadi di Detroit pada masa itu).
Toyota dan Honda juga menumbuhkan sifat inovasi pada seriap karyawannya.
Pada tahun 1987, founders Brasiliata menayangkan program employee-innovation yang bermodelkan pendahulu mereka di Jepang.
Sebuah identitas baru adalah bagian inti dari program tersebut. Karyawan Brasiliata menjadi terkenal sebagai para inventors ketika mereka bergabung dengan perusahaan ini dan mereka diminta untuk menandatangani “innovation contract”. Hal ini bukan hanya merupakan bahasa yang menyenangkan.
Para top manajemen menantang para karyawan untuk mencari potensi inovasi-berupa ide-ide bagaimana cara membuat produk yang lebih baik, memperbaiki proses produksi, dan menurunkan cost produksi.
Procedure yang dikembangkan dalam pabrik membuat gampang bagi para inventors memasukkan ide-ide mereka. Program ini sangat sukses besar.
Pada tahun 2008, para karyawan memasukkan 134,846 ide-ide, rata-rata 145.2 ide per orang penemu/inventor.
Angka ini membuat Brasiliata sejajar dengan perusahaan Jepang yang terkenal yang menjadi sumber inspirasi mereka.
Brasiliata juga memiliki policy untuk tidak mem-PHK karyawan dan juga mendistribusikan 15% dari net profit buat karyawannya.
Tidak menjadi suatu kejutan bila Brasiliata selalu konsisten menjadi “best places to work” di Brazil.
<>
Coach NFL, Bill Parcells, yang memenangkan 2 Super Bowls sebagai coach dari New York Giants, juga mendukung prinsip “Bahkan kesuksesan -kesuksesan kecil ankan sangat menjadi powerful dalam menolong orang percaya pada diri mereka sendiri.
Dalam sebuah artikel di Harvard Business Review, Bill menjelaskan:
Di dalam camp training, biasanya, team kami tidak fokus kepada ultimate goal yaitu memenangkan Super Bowl.
Kami membuat sejumlah goals yang jelas yang dalam jangkauan pencapaian secepatnya. Kami akan menjadi team yang smart, menjadi team dengan kondisi terbaik, menjadi team yang akan bermain secara sungguh-sungguh, menjadi team yang punya harga diri dan menjadi team yang menang secara kolektif, menjadi team yang tidak saling mengkritik satu sama lain.
Ketika kami mulai bertindak dalam arah untuk mencapai goals tersebut, saya memastikan semua team member mengetahuinya.
Saya menekankan hal-hal positif dalam setiap kesempatan dan pada waktu yang bersamaan saya menekankan tujuan berikutnya yang harus kami capai.
Jika kami melakukan sebuah good practice yang specific, maka saya akan mengatakan kepada team bahwa kita telah melakukan sesautu hari ini yaitu kita melaksanakannya dengan baik. “Saya sangat senang dengan pekerjaan kamu. Tapi saya juga mengharapkan hal ini untuk dilakukan besok yaitu melakukan team work yang tidak bercela. Jika kalian mencapainya, maka team kita akan siap untuk pertandingan pada hari Minggu.”
Ketika kita set goals kecil yang visible, dan orang mencapai goals tersebut, maka mereka mulai percaya bahwa mereka bisa sukses. Mereka akan mematahkan habit tentang kalah dan mulai masuk ke dalam habit menang.
<>
CEO 7-Eleven Jepang, Toshifumi Suzuki, sudah lama percaya bahwa salah satu masalah utama dalam bisnis retail adalah kehilangan sales akibat item yang out-of-stock.
Selanjutnya, sejak dia membuka gerai pertama pada tahun 1974, Suzuki secara konsisten meningkatkan inventory dari gerai-gerai miliknya dan juga kemampuan product management mereka.
Sejak dini, Suzuki men-defenisikan penduplikasian operating model, yang sejalan dengan waktu berupa teknologi kelas dunia dan proses distribution management ke dalam semua gerai SEJ yang berjumlah 12,034. Sebagai hasilnya, setiap gerai meng-optimize inventory-nya untuk memenuhi permintaan dari para pelanggan-nya.
Bagaimana mereka mencapai hal tersebut?
Kesuksesan SEJ dimulai dari pegawai gerai yang cakap dan terlatih dalam memgambil keuntungan dari kemampuan platform digital SEJ.
Untuk pertama kalinya SEJ memperkenalkan point of sale sustem (POS) di awal tahun 1980an.
Data yang POS hadilkan telah menolong SEJ menganalisa habit pembelian pelanggan mereka untuk memperbaiki proses product ordering.
Data POS menjadi semakin berharga sejak awal tahun 1990an, ketika SEJ meng-install jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi dan diikuti dengan koneksi satelit.
High speed telecommunication system membuat sales report tersedia secara instant terhadap SEJ supply chain yang kemudian membuat SEJ merobohkan lead time antara sale dan replenishment.
Sejak itu, SEJ telah membuat sebuah “total information system” yang menyambungkan gerai, HQ, dan lokasi supplier.
Di masing-masing gerai, para pegawai mempunyai akses ke sales terkini, kondisi cuaca, dan product range information, dimana semua itu dipaparkan secara grografis untuk mendukung keputusan dalam ordering.
Sebagai hadilnya, 70% product baru diperkenalkan tiap tahun di masing-masing gerai.
Dari sisi pelanggan, penggunaan platform yang sangat efektif yang dimiliki SEJ, sehingga ketika cuaca hari yang panas akan banyak kotak bento di gerai 7-Eleven Jepang, dan ketika pada cusca hari yang dingin, akan banyak mie hangat diperjualkan.
Sebagai hasilnya, benefit tercipta dari kedua customer lotalty dan sales yang lebih tinggi.
Selama bertahun-tahun, SEJ secara konsisten mengalahkan para competitornya dalam rata-rata penjualan harian dan margin keuntungan.
<>