If We Can’t Change #Time, Why Count Days

If We Can’t #Change Time, Why Count Days?

For the Light 🕎, “whose measure is longer than the #earth🌏 and broader than the #ocean🌊,” containing the #infinite🔁 #wisdom📈 of G-d, was given to finite beings, men limited to a life-span of short duration, of “#threescore✅3️⃣ years and ten, 🔟or, if in #strength🌪, fourscore years❌4️⃣.

Can a being so limited in #time do #justice⚖️ to such an #unlimited🔁 #gift💝? Can a finite being like man have any grasp of the #infinite 🔁Light?

That is why, in preparation for receiving the Light🕎, we were #commanded 📜 to count the days in order that we be #impressed 🧘🏿‍♂️ with the significance of Time⏳.

It is thereby emphasized that although we cannot alter the #flow of time, either #stretching📉 it or retracting it, this is so only #superficially🧞‍♂️. In #reality🧜‍♂️, each #particle☄️ of time, not any long #period🍩, but even a day, gives us almost #infinite 🔁possibilities. Therefore, although #human👽 life is limited on this #earth🌏 to a certain number of years, one is not limited in one’s possibilities to use them in such a way, and to #accomplished📈✅ so much, as would take others thousands 🔟0️⃣0️⃣of years⏳ to accomplish📈✅.


#time #limited #light #man #unlimited

Life is A Choice to be Made

Hari ini saya keluar dari kantor jam 5.30pm. Jalur yang biasa saya tempuh cukup hanya dengan 20 menit kalau saya keluar dari kantor jam 4.30pm menjadi 1 jam 20 menit (80 menit).

Kalau saya pulang jam 4.30pm biasanya saya masih check email di malam atau pagi hari karena bisa tiba di rumah lebih awal.

Kalau saya pulang jam 5.30pn, saya tidak akan check email lagi karena pulang sudah kemalaman dan biasanya sudah kecapean.

Kejadian ini membuat saya memutuskan untuk pulang dari kantor lebih awal dan tetap bisa menindak lanjuti pekerjaan kantor bila ada.

Bagaiman cara kita dalam menghadapi traffic commuting dari tempat kita bekerja?

The post “Life is A Choice to be Made” appeared first on krismanoppusunggu.com

Priority: Family, Friends, Health, and Work

Jika dalam hidup ini kita cuma bisa memilih 2 dari empat kategori (family, friends, health, dan work) manakah yang menjadi priority kita?

Kalau kita memilih friends dan work konsekuensinya adalah career dan networking kita akan baik dan meningkat sementara kita harus rela kalau kehidupan keluarga dan kesehatan kita akan kurang baik bahkan menurun.

Tetapi dilain pihak, jika kita lebih memilih family dan health, maka konseksuensinya adalah kehidupan keluarga dan kesehatan kita akan baik tetapi kita harus siap career dan networking kita akan menjadi biasa-biasa saja.

Priority mana yang akan kita pilih?

The post “Priority: Family, Friends, Health, and Work” appeared first on krismanoppusunggu.com