There is Always an End to Every Critical Situation

Puji Tuhan, setelah menjalani 3 minggu yang panjang, akhirnya project critical yang sedang saya manage passed acceptance test.

Ada banyak bumpy roads yang terjadi selama project saya ini berjalan, namun dengan kasih karunia Yang Maha Kuasa dan faith yang kami miliki, bisa kami lalui dengan baik.

Sejak awal saya sudah melihat tanda-tanda dari Yang Maha Kuasa bahwa no matter how this project goes, it will be finished in due time.

Ada eskalasi yang sepatutnya tidak terjadi apalagi pada saat saya dalam medical care leave. Namun dengan kerendaham hati saya berusaha memaafkan hal tersebut. Saya mencoba tidak membawa hal tersebut personally. Dan mencoba ber-empati dengan melihat dari sepatu kolega saya tersebut. Alhamdullilah membuat saya bisa memaafkan dan berdamai.

Walaupun hampir seminggu full tidak tidur sehingga berat badan saya turun drastis – begitu kata orang-orang yang memperhatikan saya, tidaklah membuat saya tertekan dan marah.

Dengan bertambahnya usia saya post 40, saya merasa makin bisa berdamai dengan hal-hal yang terjadi dalam liku-liku perjalanan seorang project manager.

Saya makin bisa melihat hal-hal secara helikopter view dan bisa mem-foresee apa yang akan terjadi kedepannya. Bukan meramal lho!

Tepatlah apa yang dikatakan Napoleon Hill bahwa life after 40 adalah hidup yang cukup bermakna bila kita bisa melihat hal-hal secara tenang dan dalam damai sejahtera.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi tekanan ketika sedang kurang tidur dan sedang menghadapi banyak masalah?

The post “There is Always an End to Every Critical Situation” appeared first on krismanoppusunggu.con

Pressures then Rewards

Kamis lalu saya gagal menuliskan blog dalam Thursday Blog Day (TBD) karena hebohnya kejadian-kejadian hari itu.

Saya sedang medical care leave dan tiba-tiba terjadi eskalasi yang membuat saya harus tetap bekerja dan menerima banyak sekali phone calls.

Malamnya saya kurang tidur karena sepupu istri saya passed away di usia muda dan baru pulang dari rumah duka jam 5 pagi.

Puji Tuhan, satu persatu masalah terselesaikan. Benar, ini hanya karena kuasa Tuhan. Praise the Lord!

Hari ini, perusahaan kami tempat bekerja memenangkan sebuah strategic deal dengan customer yang totally baru buat bidang pekerjaan perusahaan kami.

Saya tidak tahu bagaimana pressure yang akan saya hadapi dalam benda baru di perusahaan kami ini.

Cuma satu yang saya ingat yaitu doa Ibu saya yang menyatakan: “Tuhan tolong beri kemampuan kepada anak saya dalam menghadapi tantangan pekerjaan, setelah kau telah memberkatinya dengan proyek-proyek yang cukup challenging. Berkati juga Boss nya di kantor supaya damai sejahteraMu menyertai mereka.”

Thanks Mom!

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi tekanan pekerjaan?

The post “Pressures then Rewards”appeared first on krismanoppusunggu.com

Upgrade Night Activity – Continued

Malam ini untuk yang ketiga kalinya kami melakukan aktifitas kerja malam untuk sebuah pekerjaan upgrade di salah satu Telco Operator.

Pengalaman menarik yang saya dapat pada malam pertama adalah ketika kami mendapatkan problem. Saya mengkontak teman-teman di seluruh dunia yang masih online sekitar jam 01.00AM.

Ada yang di Bali, Singapore, Mexico, Arab, dan USA. Kebetulan kami memiliki WhatsApp Group untuk silaturahmi koneksi pekerjaan kami (OSSID). Nah teman-teman di WAG OSSID inilah yang membantu untuk mensolve masalah yang kami hadapi. Thanks, friends! 🙂

Saya cukup bersyukur dan puas di era Digital Ae ini, yang membantu mensolve problem dalam prkerjaan saya via kolaborasi dengan teman-teman di seluruh dunia lewat Net.

Bagaimana Digital Age mempengaruhi cara bekerja kita?

The post “Upgrade Night Activity – Continued” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Upgrade Night Activity

Setelah beberapa tahun, malam ini saya hadir menemani team dalam aktifitas upgrade software untuk Core Network di salah satu Telco Operator di Indonesia.

Cukup fun dan exciting bekerja bersama team di ruang server yang super dingin ditambah kehadiran seorang expert dari negara Ireland.

Saya teringat masa-masa lajang saya dalam dunia Telco dimana saya banyak sekali melakukan night aktifitas di seluruh Indonesia bahkan di beberapa negara di dunia seperti Thailand, Brazil, Argentina, dan USA.

I hope and pray that our upgrade will be succedded.

Bagaimana kenangan masa lajang membuat kita kembali excited?

The post “Upgrade Night Activity” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Digital Natives

@ The Open University dalam online class-nya:

https://www.futurelearn.com/

yang berjudul “Childhood in The Digital Age” menyebutkan ‘digital native’ (atau ‘net generation’, atau ‘Google generation’, atau ‘millenials’) adalah anak-anak yang mengahiskan kebanyakan waktu mereka dengan online, atau selalu connected. Hal ini digambarkan selayaknya ‘native speakers’ yang fasih dalam bahasa digital dari komputer, video games, dan internet. (Prensky, 2005, p. 8) .

Ada perbedaan diantara para ‘digital natives’, yaitu yang pada umumnya lahir di tahun 1980-an, yang technologically adept dan merasa nyaman dalam dunia technology dengan yang lahir sebelum tahun 1980-an, yang takut dan kurang confident dalam menggunakan technology.

Sebagai justifikasi, Prensky menggambarkannya dalam teori yang dikenal secara luas yaitu teori neuroplasticity. Yang mana berarti otak kita sangatlah flexible dan akan selalu berubah sepanjang hidup kita. Koneksi neural di otak kita yang berbeda akan berubah dan berevolusi selama masa kanak-kanak sebagai response dalam menghadapi kondisi lingkungan. Disebutkan bahwa otak anak-anak jaman sekarang berkembang secara berbeda dari perkembangan otak orang dewasa, karena anak-anak tersebut dikelilingi oleh berbagai teknologi baru.

Bagaiman sikap kita dalam melihat peran teknology dalam perkembangan anak-anak kita?

The post “Digital Natives” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Retired Rich Experience by E. F Schumacher

Dalam buku berjudul Small is Beautiful karya E. F Schumacher yang saya sedang baca, dinyatakan bagaimana pengalaman pensiun secara kaya, yaitu:

“Bisa melakukan apa saja hal-hal yang senang kita lakukan setiap hari yang tidak ada hubungannya dengan seberapa wealth yang dimiliki.”

Bagaimana konsep kita tentang pensiun?

The post “Retired Rich Experience by E. F Schumacher” appeared first on krismanoppusunggu.com

How to Reach Rich Life Now

Joshua Sheats dalam Podcast-nya yang berjudul “How to Reach Rich Life Now” menyatakan:

Hidup kaya adalah bukan dengan ada berapa digit dalam tabungan kita, tetapi seberapa bebas kita dalam mempergunakan semua resources kita seperti uang, waktu, aktifitas kerja sehari-hari, dan relationship kita dengan orang yang kita cintai.

Saya mau tanya dan coba kita jawab dengan jujur: pekerjaan mana yang akan kita pilih: jadi tukang jaga pintu toll dengan penghasilan USD 100K per tahun atau jadi seorang arsitek dengan penghasilan USD 75K per tahun?

Bagaimana cara kita melihat apa arti hidup kaya itu?

The post “How to Reach Rich Life Now” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Minimalist

Dalam blog becomingminimalist.com oleh Joshua Becker, disebutkan beberapa tips untuk membuat simple kehidupan finansial kita, yaitu:

1. Usahakan untuk cuma punya satu credit card saja

2. Hiduplah bebas dari hutang

3. Investlah dalam bentuk saham

4. Usahakan selalu bayar dengan cash sebisa mungkin

5. Berhentikanlah setiap layanan langganan berbayar kalau tidak terlalu dipakai

6. Kurangilah harapan-harapan kita

7. Usahakanlah tinggal dalam rumah yang tidak terlalu brsar sehingga tidak membebani cicilan KPR bulanan kita

8. Lakukanlah lebih banyak kegiatan-kegiatan yang bisa menambah income kita

9. Matikan TV dan gunakanlah internet untuk hal-hal yang positif saja

Bagaimana cara kita untuk membuat simple pemgeluaran dalam hidup kita?

The post “Minimalist” appeared first on krismanoppusunggu.com