Upgrade Night Activity – Continued

Malam ini untuk yang ketiga kalinya kami melakukan aktifitas kerja malam untuk sebuah pekerjaan upgrade di salah satu Telco Operator.

Pengalaman menarik yang saya dapat pada malam pertama adalah ketika kami mendapatkan problem. Saya mengkontak teman-teman di seluruh dunia yang masih online sekitar jam 01.00AM.

Ada yang di Bali, Singapore, Mexico, Arab, dan USA. Kebetulan kami memiliki WhatsApp Group untuk silaturahmi koneksi pekerjaan kami (OSSID). Nah teman-teman di WAG OSSID inilah yang membantu untuk mensolve masalah yang kami hadapi. Thanks, friends! ūüôā

Saya cukup bersyukur dan puas di era Digital Ae ini, yang membantu mensolve problem dalam prkerjaan saya via kolaborasi dengan teman-teman di seluruh dunia lewat Net.

Bagaimana Digital Age mempengaruhi cara bekerja kita?

The post “Upgrade Night Activity – Continued” appeared first on krismanoppusunggu.com

 

Digital Natives

@ The Open University dalam online class-nya:

https://www.futurelearn.com/

yang berjudul¬†“Childhood in The Digital Age” menyebutkan¬†‘digital native’ (atau¬†‘net generation’, atau¬†‘Google generation’, atau¬†‘millenials’) adalah anak-anak yang mengahiskan kebanyakan waktu mereka dengan online, atau selalu connected. Hal ini digambarkan selayaknya ‘native speakers’ yang fasih dalam bahasa digital dari komputer, video games, dan internet. (Prensky, 2005, p. 8) .

Ada perbedaan diantara para ‘digital natives’, yaitu yang pada umumnya lahir di tahun 1980-an, yang technologically adept dan merasa nyaman dalam dunia technology dengan yang lahir sebelum tahun 1980-an, yang takut dan kurang confident dalam menggunakan technology.

Sebagai justifikasi, Prensky menggambarkannya dalam teori yang dikenal secara luas yaitu teori neuroplasticity. Yang mana berarti otak kita sangatlah flexible dan akan selalu berubah sepanjang hidup kita. Koneksi neural di otak kita yang berbeda akan berubah dan berevolusi selama masa kanak-kanak sebagai response dalam menghadapi kondisi lingkungan. Disebutkan bahwa otak anak-anak jaman sekarang berkembang secara berbeda dari perkembangan otak orang dewasa, karena anak-anak tersebut dikelilingi oleh berbagai teknologi baru.

Bagaiman sikap kita dalam melihat peran teknology dalam perkembangan anak-anak kita?

The post “Digital Natives” appeared first on krismanoppusunggu.com