Blinks – Dophamine, Endhorpin, Oxytocin, Seretonin (Brain Chemicals)

Menurut Loretta Graziano Breuning dalam bukunya yang berjudul “Meet your happy chemicals”, ada empat zat kimia dalam otak yang buat kita senang/bahagia yaitu: dophamine, endhorpin, oxytocin, dan seretonin. Kononnya dalam rokok terdapat zat dophamine yang bisa membuat para perokok candu.

Nah bagaimana ke-empat zat kimia ini mempengaruhi kita?

Kebahagaiaan tidaklah bersifat sewenang-wenang/mutlak/tidak dapat dipengaruhi. Sebaliknya, kebahagiaan bersifat alami dan berakar dari proses kimia di otak kita – [rpses yang telah terbentuk jauh sebelum terjadinya evolusi umat manusia! Tetapi hal itu tidaklah membuat kita powerless dalam menentukan kebahagiaan kita.

Anjuran yang bisa kita terapkan:
Adalah mudah untuk meratapi kenyataan bahwa kita merasa lebih sedikit bergembira ria, tetapi sebenarnya, kita harus merasa “unhappy”. Kenyataannya, tanpa ketidak bahagiaan, tidak akan ada rasa bahagia. Maka marilah kita menerima zat kimia ketidak bahagiaan dan hadapi pengaruhnya dalam hidup kita, karena zat-zat kimia ketidak bahagiaan tersebut tidak akan hilang segera!

#Diambil dari Blinkist

Blinks – You are not your brain

Menurut Jeffrey M. Schwartz dan Rebecca Glading dalam buku mereka yang berjudul “You are not your brain”,
otak kita dapat memberikan message yang salah dan bahkan destruktif yang dapat men-trigger kebiasan yang buruk.
Tetapi kita memiliki kemampuan untuk merubah bentuk pattern wiring otak kita.
Ada 4 step (Four Steps) yaitu: relabeling, reframing, refocusing, dan revaluing yang membuat kita bisa mem-break down asosiasi antara pikiran yang buruk dan kebiasaan kita.

Anjuran yang bisa kita lakukakn:
Ketika anda dalam situasi untuk melakukan procastinasi, lakukan Four Steps berikut:
1. Relabel, dengan mengatakan apa yang sedang terjadi: e.g. “Saya harus melihat Facebook sekarang.”
2. Refarme, dengan mengingatkan diri kita sendiri kenapa hal ini menyusahkan kita: “Men-check Facebook menurunkan rasa kekuatiran saya dimana saya tidak akan bisa menyelesaikan perkerjaan saya on time.
3. Refocus, yaitu dengan melakukan seauatu yang produktif seperti dengan memulai bagian-bagian pekerjaan yang paling gampang.
4. Revalue, yaitu dengan mengenali bahwa implus procrastinasi tersebut hanyalah message tipuan otak kita, dan tidak harus kita pikirkan secara serius.

Unutk membantu kita melakukan the Four Steps adalah dengan selalu membawa notebook kecil bersama kita supaya kita bisa sehat, produktif dan fun dalam upaya fokus terhadap aktifitas kita. Dengan cara ini, kita tidak akan pernah dalam kondisi idle-kurang aktifitas yang bisa membawa kita melihat Facebook.

#Diambil dari Blinkist

Blinks – Brain Bugs

Menurut Dean Buonomano, dalam bukunya yang berjudul Brain Bugs, walaupun otak manusia dapat melakukan hal-hal yang luar biasa, ternyata otak juga punya banyak cacat, yang Dean Buonomano menyebutnya “Brain Bugs”:
– Memori otak kita adalah tidak presisi dan kadang-kadang salah
– Kita menakutkan ha-hal yang salah sesuai hasil proses evolusi kita
– sense kita terhadap waktu hanya terbatas untuk keputusan-keputusan jangka pendek
– sense kita sangat gampang untuk ditipu

Walaupun terdapat banyak jenis-jenis brain bugs dalam otak kita, adalah sangat mungkin untuk belajar bagaimana cara menghadapai beberapa dari brain bugs tersebut.

#Diambil dari Blinkist

Lazada.co.id

Beberapa waktu lalu saya melakukan transaksi online di lazada.co.id dengan nilai yang cukup besar.
Dari hasil transaksi tersebut saya assumsikan bahwa system online lazada.co.id tidak bisa memproses transaksi dengan kartu kredit dimana bank penerbit kartu tersebut perlu melakukan verifikasi via telepon sebelum menyetujui pembayaran transaksi saya. Sewaktu proses verifikasi melalui telepon, system online lazada.co.id sepertinya langsung menutup transaksi saya. Kata “transaksi tutup” adalah istilah customer service lazada.co.id yang artinya transaksi tidak mendapat konfirmasi dari finance lazada.co.id sehinga transaksi saya ditutup atau seolah-olah tidak terjadi. Nah, setelah saya confirm ke pihak bank penerbit kartu kredit bahwa saya benar melaukan transaksi online di lazada.co.id, pihak bank saya melanjutkan authorisasi pembayaran ke lazada.co.id.
Setelah saya check ke bank penerbit kartu kredit saya, mereka menyatakan bahawa transaksi saya masih dalam kondisi “gantung” sampai dapat re-fund dari lazada.co.id dalam durasi 14 hari.
Impact yang terjadi kepada saya adalah saya tidak bisa segera membeli barang yang saya inginkan tersebut di tempat lain karena dana saya masih dalam posisi tergantung dalam kartu kredit saya sampai lazada.co.id melakukan re-fund.
Customer service lazada.co.id menyarankan saya untuk membeli lagi barang tersebut secara online di lazada.co.id ketika saya menanyakan bagaimana cara supaya saya tetap beli dan dapat barang tersebut.

Intinya, kalau dari sisi saya sebagai customer dalam kejadian ini adalah: saya hendak beli barang, dana saya tergantung karena kekurangan system online penjual, dan saya disuruh mengeluarkan uang lagi untuk membeli barang yang sama (terus terang skema seperti ini tidak akan pernah terjadi antara pemberi pekerjaan dan vendor-nya).

Bagaiman pengalaman anda dalam transaksi antara pemberi pekerjaan (customer) dengan vendor (penjual)?

#Diambil dari buku kehidupan

Blogging

Menurut Seth Godin dalam salah satu blog nya yang berjudul Talker’s block, tips untuk menulis terutama blog adalah:
1. Tulislah walaupun hasilnya buruk. Teruslah menulis walaupun buruk di public sampai kita bisa menulis dengan baik.
2. Lakukan tiap hari. Perhatikan: tiap hari. Bukan berupa diary, non fiksi, tetapi berisi analisa. Jelas dan ringkas tentang bagaimana kita melihat dunia ini.
3. Hindari perfeksionisme seperti angka nol. Karena nol adalah sempurna tanpa kerusakan. Nol adalah sesuatu hal yang lebih baik dari buruk. Jadi jika kita tau bahwa kita harus menulis besok, maka otak kita akan mulai bekerja untuk sesuatu hal yang lebih baik dari buruk.

Berikut tips menulis blog oleh Rajiv Rohan (blogger dari A learning day) dalam blog nya yang berjudul School of blog:
1. Temukanlah motivasi intrinsik. Yaitu dengan berusaha menulis untuk diri kita sendiri dan orang lain seperti ibu kita atau istri kita.
2. Dengan harapan bahwa tidak ada yang terjadi dalam 5 tahun dari hasil blog kita. Terkecuali kita seorang celeb.
3. Commit untuk menis dengan jadwal teratur seperti harian, mingguan atau dua minggguan tanpa jeda/skip.
4. Tulislah tentang hal-hal yang anda perduli.
5. Pertimbangkanlah bahwa dengan menulis blog adalah sebuah kesempatan untuk berfikir.
6. Hanya meluncurkan tulisan kita (Ship)
7. Penulis block adalah sebuah mithos.

#Diambil dari blog

The Invisible Hand

Bagaimana cara the invisible hand bekerja? Dengan cara bertindak untuk kepentingan sendiri sehingga dapat menghasilkan benefit kepada society secara keseluruhan.

Banyak orang berpikir bahwa tidak mementingkan diri sendiri adalah prinsip yang mulia. Tetapi sebenarnya, menurut fakta, bertindak untuk kepentingan diri sendiri memberi dampak keuntungan kepada seluruh negara.
Mari kita explore kenapa ini bisa terjadi.
Orang-orang memiliki tendensi yang alami untuk kepentingan diri sendiri. Karena sebenarnya, kepentingan diri sendiri, bukan tindakan yang mementingkan orang lain, yang memotovasi orang untuk berdagang.
Para penjual daging atau penjual roti tidak menjual karena kemurahan hati, tetapi untuk kepentingan diri sendiri; mereka tertarik akan uang yang dibayar untuk barang dagangan nya.
Rasa kepentingan diri sendiri ini jugalah yang mendorong mereka untuk selalu menjual barang dagangan yang lebih baik kualitasnya, karena kalau tidak pembeli akan pindah ke orang lain.
Dengan memikirkan kepentingan diri sendiri mencegah kita meng-abuse pelanggan kita dengan cara menaikkan harga seenaknya, atau menjual barang berkualitas rendah.
Self-regulasi seperti ini adalah suatu keuntungan bagi perdagangan. Hal ini juga berarti bahwa government regulasi hanya akan dibutuhkan jika self-regulasi sudah tidak cukup mampu menahan para pedagang dalam meng-abuse pelanggan.
Juga kepentingan diri sendiri yang individual akan membantu masyarakat secara keseluruhan. Ketika kita punya modal untuk di-invest, maka kita cenderung invest di dalam negeri ketimbang ke luar negeri, karena hal ini lebih secure.
Kedua, karena kita self-serving, maka kita akan selalu invest capital kita untuk kepentingan gain kita sendiri.
Walaupun kedua aksi ini bersifat egois, tetapi sebenarnya keduanya meningkatkan revenue society secara keseluruhan. Lebih banyak capital yang ditaruh di industry di dalam negeri, dan capital diberikan kepada interest yang sukses sehingga menghasilkan revenue yang lebih besar.
Karena peningkatan revenue adalah karena peningkatan produksi, investasi capital kita secara umum men-guide society kita untuk dapat menghasilkan lebih banyak, yang pada akhirnya menghasilkan lebih banyak kemakmuran kepada negara.
Hal ini seolah-olah seperti the invisible hand meminpin kita untuk mempromosikan kepentingan society, walaupun sebenarnya itu bukan didasarkan atas kepentingan diri kita sendiri.

#Diambil dari buku The Wealth of Nation