Fasting and being accustomed

Hari ini saya melakukan ritual puasa yang ke-11 kali dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Berbeda dengan puasa saya diawal-awal kali saya melakukannya, puasa saya akhir-akhir ini tidak lagi disertai dengan challenges yang mempengaruhi saya untuk berhenti/stop berpuasa.

Puasa saya sekarang semakin lancar-lancar saja. Doa-doa pengharapan saya semuanya dijawab oleh Yang Maha Kuasa.

Saya sungguh mendapatkan apa yang dimaksud dari ritual puasa seperti yang saya ketahui dari buku Fasting and Prayer karya Steven Brooks. Semua yang dijelaskan dalam buku tersebut, ketika saya praktekkam dalam ritual puasa saya terjadi. Bahkan terasa seperti sangat instant.

Challenges berikutnya yang saya rasakan dalam puasa saya akhir ini adalah perasaan saya yang flat dan tidak semenggebu-gebu seperti diawal puasa saya.

Semoga perasaan flat ini tidak mengurangi upaya puasa saya sehingga saya tetap mengimani dan melakukan ritual puasa regardless akan kondisi perasaan saya sehingga hanya nama Tuhanlah yang dimuliakan.

Bagaimana sikap kita ketika kita merasa puasa jadi begitu biasa/flat?

#Diambil dari buku kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s