Soda water

Tahukah kita siapa penemu soda water? Bahan buat minuman berkarbonasi yang selalu kita nikmati selama ini. Dialah Joseph Priestley (1772) dari UK. Semasa hidup beliau mengalami kekurangan uang dengan anak-anak yang jumlahnya 8 orang, sehingga beliau terpaksa bekerja jadi tutor pendidikan semacam privat less buat keluarga lainnya. Joseph Priestley memiliki cukup banyak hobby dari science, pholosophy dan religious organization. Dan ternyata beliau juga penemu oksigen…hebat ya…

Confirmation bias

Habit normal kita biasanya cenderung untuk membuat rasa percaya yang instant tentang sebuah situasi kemudian kita akan menelusuri informasi yang meneguhkan rasa percaya kita tadi. Hal ini dinamakan “confirmation bias”. Bahwa kita merasa kita telah membuat keputusan secara sadar tetapi dalam realitasnya kita lebih cenderung mengikuti guts feeling kita. Apakah anda pernah merasakan hal seperti ini? Comments please…

Opening and closing the door

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, ada skema seperti system buka tutup pintu. Ketika saya membuka pintu atau memutuskan satu hal maka akan tertutup pintu untuk hal lain. Atau sebaliknya bila saya menutup pintu untuk satu hal atau memutuskan untuk tidak melakukan satu hal akan ada pintu lain yang akan terbuka atau hal lain yang perlu saya lakukan. System buka tutup pintu ini baik untuk kita perhatikan supaya kita tidak jadi greedy untuk membuka semua pintu atau hal yang cuma kita inginkan saja karena alam atau Yang Maha Kuasa akan memberi balance dengan menutup pintu lain. Mari kita semakin bijaksana…

Cue, Routine & Reward

Adakalanya kondisi fisik kita tidak sebaik yang kita rasakan dan inginkan. Komdisi tersebut membuat kita jadi lemah dan kurang berdaya sehingga kita mau gave up saja buat hari itu. Tapi kalau kita coba push ourselves sedikit dengan menjalani pekerjaan di tengah keterbatasan fisik, ada hal-hal positif yang dapat kita rasakan. Pekerjaan bisa selesai dan ada reward “accomplishment”. Dengan cue make time dan effort, disertai dengan routine pekerjaan, terdapatlah reward sense of accomplishment.

In a quest to become “1 percent”

“Motivation gets you started, HABIT keeps you going” by Jim Rohn

It may take a long haul to be the number one at your workplace, but to join the one percent of population who can finish a full marathon will take longer way to run.
Why marathon, one may asked.
Well, all is started with a first step.
In need for an exercise regimen to maintain health, I started running since September 2012.
I chose running since it’s the easiest sports and the most economical as you only need shirts, pants and a good pair of running shoes.
After I quit smoking in June 2013, I had developed the new habit.
Scientifically, human needs 21 consecutive events to build a new habit that may take days, or weeks.
Story short, running has become my routine.
My running distance started from 300 meters in the first two weeks, 500m in the following 2 weeks.
I run my first 700m on Dec 26, 2012, which was my 40th birthday.
On my birthday the year after, I managed to run for 26.12 kilometers.
As I’m getting more fit and my body craving for more physical activities, I set the new goal of running for a marathon.
Hence the past year I have prepared my body and mind for it.
To prepare for a marathon you need a will power, discipline, strong physical body and healthy/stable cardio.
I run three times a week the whole year and skipped it only when I was not well.
During running, I always trying to keep my heart rate at 80 percent of my maximum heart rate.
(Max. heart rate for 40 years old is 180 beats per minute (bpm), hence 80% is around 90-153 bpm).

Capture_Know Your Number

Table 1: Know Your Number

A study says that only 1 percent of human population on earth who can finish a full marathon (42.195K).

It’s indeed a big challenge, but I will just keep on running into it.

Capture_Marathon_Wikipedia

Hubungan “weak ties”

Community membantu menghubungkan kita dengan para members yang merupakan bagian dari pegawai kantor tempat kita bekerja. Melalui hubungan informal dalam community ties yang terjadi, sangat membantu dalam proses formal pekerjaan. Hubungan ini digolongkan dengan weak ties (non personal) oleh Charles Duhigg dalam bukunya yang berjudul The Power of Habit. Melalui hubungan “weak ties” inilah gerakan persamaan derajat oleh penduduk kulit hitam di Amerika Serikat yang dimotori oleh Dr. Martin Luther King, Jr. berhasil. Semoga hubungan “weak ties” dalam community dapat membantu mencapai tujuan-tujuan kecil sampai tujuan besar dan mulia yang hendak kita capai.