Glad to get up in the morning

Karl Pillemer, PhD, dalam bukunya yang berjudul “30 Lessons for Living”, manyatakan beberapa point-point menarik supaya hidup bahagia dalam pekerjaan dan bisa betah, yaitu:

1. Choose the career for the intrinsic rewards, not the financial ones.
Kesalahan karir terbesar yang orang buat adalah dengan memilih profesi berdasarkan potential earnings. Passion dan adanya rasa akan sebuah tujuan mulia untuk sebuah pekerjaan lebih menendang daripada gaji yang lebih besar saja.

2. Don’t give up on looking for a job that makes you happy
Menurut para experts, kegigihan adalah kunci untuk mendapatkan pekerjaan yang kita cintai. Jangan terlalu mudah menyerah ya!

3. Make the most of a bad job
Jika kita mendapati diri kita dalam situasi pekerjaan yang kurang ideal, janglah kita menyia-nyiakan pengalam tersebut. Karena kebanyakan experts mendapatkan pembelajaran dari pekerjaan-pekerjaan yang kurang baik.

4. Emotional Intelligence trumps every other kind.
Bangunlah interpersonal skills jika kita mau sukses dalam dunia pekerjaan. Bahkan bagi orang-orang yang dalam profesi yang sangat teknispun, karir mereka akan terlempar jika kurang emotional intelligence.

5. Everyone needs autonomy
Kepuasan karir sering bergantung kepada berapa otonom kita dalam pekerjaan kita. Carilah kebebasan dalam membuat keputusan dan bergeraklah kepada arah yang membuat kita tertarik tanpa banyak campur tangan dan kontrol dari atasan.

Seberapa bahagia dan betah kita dalam karir dan pekerjaan kita?

#Diambil dari buku “30 Lessons for Living”

Fasting and reading book “fail, fail again, fail better”

Hari Senin kemaren, untuk yang ke-6 kali (dari total 17 kali) saya kembali melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.

Hari Sabtu kemaren setelah dapat advise dari blog Seth Godin, saya purchased buku yang berjudul “Fail, Fail Again, Fail Better” karya Pema Chödrön. Dan dengan semangatnya buku yang unik dan jumlah halamannya cuma 100-an lebih saya selesaikan dalam 2 jam.

Ada satu cerita yang menarik yang saya dapatkan dari buku tersebut yaitu:
“Di suatu kampung di dataran Tibet, ada sebuah keluarga yeng terdiri dari seorang Bapak, Ibu dan seorang anak laki-laki. Mereka memiliki seekor kuda jantan. Pada suatu hari kuda jantannya lari pergi meninggalkan mereka. Kata sang Ibu: :Wah, sial ya? Kita sudah kehilangan kuda satu-satunya.” Kata sang Bapak: “May be yes, may be no”.
Setelah beberapa minggu, sang kuda jantan datang kembali dan membawa seekor kuda betina yang ternyata adalah pasangannya. Kuda betina ini sangat liar dan susah untuk dijinakkan. Sang anak lelaki berkata dia mau naik kuda betina tersebut untuk menjinakkannya. Sang anak lak-laki pun naik dan menjinakkan kuda betina tersebut. Ternyata dia tidak sanggup dan terlempar dari atas kuda betina tersebut sampai kakinya patah. Lalu kata sang Ibu: “Wah, kuda betina ini membawa sial ya?”. Tetapi kembali sang Bapak berkata: “May be yes, may be no”.
Dalam tiga bulan karena dalam kondisi perang, Jenderal perang pun mengumumkan bahwa semua anak laki-laki harus wajib ikut perang. Nah, sunggu beruntung keluarga ini karena anak laki-lakinya tidak perlu ikut berperang karena sedang cidera patah kaki… 🙂

Bagaimana cara kita menanggapi kejadian-kejadian dalam hidup kita? Apakah tetap positif?

#Diambil dari buku “Fail, Fail Again, Fail Better”

This week books reading

Menurut Seth Godin, jika kita meluangkan waktu kita sekitar 20 menit per hari tiap hari untuk membaca buku, maka kita akan bisa selesai membaca 52 buku dalam setahun (sekitar 1 buku dalam seminggu).

Nah, sebagai bagian dari program membaca buku 20 menit per hari tiap hari, dalam minggu ini saya telah menyelesaikan 2 buku yaitu:
The Sacred Anointing by Steven Brooks dan The 48 Laws of Power by Robert Greene.

Berapa menitkah kita berikan waktu kita untuk membaca?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and Lesson for a Happy Marriage

Hari ini untuk yang ke-5 kalinya saya puasa (dari total sudah 15 kali) dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Saya baru mulai membaca buku karya Karl Pillemer, PhD yang berjudul “30 Lessons for Living”. Dalam bab 2 buku ini diutarakan bagaimana tips-tips supaya pernikahan menjadi bahagia, langgeng dan sampai dipisahkan oleh ajal (Till Death Do Us Part), yaitu:
1. Marry someone a Lot like You
2. Friendship Is as Important as Romantic Love
3. Don’t Keep Score
4. Talk to Each Other:
– If you are having trouble discussing something, get out of the house
– Find a way to blow off steam, and then engage with you partner
– Watch out for teasing
– Let your partner have his or her say
5. Don’t Just Commit to Your Partner – Commit to Marriage Itself
6. Don’t Go to Bed Angry

Bagaimana upaya kita supaya memiliki pernikahan yang bahagia dan langgeng sampai ajal memisahkannya?

#Diambil dari buku 30 Lessons for Living

Security Analysis – Warren Buffett

Dalam bagian terakhir buku Security Analysis oleh Benjamin Graham dan David L. Dodd, disebutkan oleh Thomas A. Russo dalam bagian VIII yang berjudul ” Globetrotting with Graham and Dodd”:

Warren Buffett bukanlah seorang specialist dalam global investing. Warren Buffett, seorang murid dari Graham dan Dodd di Columbia pada tahun 1950, dan sejak tahun 1980, Warren Buffett telah ber-evolusi dari murni type balance sheet investor menjadi investor yang terus mencari perusahaan-perusahaan dengan bisnis franchise yang luar biasa yang dijalankan oleh management yang jujur, cakap dan mampu, serta yang ramah terhadap shareholders.

Type investor yang bagaimanakah kita?

#Diambil dari buku Security Analysis

Fasting and keeping my attitudes to be humble

Hari ini untuk yang ke-4 kalinya setelah lebaran (dari total 15 kali) saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Dalam puasa kali ini saya sungguh dichallenge untuk tetap rendah hati dalam segala kondisi apapun. Bahkan jika doa-doa dan pengharapan saya selalu terkabulkan, saya tidaklah boleh yang jadi menonjol karena senua itu adalah karya dan kasih karunia Tuhan Yesus.
Saya harus selalu mempersaksikan semua karya kemurahan Tuhan Yesus supaya namaNya lah yang dimuliakan. Dan supaya saya diberi kesempatan untuk mempertunjukkan kuasa-kuasa Tuhan Yesus yang lebih dahsyat lagi.

Praise the Lord!

Bagaimana sikao kita akan keberhasilan-keberhasilan yang kita telah capai?

#Diambil dari buku kehidupan

Friday Service EID – Free from worries

Hari ini dalam kebaktian Jumat (21 Aug 2015) FS EID, Pdt. Bangun menyampaikan dalam kotbah bertemakan “Bebas dari kekawathiran” sesuai firman Philipi 4:6.

Ada 3 cara/alasan supaya kita terbebas dari kekawathiran, yaitu:
1. Philipi 4:7 – Ada damai sejahtera
2. Philipi 4:13 – Mendapatkan kekuatan extra yang daripada Tuhan supaya mampu menghadapi masalah hidup
3. Yoh 15:7 – Jika kita tekun berdoa dan baca firman supaya kita selalu dekat dengan Tuhan

Bagaiaman kita mengisi waktu Jumatan?

#Diambil dari buku kehidupan

Fasting and reading new book (The Sacred Anointing)

Hari ini untuk ketiga kalinya setelah lebaran saya melakukan ritual puasa dengan tidak makan selama 12 jam dan hanya minum.
Untuk mengisi doa dan puasa, saya juga membaca buku rohani karya Steven Brooks yang berjudul “The Sacred Anointing”.
Semoga dalam puasa ini saya mendapatkan lawatan dan pengurapan yang kudus dari Tuhan Yesus.
Dan semoga apa yang saya mohonkan dan pergumulkan dipenuhiNya.

Amen!

Apa yang menjadi pergumulan kita akhir-akhir ini?

#Diambil dari buku kehidupan

The Temple of The Lord

Menurut Steven Brooks dalam bukunya yang berjudul “How to Operate in The Gifts of The Spirit”, Raja Daud menyumbangkan 3,000 talenta emas untuk pembangunan Bait Allah di Jerusalem.

Dengan asumsi harga emas USD1,800 per ons, dimana 1 talenta sama dengan 75 pounds dan ada 16 ons dalam 1 pound, maka sumbangan emas Raja Daud equivalen dengan 60 Milliar Dollar US.

Itu belum termasuk sumbangan perak senilai equivalent 250 Juta Dollar US.

Sebesar dan semegah apakah bangunan senilai 60,25 Milliar Dollar US?

#Diambil dari buku

Book – How To Operate in The Gift of The Spirit

Steven Brooks dalam bukunya yang berjudul “How To Operate in the Gifts of The Spirit” menyebutkan ada 9 Spiritual Gifts (Karunia Roh) yang dibagi dalam 3 kategori, yaitu:
A. Revelations Gifts
1. Word of wisdom
2. Word of knowledge
3. Discerning of spirits
B. Power Gifts
4. Faith
5. Healings
6. Working of miracles
C. Vocal Gifts
7. Prophecy
8. Tongues
9. Interpretation of tongues

Apa yang menjadi Karunia Roh kita?

#Diambil dari buku