The Individual Investor Properties

Menurut Larry E. Swedroe dalam bukunya yang berjudul “Think, Act, and Invest Like Warren Buffett”, ciri-ciri individual investor sebagai berikut:

  1. Saham yang dibeli oleh laki-laki dan wanita secara berurutan akan menurun nilainya, dan saham yang dijual akan naik nilainya setelah mereka jual.
  2. Benchmark risk-adjusted baik buat laki-laki dan wanita, nilai pasaranya akan tidak bagus (turun)
  3.  Yang trading terlalu aktif adalah yang akan mendapatkan gain terburuk
  4. Semakin percaya diri seseorang terhadap kemampuannya baik untuk mengetahui saham yang mis-priced atau waktu yang terbaik di buat masuk ke pasar, semakin buruk hasilnya/kinerjanya.
  5. Baik laki-laki maupun wanita akan menghasilkan gross return yang hampir sama.
  6. Wanita single akan menghasilkan lebih baik dari teman wanitanya yang sudah menikah, karena asumsi wanita single tidak akan dipengaruhi oleh suaminya yang biasanya sangat percaya diri.
  7. Berdasarkan pengalaman, makin banya team member yang terlibat, tidak akan lebih baik dari single atau less team member. Rata-rata investement club memiliki return 4% lebih kecil tiap tahunnya. Dan sebaiknya club tidak melakukan trading selama setahun.
  8. Berdasarkan pengalaman, IQ yang tinggi tidak berarti akan menghasilkan return yang lebih tinggi juga. Mensa (the high IQ society) investment club memiliki return yang 13% lebih kecil dari S&P selama 15 tahun.

Bagaimana ciri-ciri dan performa investasi kita?

The post “The Individual Investor Propoerties” appeared first on krismanoppusunggu.com

What can sustain America’s economical leadership in the world

Carl J. Schramm dalam bukunya yang berjudul “The Enterpreneurial Imperative” menyebutkan apa saja hal-hal yang bisa membuat Amerika Serikat tetap memimpin dunia dalam bidan ekonomi, yaitu:

– Amerika Serikat adalah negara tempat para imigrant berkumpul. Banyak orang paling pintar di Amerika Serikat adalah imigrant yang lahir di luar negeri.

-Amerika Serikat memiliki start-up companies terbesar di dunia dimana kedepanya AS menargetkan jumlah start-up yang berdiri tiap tahun double menjadi 1 juta.

– Rusia memimpin dalam menciptakan para ilmuwan berbakat. Tetapi AS lah yang mampu men-kapitalisasikan para ilmuwannya.

– AS adalah negara pencetak entrepreneur terbesar di dunia dimana para prang tua di AS lebih mengarahkan anak-anak mereka menjadi pengusaha dibanding menjadi pegawai swasta, BUMN maupun birokrat.

– AS memilih jalur free market capitalism yang menghadilkan kemakmuran buat setiap orang dengan mempertahankan demokrasi dan stabilitas negaranya. Berbeda dengan Eropa baik Eropa tua maupun Eropa Timur yang lebih memilih jalur sosialist.

– Amerika tidak tergantung kepada natural resources karena tanahnya kaya. Dan bila natural resources menjadi komodity atau harganya menjadi turun, mereka bisa memproduksi natural redources tersebut menjadi produk akhir yang sangat mutakhir dan dibutuhkan passr dunia. Tidak seperti Brazil yang memiliki natural resources yang cukup besar tetapi memiliki resiko menjadi komoditi semata. Atau seperti China yang menurut prediksi, akan kekurangan natural resources buat pabrik-pabriknya.

– Walaupun hampir sebagian besar jasa ICT AS telah dioutsource ke India, tidak menjadikan AS mengalami penurunan leadership dalam teknologi ICT. Karena yang dioutsource adalah teknologi yang bersifat otak kiri (hard skills), sementara teknologi soft skills otak kanan dan mastermind tetap AS pegang.

– Market capitalization AS, atau skala ekonominya sangat besar sekali. Sebagai perbadingan, market cap Apple hampir setara dengan nilai pasar saham Indonesia, salah satu segment market AS setara dengan GDP negara Swedia atau Israel.

Bagaimana upaya kita memajukan Indonesia menjadi leader ekonomi juga?

The post “What can sustain America’s economical leadership in the world?”appeared first on krismanoppusunggu.com