Intro to AI

Semangat pagi🌸

Dalam sesi Intro to AI kali ini kita akan membahas 8 pertanyaan yang umum tentang AI.

Q1. Apa itu AI?

“Bukan super capable robot, tetapi lebih kepada tools yang punya capabilities”

Mendengar kata AI, dalam benak kita langsung memikirkan super capable robot. Khususnya di Japan, “AI bisa melakukan apa saja!” Begitu yang ekspresi yang terlihat. Mungkin ini contoh yang kurang pas dalam menyampaikan image-nya, ketika memikirkan bentuk asli AI, intinya jadi hilang.

Jadi konsep AI = robot adalah salah kaprah. AI adalah salah satu nama dari bidang akademik, dan tidak terbatas pada generic term dari metoda machine learning atau deep learning. AI adalah tools yang dipergunakan untuk memudahkan pekerjaan dan hidup manusia. Jadi bukan “AI bisa melakukan apapun”, tetapi “Dengan AI kita bisa melakukan apapun”

Q2. Apa yang AI bisa dan tidak bisa?

“Expert dalam data processing dan computation, tetap belum mahir dalam cara berpikir seperti manusia dan juga dalam decision making”

Untuk processing, prediction, dan task yang berulang AI cukup mahir, tetapi untuk merasakan seperti dalam hubungan antar manusia, kondisi yang kompleks serta pengambilan keputusan yang holistic, AI masih belum mahir. Dengan melihat apa yang mahir dan tidak mahir antara AI dan manusia, assignment untuk task yang manusia kurang mahir kepada AI terus berkembang.

Ada 2 tujuan assignment aktifitas kepada AI, yaitu untuk efisiensi dan efektifitas. Contoh-nya, AI tools untuk product recommendation kepada users, dimana tidak hanya untuk efisiensi customer data processing saja, skill marketer dan decision making juga semakin meningkat. Bahkan lahirnya bisnis model yang baru akan memungkinkan.

Q3. Kapan era AI akan tiba?

“Era senja di Jepang dimana chance untuk penghentian recruitment new grads mungkin akan terjadi mulai sekarang”

Akhir-akhir ini, ketika perkembangan era AI sedang marak, kenyataannya tingkat perkenalan AI di industry di Jepang baru sekitar 2.9%. Di dunia juga masih rendah, era AI di Jepang masih pada tahap awal. Tetapi periode dimana AI sebagai infra secara nyata sudah mulai tiba. Untuk tahun kelulusan 2021, proses recruitment new grads mulai dilihat ulang, karena kedepannya bisnis model ala Jepang akan berubah secara besar-besaran, maka generasi pertama era AI mungkin akan menjadi pemicu untuk menjadi era senja dalam proses recruitment.

Dan juga dalam waktu dekat ini, menurut prediksi akan sangat complicated. Sebagai contoh “tahun 2045, tahun dimana AI melebihi kemampuan manusia akan mencapai tahap singularity”, kata-nya. Setelah AI semakin akrab dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mulai akan dapat mendiskusikan tentang dalam hal-hal apa saja AI mampu melebihi manusia.

Q4. Bagaimana cara kita hidup manjadi berubah?

“Akan selalu ada services baru yang muncul dari aktifitas search dan rekomendasi.”

Dari aktifitas search sampai rekomendasi produtcs merupakan salah satu gelombang dari era AI. Sampai sekarang cara kita search adalah dengan meng-input keyword, kedepannya kita akan cuma memilih dari beberapa suggestions dari AI.

Contohnya adalah penggunaan AI yang telah dimulai oleh fashion site terkenal di US, Stitch Fix (stitchfix.com). Service yang mengirimkan paket fashion ke rumah kita berdasarkan rekomendasi AI telah tersedia. User cuma memilih dan membayar fashion yang disukai dari 5 options yang dikirimkan berdasarkan rekomendasi AI. Yang tidak disukai akan dikirim balik ke Stitch Fix tanpa dicharge biaya apapun. Dari proses belajar AI mengenai purchashing behavior users, tingkat presisi dari rekomendasi AI akan semakin meningkat. Tanpa perlu memikirkan fashion yang bagaimana yang mau dipilih, kita akan mendapatkan rekomendasi pakaian apa yang kita sukai. Begitulah model customer experience yang lahir dari era AI ini.

Q5. Bagaimana pekerjaan kita akan berubah?

“Dari pilihan rekomendasi pekerjaan, tingkat independensi AI makin tinggi/penting”

Begitu juga dengan pekerjaan, AI akan merekomendasikan pilihannya, user tinggal butuh support untuk memutuskan pekerjaan mana yang dia mau, kira-kira begitulah mungkin akan terjadi kedepannya. Tanpa perlu search nama perusahaan, jenis industry atau jenis pekerjaan, AI akan merekomendasikan berdasarkan pekerjaan yang kita inginkan, dan dari pilihan rekomendasi tersebut, pekerjaan yang diinginkan dan chance diterima akan bisa kita pilih. Nah, pada waktu itu, yang perlu kita pertimbangkan adalah tingkat independensi AI akan makin tinggi. Sehingga akan lebih susah bahkan mustahil untuk memilih satu pekerjaan yang telah kita miliki, diluar dari list rekomendasi pekerjaan yang telah tersedia oleh AI. Dengan kata lain, independensi AI dalam hal ini artinya, kita akan mustahil memilih pekerjaan diluar dari list rekomendasi. Itu risk kedepannya.

Q6. Apakah AI akan merebut pekerjaan kita?

“Jenis pekerjaan yqng baru akan lahir, dan kreativitas manusia akan semakin essential.”

Sekitar tahun 2013, salah seprang professor dari Oxford University, Professor Osborn, pernah mengatakan, “Sekarang ini, setengah dari jenis pekerjaan akan diambil alih oleh mesin.” “Kedepannya, AI akan mengambil alih pekerjaan manusia.” Begitu kata beliau sehingga menjadi suatu sensasi yang hangat dibicarakan. Tetapi kalau kita lihat pada masa penemuan mobil, pekerjaan driver menjadi ada, seperti itu pula dengan penetrasi AI, maka akan banyak jenis pekerjaan baru yang akan muncul.

Terus, bidang-bidang dimana AI dan manusia sangat expert akan berbeda. Pekerjaan terstruktur dan berulang akan menjadi bidang expert-nya AI. Sebaliknya manusia akan berkonsentrasi kepada apa yang mereka bisa. Jadi, pekerjaan dimana hanya manusia yang bisa berupa kreativitas menurut AI, didunia akan menjadi trend utama.

Q7. Pekerjaan creative pada era AI adalah?

“Dengan ide [0 –> 1], apa hal baru yang bisa terlahirkan.”

Membuat apa yang telah ada menjadi hal/benda lain yang mirip, AI sudah bisa, tetapi melahirkan hal/benda yang sebelumnya belum ada, AI tidak bisa. Dengan pengertian tersebut, dari tidak ada menjadi ada atau ide [0 –> 1], hanya bisa dengan kreativitas manusia.

Dengan itu, hanya nama dengan ide yang menghasilkan inovasi [0 –> 1] akan tercatat dalam sejarah. Didalam proses korporasi dimana transformasi untuk menyediakan service dengan kualitas yang tinggi menjadi capable, bisnis model yang sukses di luar negeri di-introduce dan dilocalize dalam negeri, creativity untuk membuat ide yang berbeda dengan apa yang menjadi hal lumrah sekarang ini digali untuk menghasilkan hal/benda baru. Ide yang inovative akan menjadi kunci kedepannya.

Q8. Bagaimana cara kita bekerja akan berubah?

“Dengan integrasi antara pekerjaan dan hidup, kita dapat menggunakan waktu kita dengan efektif.”

Melanjutkan work life balance, cara berkerja yang baru work life integration menjadi perhatian kita kedepannya. Pekerjaan dan hidup yang biasanya menjadi bagian terpisah, nantinya akan menjadi terintegrasi secara fleksibel, dan waktu yang terbatas buat sendiri akan menjadi cukup. Dengan lahirnya remote work dan didukung oleh teknologi, integrasi antara pekerjaan dan hidup akan menjadi kenyataan, khususnya tools AI buat support work life integration akan semakin powerful. Apa yang bisa dikerjakan diserahkan kepada AI, dan untuk waktu buat pribadi yang terbatas kita bisa melakukan apa yang hanya kita yang bisa melakukannya.

#ai

Disadur oleh Krisman Oppusunggu @krismanos

P.S. Design gambar “Intro to AI” adalah karya putri saya Soca Oppusunggu @jasp3n_the_3arthw0rm (SMP Kelas 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s