Ooch

Jika kita bisa ooch di dalam dunia kerja, maka kita juga bisa ooch di rumah.
Gabe Gabrielson berpikir begitu. Seorang broker real estate dan ayah yang tinggal di San Jose, Gabrielson punya seorang anak berusia 9 tahun yang bernama Colin. Layaknya seperti anak seusianya, Colin sering tidak sepaham dengan peraturan orang tuanya. Pada musim semi 2011, sebagai contoh, Colin protest terhadap peraturan Gabe yang mengharuskan dia sudah berpakaian seragam sekolah lengkap sebelum turun sarapan. Sebenarnya Gabe tidak terlalu perduli apa yang dipakai Colin pada waktu di meja sarapan, tapi ia khawatir kalau Colin belum pakai seragam dulu, kemungkinan akan terlambat ke sekolah. Tapi Colin lebih nyaman dengan piyamanya.
Setelah melaui perdebatan panjang yang membuat keduanya frustasi, Gabe memutuskan untuk merubah strategi. Dia mengatakan kepada Colin untuk mencoba mengikuti caranya dalam tiga hari berturut-turut. Tetapi jika Colin terlambat ke sekolah, maka ia akan kembali mengikuti cara Gabe.
Colin yang merasa takjub dengan response ayahnya, memenangkan test percobaan tersebut. Dia pakai piyama sewaktu sarapan dan tetap tidak terlambat ke sekolah. Sebagai hasilnya adalah pola baru terbentuk dan mereka berdua sama-sama senang dengan hasilnya. Lebih sedikit perdebatan buat Gabe dan rasa sukses dalam protest buat Colin.
Bagaimana anda dengan anak anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s